Tampilkan postingan dengan label #coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #coretan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2019

MAGICK TODAY #14: Sihir Tradisional

Merry meet, Rahayu, Namaste...

Bagaimana kabar saudara-saudariku sekalian? Lama tak berjumpa, yaaa... Aku harap kalian dalam keadaan yang sanggat baik, penuh kelimpahan dan berkah...

Pada hari ini, aku akan membahas tentang Sihir Tradisional (Traditional Magick). Aku akan memberikan pengertian Sihir Tradisional berdasarkan pemahamanku, juga contoh-contohnya yang ada di sekitar kita.

Kita mulai dari pengertiannya. Menurutku, Sihir Tradisional adalah sebuah keyakinan atau kepercayaan terhadap suatu benda atau tindakan yang semuanya bersumber dari adat, tradisi, dan budaya.
Orang-orang yang mengaplikasikan Sihir Tradisional bukan berarti seorang penyihir, mereka hanyalah masyarakat biasa yang masih memegang teguh kepercayaan mereka.
Seperti apa sih contohnya? Berhubung aku orang Jawa, mungkin aku akan memberikan contoh Sihir Tradisional yang ada di Jawa.

1. Sapu Gerang (Sapu lidi lama/usang)

Orang Jawa percaya, bahwa benda ini memiliki kekuatan tersendiri. Bukan karena sapu tersebut sudah diisi energi, melainkan energi dari sapu tersebut sendiri di tambah keyakinan orang yang memakai.
Konon, sapu ini bisa digunakan untuk mengusir makhluk halus, terutama yang jahat; bisa digunakan untuk memindahkan hujan; menjadi penangkal masuknya makhluk jahat ke dalam rumah; serta sarana untuk berkomunikasi dengan makhluk halus. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan bertanya pada The Wizard (baca; Mbah Google).

2. Gunting dan peniti

Ini pasti sudah tidak asing lagi. Pasalnya, sering kali dibahas. Orang Jawa percaya, kalau wanita hamil diminta/disarankan untuk selalu membawa gunting atau peniti bersama mereka, itu untuk menghindarkan dari pengaruh buruk dari makhluk-makhluk jahat dan manusia-manusia tiak pertanggung jawab.

3. Bawang putih

Bawang putih juga dipercaya dapat memiliki kekuatan tertentu. Terutama untuk menyembhkan orang yang kerasukan.

4. Melangkahi tungku api

Mungkin tidak semua orang Jawa tahu soal ini, tapi mungkin kepercayaan ini ada di beberapa daerah. Jika seorang istri mencurigai apakah suaminya diguna-guna atau tidak, maka mereka bisa meminta sang suami untuk melangkahi tungku api. Seperti yang kita tahu, pelet biasanya menggunakan "parewangan", dan jika si lelaki itu memang dipelet, maka dia tidak akan berani melangkahi tungku api (sebenarnya si parewangan yang takut). Sebab, itu akan menghilangkan efek dari pelet. Jika si lelaki memang jujur dan setia, maka dia tak akan segan melangkahi tungku tersebut.

5. Meletakkan benang di kening bayi

Untuk yang ini, mungkin juga tidak banyak yang tahu. Ini masih ada waktu aku punya adik bayi. Benang yang digunakan bukan benang sembarangan, harus benang dari ujung bedong sang bayi. Cara mengambilnya juga bukan dengan tangan, tapi dengan digigit oleh sang ibu, lalu sedikit diemut, baru diletakkan di kening si bayi. Ini dipercaya bisa menghentikan bayi yang cegukkan.

6. Membuat "among-among" untuk bayi

Among-among, merupakan sesaji yang kalau tidak salah ingat berisi nasi dengan bentuk kerucut, telur, bunga, cermin, sisir, dan uang logam, kurang lebih seperti itu yang aku ingat. Fungsinya adalah untuk menghormati Sedulur Papat si bayi dan agar si bayi tidak terkena mala petaka sampai terputusnya pusar (kurang lebih 35 hari).

7. Tali pusar bayi yang sudah kering

Beberapa orang memercayai kalau pusar bayi kadang memiliki magis tersendiri. Ibuku sendiri memercayai itu. Dia menyimpan semua pusar anaknya, aku dan empat adikku. Pusar yang putus setelah 35 hari usia bayi, disimpan  dan kata Ibu pusar itu bisa dijadikan sarana untuk menyembuhkan, ini katanya digunakan kalau benar-benar terdesak dan ketika medis suah tidak bisa mengatasi lagi.
Kata Ibuku cara penggunaannya adalah dengan merendam pusar dari anak yang sakit ke dalam air dan meminumkannya. Memang tidak ada penjelasan secara ilmiah, tapi yaaa namanya juga kepercayaan.

