Tampilkan postingan dengan label #shaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #shaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2020

MAGICK TODAY #18: Kegunaan pohon pisang dalam ritual sihir

Merry meet, Namaste, Rahayu.


Apa kabar saudara-saudari Wiccan dan Witches? Maaf, baru bisa aktif lagi. Soalnya aku lagi fokus ke yang lain dulu. Okay, langsung saja ya, hari ini aku akan membagikan hasil dari coba-cobaku dengan bahan-bahan yang mudah ditemui di sekitar.

Seperti yang kita tahu, Ibu Bumi telah menyediakan semuanya untuk kita. Selama ini kita hanya mengetahui herbal, bunga, buah, biji-bijian, batu-batuan yang kita lihat di blog-blog atau website tentang Wicca/Witchcraft memiliki magical properties. Tapi kita tidak pernah menyangka kalau tanaman yang ada di sekitar kita dan notabene tidak tercantum dalam blog/website Wicca dan Witchcraft, juga memiliki magical properties juga. Topik kali ini adalah pisang. Sejauh yang sudah aku temui, blog/website Wicca dan Witchcraft hanya mencantumkan buah pisang saja, tapi belum bagian pisang yang lain, seperti: pohonnya, daunnya, bunga, tunas, dll. Berikut ini adalah daftar yang kubuat sendiri berdasarkan bimbingan dari dewi yang menjadi patroness/matron-ku:


1). Daun pisang hijau tua.

Daun pisang yang hijau tua melambangkan keuangan. Bisa digunakan untuk ritual yang berkaitan dengan kemakmuran, keuangan, dan kelimpahan. Dalam ritual, daun ini bisa digunakan sebagai pengganti kertas untuk menulis petisi.


2). Daun pisang muda (pupus).

Pupus daun pisang atau daun pisang yang masih kuncup ini digunakan untuk ritual untuk memulai suatu pekerjaan baru. Dalam ritual, pupus bisa dipotong-potong dan dicampur dengan sarana ritual lainnya.


3). Daun pisang kering.

Daun pisang kering dapat digunakan dalam ritual yang berhubungan dengan suatu yang ingin dirahasiakan. Dalam ritual, ini dijadikan sebagai simbol tirai penutup. Penggunaannya, digunakan sebagai pengganti kertas petisi untuk menulis apa yang ingin disembunyikan/rahasiakan.


4). Bunga pisang yang sudah gugur.

Bunga pisang yang sudah berjatuhan itu diambil dan bisa dijadikan sarana untuk ritual membuat seseorang mandul atau kehilangan gairah seksualnya. Untuk yang ini, tolong kalau mau dipakai harap dipikirkan matang-matang, dan harus dengan kebijaksanaan.


5). Pisang yang sudah matang/menguning.

Pisang yang sudah masak bisa digunakan dalam ritual untuk meningkatkan energi atau gairah seksual, kesuburan, juga untuk magnet uang.


6). Pisang yang masih mentah/hijau.

Ini berguna dalam ritual untuk menolak cinta dari seseorang yang tak diinginkan, bisa juga untuk mereka yang mau move on dari mantan hahaha.


7). Batang pisang.

Batang pisang digunakan dalam ritual healing, binding, cursing/hexing, dan banishing. Fungsinya adalah sebagai simbolisasi dari si target. Batang pisang juga bisa digunakan dalam ritual kemakmuran dan kelimpahan.


8). Jantung pisang.

Jantung pisang digunakan dalam love spell, binding spell, cursing/hexing; membuat target jatuh cinta dan terus terikat dengan kita. Fungsinya adalah sebagai simbolisasi hati manusia/target. Mohon bijaksana saat menggunakan.


9). Tunas.

Tunas pohon pisang digunakan dalam ritual kesuburan dan mendapatkan keturunan.


Nah, itu tadi magical properties dari pohon pisang dan bagian-bagiannya. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata....



Blessed be!

Kamis, 16 Januari 2020

Divinasi #6: 2020, Nusantara Menuju Kesadaran yang Lebih Tinggi

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Halo, Wiccan dan Witches? Sebelum membagikan hasil prediksi, aku mau bilang dulu kalau aku sudah membuat prediksi ini pada awal tahun yang aku post di Instagram 'Mage Niskala'.


Okay, langsung saja. Berikut ini prediksi yang aku buat:

Nusantara/Indonesia di tahun 2020 akan menerima banyak tawaran kerjasama dari negara lain, karena mereka tahu kalau Nusantara adalah memiliki potensi yang besar. 
Banyak delegasi-delegasi yang akan dikirim oleh Nusantara ke berbagai negara. Mereka membawa misi untuk mengenalkan budaya, ideologi, dan nilai-nilai filosofi ke negara tujuan. Tradisi dan kreatifitas masyarakat Nusantara sangat memikat negara-negara lain, sehingga mereka tertarik untuk belajar dan menggali ilmu dari negeri ini.
Tahun 2020 akan menjadi tahun pembawa gelombang kesedihan, keterpurukan, dan kedukaan. Masalah ini tidak akan tampak secara nyata, karena ini adalah fenomena internal dalam diri masyarakat. Ini adalah tanda datangnya gelombang Kebangkitan Spiritual yang mana ini akan membawa Nusantara ke dalam perubahan besar. Nusantara akan masuk ke level kesadaran yang lebih tinggi, karena itulah manusianya harus digembleng habis-habisan.
Sepanjang tahun 2020 ini, akan bermunculan organisasi/komunitas yang bergerak untuk memajukan Nusantara/Indonesia baik dari segi spiritual maupun material.
Banyak rancangan-rancangan atau rencana yang belum diputuskan, pada tahun 2020 nanti akan tercapai keputusan-keputusan yang final dan tinggal menjalankan saja.
Finansial Nusantara/Indonesia akan memcapai kenaikan sepanjang tahun 2020. Visi-visi yang dulu disusun beberapa tahun sebelumnya mulai terealisasi satu demi satu. Salah satunya memajukan perekonomian dan menumbuhkan rasa solidaritas dan welas asih kepada sesama, tidak membedakan ras dan agama. Ini memang tidak terjadi secara besar, tapi itu pun sudah cukup. Gelombang Kebangkitan Spiritual juga turut ambil andil dalam meningkatnya kesadaran masyarakat.
Tradisi yang dulu terlupakan, akan kembali dilestarikan. Tahun 2019 sudah banyak yang muncul, tapi 2020 akan lebih banyak yang muncul. Pemerintah akan memunculkan inovasi-inovasi baru dan itu cukup menarik perhatian masyarakat dan terus menjadi perbincangan.
Pada tahun 2020 menteri kelautan dan pertahanan akan mengerahkan pasukan-pasukan untuk menjaga perbatasan, utamanya adalah daerah perairan. Karena akan banyak kapal asing yang masuk ke perbatasan, tapi akhirnya mereka mundur karena sudah ada armada laut Nusantara berjaga dengan ketat.
Fenomena gerhana matahari dan bulan datang silih berganti. Fenomena itu akan memengaruhi Nusantara secara spiritual dan fisikal. Secara spiritual, gelombang yang dipancarkan gerhana memengaruhi kesadaran spititual dan mental mereka-mereka yang memiliki kepekaan tinggi. Secara fisikal, itu memengaruhi alam Nusantara itu sendiri, terutama lautan. Akan sering terjadi badai dan ombak ganas di lautan. Gunung-gunung juga menggeliat, mencoba bangun dari tidur.