8. Plasenta/ari-ari kucing

Orang jaman dulu, terutama orang Jawa di daerahku, percaya kalau tidak banyak orang yang bisa menemukan ari-ari kucing. Mereka yang bisa menemukan dan mengambil ari-ari itu sebelum dimakan oleh si induk, termasuk orang yang beruntung. Karena ari-ari tersebut dapat digunakan, lagi-lagi ketika kepepet, untuk memudahkan seorang wanita dalam melahirkan. Kalau jaman dulu banyak dukun bayi yang punya dan selalu dibawa, untuk berjaga-jaga kalau si ibu susah melahirkan. Penggunaannya adalah dengan merendam ari-ari kucing yang tentu sudah kering ke dalam air dan si ibu harus meminum airnya. Diharapkan si ibu bisa melahirkan dengan sangat mudah layaknya kucing yang melahirkan.

Tambahan:

Aku punya tetanga orang Kalimantan yang cerita kalau dalam tradisinya, seorang wanita hamil harus memakai cincin dari sisik trenggiling (kalau nggak salah ingat, haha), fungsinya untuk melindungi si ibu dan bayinya dari makhluk pemangsa, sebut saja Kuyang.

.

Sekian dulu untuk hari ini. Kalau kalian tahu Sihir Tradisional semacam ini, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar yaaa.
Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...


Blessed be!

Jumat, 10 Mei 2019

FAMILIAR #2: Kekuatan Magis Seekor Kucing

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Apa  yang akan aku bahas kali ini mungkin akan sangat tidak masuk akal atau terkesan mengada-ada, tidak apa-apa kalau kalian berpikir begitu. Semua yang akan aku sampaikan adalah murni hasil pemikiran dan pengamatan spiritualku. Jadi, mungkin akan ada yang sama atau sama sekali berbeda.



Yang akan aku bahas malam ini adalah soal kucing. Siapa sih yang nggak tahu makhluk berbulu ini? Jenisnya macam-macam dan lucu-lucu. Aku pribadi sangat menyukai  kucing. Tapi, tahukah kalian kalau terkadang kucing itu bukan sekedar "kucing"? Terkadang ada juga kucing yang memiliki kekuatan magis/sihir, karena itu ada kucing yang bisa memberikan keberuntungan hingga kesialan, bahkan kematian.
Kucing adalah salah satu hewan dengan magis kuat, selain ular, burung hantu, gagak, dan laba-laba. Yang terkuat konon adalah kucing hitam legam atau putih pekat. Tapi, dalam budaya Jawa disebutkan kucing dengan warna "candramawa" adalah kucing paling sakti dan langka.

Untuk para praktisi, terutama Penyihir, kalau kalian punya kucing, kalian harus menaruh perhatian lebih padanya. Sebab terkadang dia bukan hanya hewan peliharaan, tapi juga menjadi "host" bagi familiar spirit kalian. Kalau kalian peka dan bisa merasakan energi, kalian akan merasakan perbedaan energi magis kucing yang biasa dengan kucing yang sudah menjadi "rumah" bagi familiar spirit.
Kucing biasa sekali pun, dia masih memiliki kekuatan magis yang cukup besar. Dia mampu menyingkirkan energi negatif dari  orang-orang di rumah yang dia tinggali. Dan, tubuhnya secara otomatis akan mengakumulasi semua energi negatif itu dan merubahnya menjadi lemak, sehingga terlihat lebih gendut. Jika di rumah kalian ada banyak orang dan kalian punya kucing, usahakan jangan hanya ada satu kucing supaya mereka bisa berbagi tugas.

Sedikit cerita. Aku di rumah punya banyak kucing. Dua indukan, dua anak kucing, dan tiga kucing remaja. Yang akan aku bahas di sini adalah tiga kucing remaja tersebut. Sebut saja nama mereka, Toto (abu-abu), Koko (kuning), Momo (hitam). Ketiganya jantan. Dari ketiganya itu, Koko-lah yang paling dekat denganku mulai saat dia berumur 3 bulan. Dia yang paling sering berkunjung ke kamarku, tidur di kasurku, duduk di pangkuan, dan mengendus-endus. Daaaan, dia juga yang jadi paling gendut. Dulu pas mereka masih berusia dua bulanan, Toto yang paling gemuk, Koko biasa aja, dan Momo kurus banget. Tapi di bulan ketiga semua berubah, Toto jadi kurus, Momo biasa aja, dan Koko jadi paling mencolok. (note: mungkin mereka sekarang sudah 5/6 bulan)
Oke singkat cerita, tiga/empat hari lalu, Toto dan Momo tiba-tiba nggak mau makan. Dan, paginya mereka sudah mulai kelihatan lesu dan menyendiri. Mereka berdua nggak berkumpul, tidurnya mencar.
Sakitnya bikin satu rumah bingung. Kalau itu karena makanan, tapi cuma mereka berdua aja. Yang lain baik-baik saja, padahal makanannya sama. Sempet ngira mereka keracunan, tapi mereka nggak kejang atau muntah berbusa dan nggak mati seketika. Dikasihlah mereka susu gambar beruang sama adikku. Dan, aku coba healing pakai energi.
Oh ya, yang aneh, selama Toto dan Momo sakit, Koko itu sama sekali nggak mau dekat sama mereka, bahkan dia lebih sering di kamarku. Aku jadi curiga.
Terus tadi pagi, tiba-tiba saja Koko duduk di dekat Momo dan menjilati kepala Momo. Aku semakin ngerasa ada yang nggak beres. Tapi aku tetap merhatiin. Kemudian Momo menjauh, Koko terus pergi.
Nggak tahu kenapa tiba-tiba aku jongkok di dekat Momo terus berbisik "Lepaskan... bebaslah... kembali ke dalam surga Sang Dewi (Bastet)"
Aku ngomong begitu, terus aku balikin dia ke tempat tidurnya lagi. Terus aku ke kamar dan merenung sebentar, kemudian (entah ini khayalan atau memang rahasia yang diungkapkan oleh Semesta) aku mendapat firasat kalau Koko-lah yang "memakan" dua saudaranya itu. Dia melakukan itu untuk meningkatkan magisnya dan menguasai rumah (terutama aku, mungkin). Lantas, siang tadi, Momo mati. Ternyata memang sudah jalannya seperti itu. Aku langsung menguburnya. Setelah itu, aku langsung memakaikan kalung rajut yang pernah kubuat dan sudah kuisi dengan energi ke Koko, untuk berjaga-jaga kalau dia memang membawa pengaruh negatif.



Dalam renunganku yang berikutnya, aku juga seperti diberitahu rahasia lainnya. Disebutkan bahwa terkadang makhluk dari dunia roh (dalam hal ini Roh Jahat) yang ingin meningkatkan kekuatan magisnya, mereka akan lahir sebagai kucing di keluarga yang menyukai kucing tapi terkadang suka menyiksanya. Kucing-kucing itu sengaja lahir di sana agar disiksa dan diperlakukan tidak baik, sehingga mereka akan menumpuk dendam dalam diri mereka. Dan, sewaktu kucing itu mati (entah mati karena tua atau disiksa), maka roh yang dulu datang menjelma sebagai kucing itu akan kembali ke alamnya dengan kekuatan magis yang lebih besar dari sebelumnya. Mungkin itu bisa disebut salah satu "tirakat" yang dilakukan oleh roh tersebut untuk mencapai kekuatan yang lebih tinggi. Mereka bisa saja membalas penyiksaan yang mereka dapat, tapi itu justru akan membuat upaya mereka gugur dan harus mengulang dari awal lagi. Mereka baru akan membalas ketika kekuatan magis mereka mencukupi untuk memengaruhi hidup manusia, yaitu setelah kematian mereka. (note: jadi jangan suka menyiksa kucing ya, karena kita nggak tahu dia sungguh kucing atau bukan)

Cara ini juga digunakan oleh roh baik yang ingin meningkatkan kekuatan magis mereka. Tapi mereka akan memilih lahir di keluarga yang sungguh-sungguh menyayangi kucing. Mereka melakukan karma baik dengan cara melindungi keluarga itu dari energi negatif yang datang dari luar rumah. Dan, itulah yang nantinya membuat mereka mendapatkan kekuatan magis yang lebih besar.
Kalau memang benar kucingku itu adalah roh, aku nggak tahu dia yang baik atau jahat. Tapi setidaknya Semesta sudah memberitahu kalau aku harus lebih berhati-hati dalam memerlakukan makhluk lainnya.