Musim hujan musim kemarau masih tak terprediksi. Hanya saja kemarau kali ini tidak akan sepanjang dan ganas seperti tahun 2019, malahan musim hujan yang akan jadi lebih ganas. Petir menumbangkan pohon, memakan korban. Angin kencang di daerah tertentu. Tanah gundul mulai longsor. Bersamaan dengan itu masyarakat akhirnya sadar bahwa mereka sendirilah yang menyebabkan ini, jadi mereka mulai kembali peduli kepada alam. Kemarahan alam memang tak ada yang bisa menghalangi. Hanya cinta kasih yang dapat menenangkan alam ini.
.

Nah, itu tadi prediksi-prediksi dariku. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...


Blessed be!

Kamis, 21 November 2019

JURNAL #16: Penyihir Berdasarkan Asal Sumber Kekuatannya

Merry meet, Namaste, Rahayu...


Halo, apa kabar, saudara saudari Penyihir dan Wiccan? Apa kalian melewati Merkury Retrograde dengan aman? Semoga aman-aman saja, yaaaa...


Setelah beberapa bulan lalu aku membuat postingan tentang jenis penyihir berdasarkan latar belakangnya, kali ini aku akan berbagi tentang jenis-jenis penyihir berdasarkan sumber kekuatan mereka. Oh ya, semua ini aku buat berdasarkan pendapat dan pengamatan pribadi. Oke, langsung saja.

1. Penyihir Alami (Natural/Born Witch)

Penyihir Alami adalah jenis penyihir yang amat langka, sebab mereka tidak mendapatkan atau menarik kekuatan melalui dewa-dewi, roh alam, apalagi iblis, melainkan dari dalam diri mereka sendiri. Mereka umumnya terlahir dari keluarga non-penyihir dan mengalami kehidupan yang berliku. Biasanya mereka tidak memiliki ayah atau bahkan yatim piatu. Kekuatan mereka biasanya berkembang dengan sendirinya tanpa ada pelatihan khusus. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kekuatan yang ada dalam diri mereka akan bermunculan dan berkembang. Awalnya mereka pasti tidak akan menyadari keistimewaan mereka, tapi setelah usianya matang mereka akan menyadari hal tersebut.

2. Penyihir Satanik (Satanic Witch)

Penyihir Satanik adalah yang paling sering muncul di tv-tv, di mana para wanita menandatangani buku perjanjian dengan The Devil. Penyihir jenis ini mendapatkan kekuatan dari sumber yang tak lain adalah The Devil sendiri. Jika si Penyihir berpaling dari The Devil, ada kemungkinan kekuatan sihirnya akan hilang dan mereka bisa saja mati.

3. Penyihir Buatan (Made Witch)

Penyihir Buatan dikatakan sebagai jenis penyihir yang paling rendah. Sebab kekuatannya berasal dari Penyihir yang menciptakannya. Ya, seorang Penyihir memang bisa menciptakan Penyihir lain. Ini tak ubahnya kalau kita berguru pada seseorang dan Sang Guru mengalirkan sedikit ilmunya kepada kita, lalu kita diminta untuk mengolah kekuatan itu sendiri. Penyihir ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan sihir mereka dibandingkan dua jenis lainnya.

4. Penyihir Pagan (Pagan Witch)

Penyihir Pagan adalah jenis Penyihir yang mendapatkan kekuatan sihir mereka dari dewa-dewi tertentu. Biasanya mereka adalah pengikut atau pemuja yang setia dari dewa-dewi terkait. Mereka ada yang biasa-biasa saja hingga yang ekstrim. Umumnya, mereka secara berkala akan memberikan persembahan besar kepada dewa-dewi yang mereka puja. Persembahannya beragam, bisa binatang hingga manusia, tergantung seberapa ekstrim paham yang mereka anut. Sihir mereka akan semakin kuat jika persembahan yang mereka berikan semakin besar. Pada masa kini, sudah tidak banyak Penyihir Pagan. Kalaupun ada, mereka  tidak lagi memberikan persembahan manusia, tapi masih memberikan kurban binatang.

5. Penyihir Langitan (High Witch)

Penyihir Langitan adalah jenis Penyihir yang mendapatkan kekuatan sihir dari benda-benda langit dan juga para malaikat. Mereka adalah kelompok yang jarang menggunakan sihir untuk kepentingan duniawi. Sihir mereka lebih difokuskan pada untuk kepentingan ritual besar. Biasanya mereka sangat ahli dalam hal astronomi dan juga praktisi Kabbalah.

6. Penyihir Bumi/Wiccan (Earth Witch/Wiccan)

Ada Penyihir Langitan, ada Penyihir Bumi. Penyihir Bumi adalah jenis Penyihir yang sumber kekuatannya berasal dari bumi beserta isinya. Mereka sangat menghormati bumi dan memuja-Nya. Mereka adalah kelompok yang menggunakan sihir untuk pemenuhan keinginan-keinginan sejati mereka. Selain memuja bumi, mereka juga memuja dewa-dewi tertentu yang merupakan representasi dari fenomena alam, seperti: siang, malam, dan pergantian musim; aspek kehidupan, seperti: kemakmuran, kesuburan, dll; dan elemen-elemen di bumi, seperti: gunung, laut, sungai, dll.

7). Penyihir Shamanik (Shamanic Witch)

Penyihir jenis ini yang menurut pendapat pribadiku agak kurang fleksibel. Sebab, para praktisinya harus selalu berada di tanah tempat mereka diinisiasi atau mendapatkan 'wahyu'. Kekuatan mereka berasal dari para leluhur, para pendahulu, serta roh-roh alam yang berkuasa di tempat tersebut.
.

Oke, itu saja untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, dan akhir kata...


Blessed be!

Senin, 02 September 2019

MAGICK TODAY #15: Magnet Uang Dari Pisang

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Halo, apa kabar? Maaf baru sempat hadir lagi. Jujur belakangan ini aku bingung mau sharing apa di sini, hahaha... Harap maklum yaaaa...

Oke deh, langsung saja. Hari ini aku akan berbagi dengan kalian bagaimana caranya membuat Magnet Uang dari buah pisang. Iya, pisang! Mungkin belum ada yang tahu dan pasti juga ada yang sudah tahu soal ini. Sebelum aku bahas soal caranya, aku akan bahas soal korspondensi buah pisang.



Buah pisang yang matang berkaitan dengan:
1. Kekuatan
2. Energi
3. Gairah seksual
4. Kemakmuran
5. Magnet uang

Sedangkan buah pisang yang mentah berkaitan dengan:
1. Menolakan cinta dari seseorang yang tidak kita inginkan.
2. Melupakan cinta lama (move on).

.

Berhubung aku mau membahas soal magnet uang, maka yang kalian butuhkan adalah pisang yang sudah matang. Bisa gunakan pisang apa saja, yang penting sudah menguning.
Selain pisang, kalian juga harus menyiapkan uang koin, nominal berapa saja.
Dan, kalau kalian punya, bisa sediakan juga minyak cengkih dan minyak kayu manis. Jika tidak ada kedua minyak itu, sediakan tujuh butir cengkih dan kayu manis bubuk.



Sebelum memulai membuat magnet uang, berdoa atau meditasi beberapa saat, 5-10 menit sudah cukup. Pertama, aku akan membahas dulu cara yang aku gunakan, yaitu:

- sisipkan uang koin ke dalam pisang.
- karena ini untuk penarikan, maka oleskan minyak cengkih untuk memercepat hasil, dari atas ke bawah. Oleskan hingga seluruh bagian pisang terlapisi. Berikutnya oleskan minyak kayu manis untuk kemakmuran, dari atas ke bawah juga.

Cara kedua ini untuk kalian yang tidak memakai minyak cengikih dan minyak kayu manis, caranya adalah:

- kupas kulit pisang setengahnya saja, jangan sampai terlepas.
- sisipkan uang koin ke dalam daging pisang.
- sisipkan juga cengkih ke daging pisang.
- bubuhkan bubuk kayu manis di daging pisang itu.
- tutup pisang itu dengan kulitnya tadi.

Tahap berikutnya ini adalah lanjutan dari keduanya.
Setelah pisang kalian siap, pergilah ke halaman kalian. Gali sebuah lubang dengan kedalaman secukupnya. Kuburkan pisang kalian di situ sembari mengucap afirmasi ini:

"Aku tidak mengubur pisang, tapi magnet uang. Uang dari empat penjuru datang padaku sebagai tujuan." 

Baca afirmasi 3x, 7x, atau sebanyak yang kalian mau. Setiap harinya, ketika kalian menyiram tanaman kalian (kalau kalian punya taman dan suka menyiram tanaman) ucapkan afirmasi berikut ini:

"Uang yang datang tumbuh dengan subur!"

Ucakan afirmasi itu denga penuh keyakinan dan perasaan yang positif. Semoga Semesta mengabulkan apa yang menjadi kehendak kalian.

.

Itu tadi magnetuang versi Biara Wicca. Kalian  bisa menirunya atau menjadikan ini sebagai inspirasi sehingga kalian bisa buat versi kalian sendiri.

Sekian untuk hari ini. Terima  kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...


Blessed be!

Jumat, 10 Mei 2019

FAMILIAR #2: Kekuatan Magis Seekor Kucing

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Apa  yang akan aku bahas kali ini mungkin akan sangat tidak masuk akal atau terkesan mengada-ada, tidak apa-apa kalau kalian berpikir begitu. Semua yang akan aku sampaikan adalah murni hasil pemikiran dan pengamatan spiritualku. Jadi, mungkin akan ada yang sama atau sama sekali berbeda.



Yang akan aku bahas malam ini adalah soal kucing. Siapa sih yang nggak tahu makhluk berbulu ini? Jenisnya macam-macam dan lucu-lucu. Aku pribadi sangat menyukai  kucing. Tapi, tahukah kalian kalau terkadang kucing itu bukan sekedar "kucing"? Terkadang ada juga kucing yang memiliki kekuatan magis/sihir, karena itu ada kucing yang bisa memberikan keberuntungan hingga kesialan, bahkan kematian.
Kucing adalah salah satu hewan dengan magis kuat, selain ular, burung hantu, gagak, dan laba-laba. Yang terkuat konon adalah kucing hitam legam atau putih pekat. Tapi, dalam budaya Jawa disebutkan kucing dengan warna "candramawa" adalah kucing paling sakti dan langka.

Untuk para praktisi, terutama Penyihir, kalau kalian punya kucing, kalian harus menaruh perhatian lebih padanya. Sebab terkadang dia bukan hanya hewan peliharaan, tapi juga menjadi "host" bagi familiar spirit kalian. Kalau kalian peka dan bisa merasakan energi, kalian akan merasakan perbedaan energi magis kucing yang biasa dengan kucing yang sudah menjadi "rumah" bagi familiar spirit.
Kucing biasa sekali pun, dia masih memiliki kekuatan magis yang cukup besar. Dia mampu menyingkirkan energi negatif dari  orang-orang di rumah yang dia tinggali. Dan, tubuhnya secara otomatis akan mengakumulasi semua energi negatif itu dan merubahnya menjadi lemak, sehingga terlihat lebih gendut. Jika di rumah kalian ada banyak orang dan kalian punya kucing, usahakan jangan hanya ada satu kucing supaya mereka bisa berbagi tugas.

Sedikit cerita. Aku di rumah punya banyak kucing. Dua indukan, dua anak kucing, dan tiga kucing remaja. Yang akan aku bahas di sini adalah tiga kucing remaja tersebut. Sebut saja nama mereka, Toto (abu-abu), Koko (kuning), Momo (hitam). Ketiganya jantan. Dari ketiganya itu, Koko-lah yang paling dekat denganku mulai saat dia berumur 3 bulan. Dia yang paling sering berkunjung ke kamarku, tidur di kasurku, duduk di pangkuan, dan mengendus-endus. Daaaan, dia juga yang jadi paling gendut. Dulu pas mereka masih berusia dua bulanan, Toto yang paling gemuk, Koko biasa aja, dan Momo kurus banget. Tapi di bulan ketiga semua berubah, Toto jadi kurus, Momo biasa aja, dan Koko jadi paling mencolok. (note: mungkin mereka sekarang sudah 5/6 bulan)
Oke singkat cerita, tiga/empat hari lalu, Toto dan Momo tiba-tiba nggak mau makan. Dan, paginya mereka sudah mulai kelihatan lesu dan menyendiri. Mereka berdua nggak berkumpul, tidurnya mencar.
Sakitnya bikin satu rumah bingung. Kalau itu karena makanan, tapi cuma mereka berdua aja. Yang lain baik-baik saja, padahal makanannya sama. Sempet ngira mereka keracunan, tapi mereka nggak kejang atau muntah berbusa dan nggak mati seketika. Dikasihlah mereka susu gambar beruang sama adikku. Dan, aku coba healing pakai energi.
Oh ya, yang aneh, selama Toto dan Momo sakit, Koko itu sama sekali nggak mau dekat sama mereka, bahkan dia lebih sering di kamarku. Aku jadi curiga.
Terus tadi pagi, tiba-tiba saja Koko duduk di dekat Momo dan menjilati kepala Momo. Aku semakin ngerasa ada yang nggak beres. Tapi aku tetap merhatiin. Kemudian Momo menjauh, Koko terus pergi.
Nggak tahu kenapa tiba-tiba aku jongkok di dekat Momo terus berbisik "Lepaskan... bebaslah... kembali ke dalam surga Sang Dewi (Bastet)"
Aku ngomong begitu, terus aku balikin dia ke tempat tidurnya lagi. Terus aku ke kamar dan merenung sebentar, kemudian (entah ini khayalan atau memang rahasia yang diungkapkan oleh Semesta) aku mendapat firasat kalau Koko-lah yang "memakan" dua saudaranya itu. Dia melakukan itu untuk meningkatkan magisnya dan menguasai rumah (terutama aku, mungkin). Lantas, siang tadi, Momo mati. Ternyata memang sudah jalannya seperti itu. Aku langsung menguburnya. Setelah itu, aku langsung memakaikan kalung rajut yang pernah kubuat dan sudah kuisi dengan energi ke Koko, untuk berjaga-jaga kalau dia memang membawa pengaruh negatif.