Pasti kalian yang baca sampai sini sudah menduga kalau ini cuma mengada-ada, atau halusinasi. Haha, nggak apa-apa kalau ada yang berpikir begitu. Feel free saja buat komentar. Aku akan sangat suka kalau ada yang mau berbagi cerita soal kucing mereka.
Sampai di sini dulu saja sharing kalia ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, dan akhir kata...

Blessed be!

Minggu, 28 April 2019

JURNAL #14: Nyai Calon Arang, Sosok Ibu yang Menjadi Tauladan

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Sebagai orang Nusantara, pasti kita tidak asing dengan nama Nyai Calon Arang. Bahkan mungkin, ketika mendengar nama tersebut, langsung terayang wanita tua, penyihir jahat, hingga wajah mendiang Suzzanna yang pernah berperan sebagai beliau.
Di sini aku tidak akan menceritakan kisah Calon Arang, karena sudah banyak artikel mengenai itu. Tapi, aku akan membahas beliau dari sudut pandangku. Mungkin ini akan berseberangan dengan pendapat kalian atau sebaliknya. Itu tak masalah, mari saling menghargai.

Aku pribadi, jujur, sangat mengagumi sosok Nyai Calon Arang. Dalam hematku, beliau sama sekali tidak sepenuhnya jahat. Beliau hanyalah manusia biasa, sama seperti kita, hanya saja bedanya beliau memiliki satu atau lebih kelebihan yang didapatkan dari pemujaan yang tulus kepada Dewi Durga, serta pengorbanan yang besar. Seperti yang khalayak ketahui, tidak ada manusia yang sepenuhnya jahat atau sepenuhnya baik. Itu juga berlaku untuk Nyai Calon Arang.

Beliau adalah gambaran nyata seorang wanita yang telah berhasil memangkitkan kekuatan ilahi (Ibu Adi-Shakti) dalam diri melalui ketaatan dan pengorbanan diri. Kekuatan yang beliau miliki tidak serta merta didapat dengan jalan yang mudah. Beliau harus menahan semua rasa sakit hati, penghinaan, kepedihan, dukacita, amarah, dendam, dan semua nafsu duniawi, dan menjalankan tapabrata yang berat untuk menyenangkan sang junjungan, Ibu Dewi Durga.

Terbukti, Ibu Dewi Durga berkenan dengan pemujaan, ketaatan, dan pengorbanan Nyai Calon Arang. Sehingga semua unsur-unsur negatif yang telah lama dipendam berubah menjadi bara api (api tapa) dan itulah sumber kesaktian beliau.
Kekuatan beliau tersebut semula hanya digunakan untuk pengobatan dan keperluan pemujaan, namun lambat laun kekuatan tersebut pun akhirnya mengendalikan beliau. Apalagi setelah dipicu dengan penghinaan yang dilayangkan pada putrinya, Ratna Manggali. Nyai Calon Arang mampu menerima penghinaan atas dirinya, tapi dia tidak akan mengampuni siapa pun yang menyakiti hati putrinya.

Ini adalah gambaran lain dari beliau. Seorang ibu yang sangat menyayangi putri semata wayang dan rela melakukan apa pun demi sang putri. Kasih ibu yang Nyai Calon Arang miliki tidak hanya untuk putrinya seorang, tapi juga tercurah kepada gadis/wanita-wanita lain yang hidup terlunta-lunta atau mendapatkan ketidakadilan, atau kekerasan dan diskriminasi dalam masyarakat patriarki. Beliau merangkul gadis/wanita-wanita malang tersebut dan mengasuh mereka layaknya putri sendiri. Beliau selalu mengajarkan pada mereka, bahwa wanita itu setara dengan laki-laki, tidak ada namanya wanita menjadi alas kaki mereka. Wanita berhak mandiri dan mengekspresikan diri, bukan hanya menjadi pemanis rumah tangga saja. Beliaulah yang menjunjung matriarki ketika masyarakat dikendalikan oleh patriarki.
Dari situlah, kemudian gadis/wanita-wanita tersebut mengikuti jalan hidup Nyai Calon Arang dan menjadi murid beliau. Mereka pun mengikuti jalan yang oleh para brahmana dan Rsi sebagai "pengiwa" (Lefthand Path). Akan tetapi, dari sisi beliau tidak melihat sebuah jalan pengabdian kepada Yang Mahakuasa itu dibedakan menjadi "Kanan" dan "Kiri", "Putih" dan "Hitam". Bagi seorang Nyai Calon Arang, di dalam putih bisa saja muncul noda hitam, sedangkan di dalam hitamlah cahaya bisa disaksikan. Artinya, keduanya sama saja.