Dalam renunganku yang berikutnya, aku juga seperti diberitahu rahasia lainnya. Disebutkan bahwa terkadang makhluk dari dunia roh (dalam hal ini Roh Jahat) yang ingin meningkatkan kekuatan magisnya, mereka akan lahir sebagai kucing di keluarga yang menyukai kucing tapi terkadang suka menyiksanya. Kucing-kucing itu sengaja lahir di sana agar disiksa dan diperlakukan tidak baik, sehingga mereka akan menumpuk dendam dalam diri mereka. Dan, sewaktu kucing itu mati (entah mati karena tua atau disiksa), maka roh yang dulu datang menjelma sebagai kucing itu akan kembali ke alamnya dengan kekuatan magis yang lebih besar dari sebelumnya. Mungkin itu bisa disebut salah satu "tirakat" yang dilakukan oleh roh tersebut untuk mencapai kekuatan yang lebih tinggi. Mereka bisa saja membalas penyiksaan yang mereka dapat, tapi itu justru akan membuat upaya mereka gugur dan harus mengulang dari awal lagi. Mereka baru akan membalas ketika kekuatan magis mereka mencukupi untuk memengaruhi hidup manusia, yaitu setelah kematian mereka. (note: jadi jangan suka menyiksa kucing ya, karena kita nggak tahu dia sungguh kucing atau bukan)

Cara ini juga digunakan oleh roh baik yang ingin meningkatkan kekuatan magis mereka. Tapi mereka akan memilih lahir di keluarga yang sungguh-sungguh menyayangi kucing. Mereka melakukan karma baik dengan cara melindungi keluarga itu dari energi negatif yang datang dari luar rumah. Dan, itulah yang nantinya membuat mereka mendapatkan kekuatan magis yang lebih besar.
Kalau memang benar kucingku itu adalah roh, aku nggak tahu dia yang baik atau jahat. Tapi setidaknya Semesta sudah memberitahu kalau aku harus lebih berhati-hati dalam memerlakukan makhluk lainnya.

Pasti kalian yang baca sampai sini sudah menduga kalau ini cuma mengada-ada, atau halusinasi. Haha, nggak apa-apa kalau ada yang berpikir begitu. Feel free saja buat komentar. Aku akan sangat suka kalau ada yang mau berbagi cerita soal kucing mereka.
Sampai di sini dulu saja sharing kalia ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, dan akhir kata...

Blessed be!

Minggu, 28 April 2019

JURNAL #14: Nyai Calon Arang, Sosok Ibu yang Menjadi Tauladan

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Sebagai orang Nusantara, pasti kita tidak asing dengan nama Nyai Calon Arang. Bahkan mungkin, ketika mendengar nama tersebut, langsung terayang wanita tua, penyihir jahat, hingga wajah mendiang Suzzanna yang pernah berperan sebagai beliau.
Di sini aku tidak akan menceritakan kisah Calon Arang, karena sudah banyak artikel mengenai itu. Tapi, aku akan membahas beliau dari sudut pandangku. Mungkin ini akan berseberangan dengan pendapat kalian atau sebaliknya. Itu tak masalah, mari saling menghargai.

Aku pribadi, jujur, sangat mengagumi sosok Nyai Calon Arang. Dalam hematku, beliau sama sekali tidak sepenuhnya jahat. Beliau hanyalah manusia biasa, sama seperti kita, hanya saja bedanya beliau memiliki satu atau lebih kelebihan yang didapatkan dari pemujaan yang tulus kepada Dewi Durga, serta pengorbanan yang besar. Seperti yang khalayak ketahui, tidak ada manusia yang sepenuhnya jahat atau sepenuhnya baik. Itu juga berlaku untuk Nyai Calon Arang.

Beliau adalah gambaran nyata seorang wanita yang telah berhasil memangkitkan kekuatan ilahi (Ibu Adi-Shakti) dalam diri melalui ketaatan dan pengorbanan diri. Kekuatan yang beliau miliki tidak serta merta didapat dengan jalan yang mudah. Beliau harus menahan semua rasa sakit hati, penghinaan, kepedihan, dukacita, amarah, dendam, dan semua nafsu duniawi, dan menjalankan tapabrata yang berat untuk menyenangkan sang junjungan, Ibu Dewi Durga.

Terbukti, Ibu Dewi Durga berkenan dengan pemujaan, ketaatan, dan pengorbanan Nyai Calon Arang. Sehingga semua unsur-unsur negatif yang telah lama dipendam berubah menjadi bara api (api tapa) dan itulah sumber kesaktian beliau.
Kekuatan beliau tersebut semula hanya digunakan untuk pengobatan dan keperluan pemujaan, namun lambat laun kekuatan tersebut pun akhirnya mengendalikan beliau. Apalagi setelah dipicu dengan penghinaan yang dilayangkan pada putrinya, Ratna Manggali. Nyai Calon Arang mampu menerima penghinaan atas dirinya, tapi dia tidak akan mengampuni siapa pun yang menyakiti hati putrinya.