Sebagai seorang penyihir juga, aku meneladani bagaimana beliau begitu larut dalam pemujaan dan kebaktian sehingga mengabaikan perasaan pribadi yang rupa-rupa, alih-alih mengumbarnya. Mungkin kisah beliau kemudian membenarkan suatu pernyataan ini "Sihir tidak datang karena bakat, tapi ia datang karena rasa sakit dan penderitaan yang tak tertahankan". Di kisah tersebut terbukti kalau penderitaan dan rasa sakit yang diredam dalam kurun waktu yang lama, akan mengendap dan menjadi bara dan ketika itu diledakkan maka akan menjadi api sehingga lahirlah sihir yang luar biasa kuat.
Selain rasa sakit dan penderitaan, amarah, kesedihan, dan nafsu duniawi yang diredam dalam waktu yang lama juga dapat berubah menjadi bara.

Ada yang mengatakan, di Bali, kenapa penekun Leak kebanyakan seorang wanita, itu karena wanita paling kuta dalam menahan segala rasa sakit, penderitaan, kesedihan, dan nafsu, ditambah ada pepatah mengatakan "Dalam setiap wanita ada seorang Dewi yang bersemayam". Ketika wanita diperlakukan dengan baik dan manusiawi, mereka akan tampak dalam wujud Dewi Parwati, tapi jika mereka atau orang yang mereka kasihi dilukai, maka Dewi Kali sendirilah yang terpancar dari mereka.

Ada rumor yang mengatakan, untuk pencapaian sihir terkuat, hanya dapat dicapai oleh wanita. Kecil kemungkinan pria dapat mencapai level itu. Alasannya adalah karena laki-laki tidak punya hormon estrogen. Aku cuma bisa senyum saat tahu hal itu, jadi tolong jangan tanya penjelasan lebih lanjut, karena aku sama sekali tidak tahu lebih jelasnya.

Oke, ini sudah terlalu panjang. Kita akhiri saja di sini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Senin, 01 April 2019

MAGICK TODAY #12: Planet Pelindung Zodiak

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Apa kabar, Wiccan dan Witches? Semoga selalu dalam lindungan Sang Dewi.
Bahasan kali ini mungkin nggak akan terlalu panjang, tapi mungkin cukup asyik. Ini bisa jadi pengetahuan baru bagi kalian yang pelum pernah tahu soal ini.

Kita mulai saja!
Aku yakin, semua orang yang hadir di Biara Wicca pasti tahu tentang 12 Zodiak; dari Capricorn sampai Sagittarius. Pasti sebagian dari kalian juga suka membaca tentang ramalan zodiak.
Seperti yang kita semua tahu, zodiak yang kita kenal memiliki 12 Roh Zodiak yang menguasainya. Tapi, tahukah kalian, kalau masing-masing zodiak itu memiliki planet pelindung. Dan, masing-masing planet tersebut membawa aspek-aspek tertentu yang bisa digunakan dalam panduan untuk spellwork.
Oke, berikut ini daftarnya:



1). CAPRICORN - SATURNUS
Melambangkan: 
Kebijaksanaan, tanggung jawab, kepekaan/intuisi, tradisi, pengetahuan, organisasi, kesabaran, dan kedisiplinan.

2). AQUARIUS - URANUS
Melambangkan:
Kesempatan, kebebasan, keaslian/Kemurnian, penemuan, politik, terus pandang, komunitas, hukum, dan alam.

3). PISCES - NEPTUNUS
Melambangkan:
Intuisi, terus pandang (melihat masa depan/masa lalu), mistik, spiritual, inspirasi, romansa (percintaan), murah hati, kedamaian, imajinasi, pesona (karisma), serta seni dan musik.

4). ARIES - MARS
Melambangkan:
Keberanian, kekuatan, seksualitas, kesehatan fisik, dan kompetisi.