Ini adalah gambaran lain dari beliau. Seorang ibu yang sangat menyayangi putri semata wayang dan rela melakukan apa pun demi sang putri. Kasih ibu yang Nyai Calon Arang miliki tidak hanya untuk putrinya seorang, tapi juga tercurah kepada gadis/wanita-wanita lain yang hidup terlunta-lunta atau mendapatkan ketidakadilan, atau kekerasan dan diskriminasi dalam masyarakat patriarki. Beliau merangkul gadis/wanita-wanita malang tersebut dan mengasuh mereka layaknya putri sendiri. Beliau selalu mengajarkan pada mereka, bahwa wanita itu setara dengan laki-laki, tidak ada namanya wanita menjadi alas kaki mereka. Wanita berhak mandiri dan mengekspresikan diri, bukan hanya menjadi pemanis rumah tangga saja. Beliaulah yang menjunjung matriarki ketika masyarakat dikendalikan oleh patriarki.
Dari situlah, kemudian gadis/wanita-wanita tersebut mengikuti jalan hidup Nyai Calon Arang dan menjadi murid beliau. Mereka pun mengikuti jalan yang oleh para brahmana dan Rsi sebagai "pengiwa" (Lefthand Path). Akan tetapi, dari sisi beliau tidak melihat sebuah jalan pengabdian kepada Yang Mahakuasa itu dibedakan menjadi "Kanan" dan "Kiri", "Putih" dan "Hitam". Bagi seorang Nyai Calon Arang, di dalam putih bisa saja muncul noda hitam, sedangkan di dalam hitamlah cahaya bisa disaksikan. Artinya, keduanya sama saja.

Sebagai seorang penyihir juga, aku meneladani bagaimana beliau begitu larut dalam pemujaan dan kebaktian sehingga mengabaikan perasaan pribadi yang rupa-rupa, alih-alih mengumbarnya. Mungkin kisah beliau kemudian membenarkan suatu pernyataan ini "Sihir tidak datang karena bakat, tapi ia datang karena rasa sakit dan penderitaan yang tak tertahankan". Di kisah tersebut terbukti kalau penderitaan dan rasa sakit yang diredam dalam kurun waktu yang lama, akan mengendap dan menjadi bara dan ketika itu diledakkan maka akan menjadi api sehingga lahirlah sihir yang luar biasa kuat.
Selain rasa sakit dan penderitaan, amarah, kesedihan, dan nafsu duniawi yang diredam dalam waktu yang lama juga dapat berubah menjadi bara.

Ada yang mengatakan, di Bali, kenapa penekun Leak kebanyakan seorang wanita, itu karena wanita paling kuta dalam menahan segala rasa sakit, penderitaan, kesedihan, dan nafsu, ditambah ada pepatah mengatakan "Dalam setiap wanita ada seorang Dewi yang bersemayam". Ketika wanita diperlakukan dengan baik dan manusiawi, mereka akan tampak dalam wujud Dewi Parwati, tapi jika mereka atau orang yang mereka kasihi dilukai, maka Dewi Kali sendirilah yang terpancar dari mereka.

Ada rumor yang mengatakan, untuk pencapaian sihir terkuat, hanya dapat dicapai oleh wanita. Kecil kemungkinan pria dapat mencapai level itu. Alasannya adalah karena laki-laki tidak punya hormon estrogen. Aku cuma bisa senyum saat tahu hal itu, jadi tolong jangan tanya penjelasan lebih lanjut, karena aku sama sekali tidak tahu lebih jelasnya.

Oke, ini sudah terlalu panjang. Kita akhiri saja di sini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Minggu, 24 Februari 2019

JURNAL #13: Jenis-jenis Penyihir Berdasarkan Latar Belakangnya

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Aku memberikan salam kepada jiwa kalian yang merupakan percikan dari Yang Maha Kuasa, aku hormati kalian sebagaimana aku menghormati-Nya.

Halo, Wiccan dan Witches? Apa kabar kalian? Maaf, baru bisa mampir ke sini setelah bahasan yang terakhir.
Oke, sepertinya kita langsung saja yaaa.. Hari ini aku akan membahas Tiga Jenis Penyihir untuk kalian ketahui. Mungkin kalian sudah ada yang tahu, tapi pasti ada juga yang belum tahu. Sebelum aku mulai, aku mau memberi peringatan dulu. Semua yang aku jabarkan di sini adalah pandangan pribadiku, jadi bisa sama atau berbeda sama sekali dengan kalian di luar sana.

1). The Hereditary Witches - Penyihir Turunan

Seperti judulnya, Hereditary Witches atau Penyihir Turunan adalah para penyihir yang terlahir dari keluarga penyihir yang memegang teguh adat dan tradisi mereka selama berabad-abad lamanya.
Seorang yang lahir di keluarga penyihir belum tentu akan menjadi penyihir juga, tapi kebanyakan akan menjadi penyihir. Menjadi Penyihir Turunan bukan berarti mereka jauh lebih baik atau lebih kuat dari penyihir lainnya. Mereka hanya membawa "percikan" itu sejak lahir, itu adalah keuntungan mereka. Namun percikan itu tidak akan pernah bisa menjadi "nyala" kalau dia tidak pernah berlatih atau mengolah kemampuannya.
Pada umumnya, keluarga penyihir akan dipimpin oleh anggota keluarga yang tertua, yaitu Nenek. Seorang Nenek sudah pernah melewati masa sebagai gadis perawan dan juga ibu, karena itu pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaannya sangat dibutuhkan oleh anggota keluarga yang lain.
Jika di suatu kota ada lebih dari satu keluarga penyihir, maka para Nenek dan atau Kakek dari masing-masing keluarga pasti memiliki perkumpulan mereka sendiri. Mereka biasa disebut "The Elders". Dan, pada masa lampau merekalah yang memegang kendali semua yang berkaitan dengan ritual dan segala tetekmbengek dunia kepenyihiran di kota tersebut.
Untuk mempertahankan kemurnian darah penyihir mereka, umumnya mereka akan menikahkan gadis dalam keluarga mereka dengan pemuda dari keluarga penyihir lain. Tapi pasti ada beberapa kasus yang membawa keluarga penyihir harus menikahkan anggota keluarganya dengan keluarga non-penyihir. Di bawah ini adalah contoh keluarga penyihir:


2). The Awakening Witches - Penyihir yang Bangkit

Berdasarkan nama yang aku berikan, para penyihir jenis ini adalah para penyihir yang merasa terpanggil. Ada kemungkinan yang besar mereka adalah penyihir juga di kehidupan yang sebelum, yang mana kemampuan mereka tertidur dan pada masa tertentu menjadi bangkit dan membuat satu individu merasa terpanggil untuk mengikuti jalan tersebut.
Jenis penyihir ini adalah yang paling umum saat ini. Banyak orang dari berbagai kalangan, agama, ras, dan jenis kelamin merasa bahwa diri mereka terpanggil untuk merangkul jalan yang sudah pernah mereka tempuh di kehidupan sebelumnya. Sebelum mereka memutuskan untuk merangkul jalan yang telah Semesta tunjukkan pada mereka, umumnya mereka akan mengalami kegalauan, gelisah, bingung, ragu untuk merangkul jalan tersebut. Ini hal yang normal, karena jiwa mereka yang notabene jiwa lama berada dalam raga baru dengan identitas (agama, keluarga, lingkungan) yang baru sehingga hal-hal itu membuat mereka merasa setengah hati untuk melangkah ke sana. Ketika mereka memilih untuk menyangkal panggilan dari Semesta itu, biasanya mereka akan menderita yang namanya "Divine Illness". Apa itu "Divine Illness"?
"Divine Illness" adalah suatu kondisi di mana tubuh kita bereaksi terhadap gejolak energi dari jiwa yang alirannya menjadi tidak teratur yang disebabkan oleh ketidakselarasan vibrasi antara jiwa dan pikiran. Berikut ini beberapa tanda dari "Divine Illness":
- Umumnya seorang individu akan mengalami perubahan pola makan. Pada satu masa nafsu makannya akan sangat tinggi, namun kemudian menurun drastis. Melihat makanan apa pun tidak membuat diri berselera.
- Perubahan pola tidur. Durasi tidur menjadi lebih singkat atau lebih panjang dari biasanya. Akan tetapi, ketika tidur sebenarnya tidak benar-benar tidur. Telinga mereka masih mendengar dan pikiran mereka masih aktif. Saat tidur malam, sering kali terbangun pada "Witching Hour" (pukul 00:00 s.d 03:00) dengan jantung berdebar dan berkeringat, setelah itu susah tidur lagi. Namun semuanya bisa berubah total menjadi tidur yang terlampau nyenyak sampai seperti orang pingsan.
- Naik turunnya gairah seksual. Untuk yang sudah punya pasangan mungkin akan terlihat jelas. Pada beberapa waktu gairah itu begitu menggebu, ketika hendak disalurkan justru langsung sirna begitu saja.
- Jantung berdebar lebih kencang dari biasanya. Mereka akan merasa berdebar-debar pada waktu-waktu tertentu. Merasa seperti mendapat firasat akan terjadi sesuatu, tapi tidak dapat dimengerti kenapa. Tentunya ini terjadi pada orang yang benar-benar sehat, tidak punya kelainan jantung atau mengonsumsi obat yang menimbulkan jantung berdebar.
- Demam palsu. Demam palsu adalah ketika suhu tubuh benar-benar naik (38-39'C), namun kita benar-benar yakin kalau kita sehat-sehat saja. Kita tidak menggigil ataupun merasa lesu layaknya orang demam pada umumnya.
- Sakit kepala secara berkala. Sakit kepala ini berhubungan dengan aktifnya cakra ajna. Rasa sakitnya kadang akan menghilang dengan sendirinya, tapi bisa datang tiba-tiba. Catatan, orang tersebut tidak punya rekam medis mengenai penyakit di area kepala.
- Mengalami "Spiritual Overdose" atau "Divine Ecstacy". Ini adalah sensasi di mana tubuh kita merasa sangat ringan atau melayang dan merasakan sensasi-sensasi aneh. Ini cukup berbahaya bagi orang yang suka berkendara, karena orang yang mengalami ini bisa tiba-tiba pingsan atau kehilangan keseimbangan. Indra penglihatan juga akan sedikit terganggu. (Lagi) catatan, orang tersebut harus bukan orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau meminum minuman beralkohol. 
Hal ini terjadi karena energi yang diinduksikan oleh Semesta direspon oleh jiwa kita sebagai rangsangan untuk menuju fase trance, namun frekuensi kesadaran dengan frekuensi jiwa yang telah diberi rangsangan oleh Semesta tidak setara maka terjadi tolak menolak. 
Dikarenakan kita tidak mengetahui atau menyadari hal tersebut, maka pikiran sadar kita menerjemahkan sensasi tersebut sebagai sakit fisik.
Sebenarnya, ketika fase ini tiba, orang tersebut hanya perlu duduk atau berbaring dan mengatur kesadarannya, lalu menerima yang sedang terjadi saat itu sebagai berkah. Biasanya fase ini adalah fase puncak dari serangkaian "Divine Illness".

3). The Seeking Witches - Penyihir yang Mencari

Penyihir jenis ini adalah penyihir yang lepas dari dua jenis penyihir sebelumnya. Mereka mencari pengetahuan dari seorang yang mumpuni dan menjadikan pengetahuan itu sebagai landasan untuk menjadi penyihir. Intinya, mereka belajar atau menuntut ilmu dari seseorang, yang pasti penyihir lainnya. Umumnya, mereka akan membutuhkan waktu yang lumayan panjang, karena mereka tidak memiliki "percikan" atau jiwa penyihir yang tertidur. Akan tetapi, ini tidak lantas membuat mereka jauh di bawah dua jenis penyihir di atas. Ketika mereka tekun dan bersungguh-sungguh, mereka dapat setara atau bahkan lebih hebat dari dua jenis penyihir sebelumnya.
Orang-orang ini hanya memiliki niat dan keyakinan. Niat yang baik sangatlah mempengaruhi akan jai seperti apa dia kedepannya. Jika niatnya sudah baik, untuk menemukan keinginannya yang sejati atau dirinya yang sejati, serta mengabdi kepada Semesta; mereka pasti akan mencapai apa yang mereka inginkan.
Namun jika niat mereka hanya karena ingin lebih jago dari orang lain, ingin disegani atau ditakuti;  tujuan-tujuan seperti ini akan menghambat proses pembelajaran. Meskipun mereka juga ada harapan berhasil, tapi sudah pasti pengetahuan dan ilmunya tiddak akan memberikan kedamaian.

Jadi, yang manakah kalian?

Oke, sekian dulu untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Jumat, 11 Januari 2019

MAGICK TODAY #10: Konjurasi VS Pemanggilan

Merry meet... Namaste...

Apa kabar saudara-saudari Wiccan dan Witches? Bagaimana sejauh ini hari kalian di tahun 2019 ini? Semoga seperti yang kalian harapkan yaaa...

Langsung saja, hari ini aku akan membahas Konjurasi dan Summoning. Aku ingatkan lagi, semua yang aku bahas di sini adalah berdasarkan pandangan pribadiku. Jadi, mungkin akan sama atau sama sekali berbeda dengan kalian. Oh ya, jangan lupa untuk baca Evokasi VS Invokasi juga.



Konjurasi (Ing: Conjuration) adalah salah satu spellwork yang dilakukan dengan cara merapalkan mantra atau doa-doa untuk mengundang satu entitas (tingkat rendah) yang kemudian disegel dalam suatu vesel atau wadah.

Di sisi lain, Konjurasi juga dapat disebut 'mengadakan' yang artinya kita memvisualkan satu entitas yang belum ada dan mengadakannya melalui mantra, afirmasi, atau doa-doa lalu menyegel entitas tersebut ke dalam satu vesel atau tidak sama sekali.

Sedangkan Summoning berarti memanggil entitas yang sudah ada untuk datang dan menunjukkan wujudnya di hadapan kita sebagai pemanggil.

Lesser Key Of Solomon adalah buku yang terkenal membahas tatacara pemanggilan 72 Goetia Demon yang melegenda. Di dalam buku itu dikatakan bahwa jika ritual yang dilakukan benar-benar berhasil, maka Sang Demon akan benar-benar hadir dan menunjukkan wujudnya di hadapan kita. Selain Lesser Key Of Solomon, ada juga buku yang bernama Book Of Abramelin yang berisi tatacara untuk memanggil Guardian Angel kita atau Angel secara umum.

Tidak hanya merujuk pada entitas tingkat tinggi, summoning juga bisa digunakan untuk memanggil entitas tingkat rendah tanpa perlu menyegelnya ke dalam suatu vesel.

Dari kedua itu, yang pernah aku lakukan adalah konjurasi. Yang mana saat itu aku menciptakan atau mengadakan makhluk spiritual yang sebelumnya belum ada dari energi dan visualisasiku yang kujadikan sebagai familiar spirit. Aku pribadi belum berani untuk summoning, karena dibutuhkan pengalaman dan juga guru pembimbing. Ditambah lagi, aku mash belum menemukan situasi atau keadaan yang mengharuskanku men-summon mereka.



Dibandingkan dengan Konjurasi, Summoning jauh lebih berbahaya. Karena yang disummon cenderung makhluk yang memiliki energi luar biasa besar, demon semisal. Jika kita tidak punya punya power yang besar untuk mengendalikan mereka, maka kitalah yang akan dikendalikan. Celakanya, nyawa kita taruhannya. Mungkin kalau yang di-summon makhluk yang berceceran di jalanan sedikit lebih aman. Tapi tetap saja, aku pribadi enggan melakukan hal itu saat ini, nggak tahu kalau besok hahaha...

Aku peringatkan untuk yang baru belajar Wicca atau Witchcraft, sebaiknya jangan lakukan summoning apa pun tanpa pendampingan. Jangan melakukan summoning hanya karena penasaran dan coba-coba. Itu sangat BERAHAYA!!!

Oke, segitu saja untuk hari ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata...

Blessed be!

Selasa, 01 Januari 2019

Divinasi #5: 2019, Tahunnya Matahari dan Air

Merry meet... Namaste...

Selamat Tahun Baru 2019 untuk teman-teman sekalian. Semoga kita semua menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan semua harapan bisa dikabulkan. Blessed be!

Berhubung ini adalah hari pertama di tahun 2019, maka aku akan memberikan sebuah bacaan tarot. Langsung saja, demikian ini bacaannya.




Kartu yang muncul adalah: 
6 of Cups, Wheel of Fortune, 4 of Cups. 
The Sun, 8 of Swords, 6 of Wands. 
Page of Cups, 9 of Swords, 6 of Swords. 
. 

Tahun ini akan jadi tahun yang buruk. Banyak penyesalan, kesedihan, ketakutan, dan juga penderitaan. Semua orang terjebak dalam ketidak berdayaan. Tak tahu apa yang harus dilakukan untuk diri mereka sendiri. Mereka yang mencoba membantu yang lain harus rela mengorbankan dirinya sendiri. 

Air akan datang dari sarang mereka, lari berarak-arakan menyerbu daratan. Mereka datang untuk menyantap makhluk-makhluk yang buta karena kebanggaan. Dari situ akan ada awal baru. Mereka yang diselamatkan harus mengambil hikmah dari semua ini dan memulai awal baru. Dan, yang pasti mereka juga harus mulai menghargai alam. 

Akan datang pula masa di mana matahari mengeringkan segalanya. Yang menjadi sumber kehidupan akan berbalik menjadi penyebab kehancuran dan penderitaan. Yang diselamatkan dari pencobaan ini akan mendapatkan hidup dan harapan baru. 
Sebagian tempat memang kering, tapi sebagian lagi masih menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Dan pada akhirnya tempat itu akan menjadi satu tujuan semua orang. 
Akan ada perselisihan dan perebutan, tapi akan ada yang menjadi penengah dan menuntun di depan. Apa yang masih alam sediakan akan dibagi dengan rata. 

Seorang Tukang Kayu akan diberikan satu hadiah yang mana dia harus menjaga hadiah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Karena nasibnya telah menjadi kehendak Surga. 
Ini bukan hanya keberuntungan yang besar, mungkin juga sebuah kehormatan. Seorang Tukang Kayu biasa bisa mendapatkan anugerah dari Surga.
Iblis-iblis jahat mulai memasang mata jahat pada si Tukang Kayu, mencoba merebut anugerah dari Surga. Ini adalah pertempuran si Tukang Kayu dengan musuh-musuh berjubah rohani. Langit akan mencatat semuanya dan memberikan pembalasan pada hari yang telah ditentukan.
.

Apa kalian sudah mendapatkan jawabannya kenapa tahun ini kusebut "Tahun Air dan Matahari"?
Karena tahun ini, Sang Baruna dan Sang Surya-lah yang diberikan kuasa oleh TUHAN untuk memberikan pencobaan kepada kita. Jadi, sepanjang tahun ini kita harus banyak-banyak berkontemplasi. Setiap hal yang terjadi memiliki alasan dan tujuan. Kita harus mulai memikirkan dan bertanya pada diri kita masing-masing, apakah kita sudah sedemikian bobroknya sehingga alam mulai memutuskan untuk menjadi keji kepada kita? Apakah kita sudah cukup menghargai alam sebagai tanah tempat berpijak dan sumber kehidupan kita? Apa yang sudah kita berikan kepada alam ini sebagai ucapan terima kasih atas segala yang telah kita ambil dari-Nya tanpa henti? Sebenarnya siapa yang membutuhkan siapa, apakah kita yang membutuhkan alam atau alam yang membutuhkan kita?

Ibu Bumi saat ini memang sedang sakit. Sakit karena ulah manusia-manusia bodoh seperti kita. Tanpa bantuan kita, Dia sebenarnya mampu menyembuhkan dirinya sendiri. Kenapa tidak? Dia sudah melewati masa-masa berat sejak jaman awal mula sebelum ada tumbuhan ataupun binatang hingga kiamat jaman dinosaurus. Dia bisa pulih dan bangkit, bahkan Dia jadi semakin cantik setiap berhasil bangkit dari sakitnya.
Dulu dia sakit karena memang sudah saatnya bagi dia untuk mati dan lahir kembali menjadi bumi yang baru, itu terjadi karena kehendaknya sendiri. Tapi sejak manusia ada, segala sakit yang dia derita ini adalah ulah kita. Kita meracuninya, menggundulinya, menyayat-nyayat tubuhnya, mengeruk isi perutnya tanpa henti.
Mungkin selama ini menahan dirinya selama mungkin untuk tidak membunuh dirinya sendiri lalu terlahir kembali, Dia menunggu sembari berharap kalau-kalau manusia yang sudah Dia anggap sebagai anaknya akan sadar atas segala yang mereka lakukan. Manusia itu makhluk berhati nurani dan berakal budi, bukan seperti dinosaurus yang bisa Dia kembalikan ke dalam rahimnya setelah masa berkuasa mereka usai. Semenjak TUHAN menjadikan manusia sebagai penguasa atas bumi, Sang Bumi berjanji untuk menyayangi kita bagai anak-anaknya. Meskipun pada akhirnya Dia harus jadi seperti ini.

Dia menahan rasa sakitnya seorang diri. 
Dia menjerit, namun tiada telinga yang mendengar.
Dia merintih, namun tiada hati yang terketuk.
Kita telah menjadi tuli seperti hutan dan lautan.
Hati kita sudah mengeras bagai gunung dan gurun.

Di sini, kitalah yang bersalah. Kita harus malu pada TUHAN, malu pada alam. TUHAN menjadikan kita manusia, makhluk yang katanya paling sempurna sebagai penguasa atas bumi, bukan untuk merusak melainkan melestarikan. Kita lihat saja kalau Ibu Bumi mulai kehabisan kesabaran dan tak sanggup lagi menahan rasa sakitnya, lalu memutuskan untuk mengakhiri semuanya, nanti siapa yang paling menderita. Bukan tumbuhan atau binatang, tapi kitalah yang akan merasakan penderitaan. Ketika bumi mulai menghancurkan dirinya sendiri, siapa yang akan celaka. Sudah pasti kita!

Kita harus mulai menghargai alam dan membantunya untuk sembuh. Kita bisa melakukan apa saja yang sesuai dengan kemampuan kita. Kita harus mulai menyelaraskan diri kita dengan alam ini.
Untuk kita para Wiccan, Pagan, Witches, Shaman, Druid, dll, bisa melakukan penyelarasan dan penghormatan kepada alam; panjatkan doa-doa berisi pujian dan ucapan terima kasih atas semua jasa-Nya; memberikan persembahan (tentunya yang aman bagi alam); Kita juga harus berdoa kepada Leluhur agar membantu kita agar mampu menyelaraskan diri dengan alam; sebagai makhluk yang didaulat sebagai "cahaya bagai selruh alam" maka kita juga harus mendoakan semua makhluk, yang baik atau jahat, tampak maupun tidak tampak agar semuanya berkerja sama menyelaraskan alam ini. Mungkin kelihatannya apa yang aku sebutkan ini tampak sia-sia jika dibandingkan dengan usaha pelestarian alam secara umum. Tapi, sebenarnya ini sama baiknya seperti pelestarian alam secara umum.
Energi yang kita pancarkan dari doa-doa, pujian, dan pengabdian kita akan terakumulasi dan menjadi energi penyembuh dan penyelaras bagi alam ini. Semua ini bukan demi alam, tapi demi kemaslahatan kita sendiri.

Aku rasa cukup sampai di sini sharing untuk hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata ...


Blessed be!

Senin, 17 Desember 2018

MAGICK TODAY #9: Evokasi VS Invokasi

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Apa kabar saudara-saudariku sekalian? Oh ya, Yule (Winter Soltice) sudah dekat lhooo... Ayo, susun rencana mau ritual apa. Tapi kali ini aku nggak mau bahas soal Yule, hehe. Tadi cuma mau ngasih tahu saja.

Kali ini aku mau bahas soal Evokasi dan Invokasi. Pertama-tama, kita bahas dulu pengertiannya. Untuk melihat definisi Evokasi berdasarkan Wikipedia, silakan cek di sini. Untuk Invokasi, cek di sini.

Aku pribadi punya pandangan sendiri mengenai definisi Evokasi dan Invokasi. Berdasarkan pandanganku;

Evokasi adalah salah satu spellwork yang dilakukan dengan cara menyeru/memanggil kepada satu entitas tertentu, seperti TUHAN, Dewa/Dewi, Malaikat, Roh, ataupun Demon, yang mana tujuannya adalah agar Mereka memberikan restu atau berkah agar kemampuan kita bangkit dan dapat melakukan apa yang menjadi tujuan kita.
Yang menjadi catatan di sini adalah Evokasi tidaklah mendatangkan entitas yang dipanggil ke hadapan kita, melainkan kita hanya memohon kepada Mereka untuk memberikan berkah atau restu.

Edit: Evokasi juga didefinisikan sebagai upaya untuk menghadirkan energi atau esensi suatu deitas ke dalam suatu ritual dengan atau tanpa ritual Invokasi sebagai permulaannya.

Sedangkan Invokasi memiliki definisi sebagai sebuah spellwork yang dilakukan dengan cara menyeru/memanggil kepada satu entitas tertentu yang memiliki hierarki lebih tinggi, seperti TUHAN atau Dewa/Dewi dengan tujuan untuk meminjam kuasa, mengajukan permohonan, atau hanya sekedar untuk pemujaan semata.

Edit: Invokasi didefinisikan sebagai upaya untuk membangkitkan atribut atau arketipe suatu deitas yang ada dalam Alam Bawah Sadar kita dengan menggunakan energi deitas yang ada di Alam Semesta.

Dalam hematku, ada beberapa jenis Invokasi. Yang pertama adalah Invokasi Pemujaan yang hanya dilakukan untuk tujuan pemujaan belaka. Invokasi ini hampir sama dengan doa-doa ataupun syair-syair sakral yang ditujukan pada TUHAN ataupun Dewa/Dewi. Selanjutnya adalah Invokasi Permohonan yang mana tujuannya adalah memohon kepada entitas tersebut untuk memberikan bimbingan, perlindungan, insiprasi, dll. Yang terakhir adalah Invokasi Pembangkitan Kuasa yang tujuannya adalah meminjam kuasa dari entitas yang dipanggil atau mengakses kekuatan dari entitas yang bersemayam di dalm diri kita (bisa disebut TUHAN atau Dewa-Dewi. 
Invokasi yang terakhir ini memiliki dua jenis, yang biasa dan yang ekstrim. Untuk yang biasa saja, kekuatan yang dipinjamkan oleh entitas tersebut hanya dapat digunakan saat itu saja, semisal untuk membantu penyembuhan atau divinasi. Aku pribadi sering melakukan yang jenis ini. Untuk yang jenis ekstrim, kekuatan yang dipinjamkan itu akan ada dalam diri kita dalam jangka waktu tertentu. Kekuatan itu bisa hilang begitu saja jika kita sudah tidak memerlukannya. Dan yang lebih parah, kekuatan itu bisa membuat kita gila kalau disalahgunakan. 
Sama dengan Evokasi, Invokasi juga tidak mendatangkan entitas yang dipanggil ke hadapan kita.

Oke, aku rasa ini sudah terlalu panjang. Cukup sampai di sini dulu untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Postingan Populer