5). TAURUS dan LIBRA - VENUS
Melambangkan: 
Keharmonisan, musik dan seni, apresiasi, kemewahan, moralitas, kesenangan, budaya, feminimitas, cinta dan seksualitas, serta kebaikan.

6). GEMINI dan VIRGO - MERKURIUS
Melambangkan:
Kecerdasan, persepsi, ketangkasan, kebijaksanaan, kreatifitas, dan rasa penasaran.

7). CANCER - BULAN
Melambangkan:
Insting, suasana hati, hasrat, kebutuhan, intuisi, perubahan, dan kasih sayang (Ibu dan anak).

8). LEO - MATAHARI
Melambangkan:
Kreatifitas (puisi, musik, lukisan, lagu), kebanggaan dan kehormatan, kesehatan, kejujuran, ego, kemahsyuran, kebijaksanaan, kepemimpinan, dan kemurah-hatian.

9). SCORPIO - PLUTO
Melambangkan:
Intuisi, regenerasi, inovasi, perenungan, tranformasi (spiritual/fisikal), progresi, reformasi, dan reinkarnasi.

10). SAGITTARIUS - JUPITER
Melambangkan:
Keberuntungan,
kelimpahan,
keyakinan,
spiritual/agama,
kehormatan,
pendidikan,
hukum,
peraturan,
keadilan,
dan olahraga.
.

Jika kalian hendak melakukan spellwork atau kegiatan yang berhubungan dengan aspek-aspek yang sesuai dengan zodiak kalian, jangan lupa untuk menginvok (menyeru/memanggil) Planet Pelindung zodiak kalian. Diharapkan kalian akan menapatkan sokongan energi sehingga ritual kalian bisa berjalan lancar.
Contoh:
- Kalian yang berzodiak Sagittarius dan akan UN, bisa berdoa kepada Planet Jupiter.
- Kalian yang berzodiak Pluto dan ingin move dari mantan kalian, berdoalah pada Planet Pluto.
- Para Gemini atau Virgo yang bekerja di bidang kreatif, jangan ragu-ragu berdoa pada Planet Merkurius.

Dan seterusnya...

Okay, sekian dulu materi untuk hari ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Minggu, 24 Februari 2019

JURNAL #13: Jenis-jenis Penyihir Berdasarkan Latar Belakangnya

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Aku memberikan salam kepada jiwa kalian yang merupakan percikan dari Yang Maha Kuasa, aku hormati kalian sebagaimana aku menghormati-Nya.

Halo, Wiccan dan Witches? Apa kabar kalian? Maaf, baru bisa mampir ke sini setelah bahasan yang terakhir.
Oke, sepertinya kita langsung saja yaaa.. Hari ini aku akan membahas Tiga Jenis Penyihir untuk kalian ketahui. Mungkin kalian sudah ada yang tahu, tapi pasti ada juga yang belum tahu. Sebelum aku mulai, aku mau memberi peringatan dulu. Semua yang aku jabarkan di sini adalah pandangan pribadiku, jadi bisa sama atau berbeda sama sekali dengan kalian di luar sana.

1). The Hereditary Witches - Penyihir Turunan

Seperti judulnya, Hereditary Witches atau Penyihir Turunan adalah para penyihir yang terlahir dari keluarga penyihir yang memegang teguh adat dan tradisi mereka selama berabad-abad lamanya.
Seorang yang lahir di keluarga penyihir belum tentu akan menjadi penyihir juga, tapi kebanyakan akan menjadi penyihir. Menjadi Penyihir Turunan bukan berarti mereka jauh lebih baik atau lebih kuat dari penyihir lainnya. Mereka hanya membawa "percikan" itu sejak lahir, itu adalah keuntungan mereka. Namun percikan itu tidak akan pernah bisa menjadi "nyala" kalau dia tidak pernah berlatih atau mengolah kemampuannya.
Pada umumnya, keluarga penyihir akan dipimpin oleh anggota keluarga yang tertua, yaitu Nenek. Seorang Nenek sudah pernah melewati masa sebagai gadis perawan dan juga ibu, karena itu pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaannya sangat dibutuhkan oleh anggota keluarga yang lain.
Jika di suatu kota ada lebih dari satu keluarga penyihir, maka para Nenek dan atau Kakek dari masing-masing keluarga pasti memiliki perkumpulan mereka sendiri. Mereka biasa disebut "The Elders". Dan, pada masa lampau merekalah yang memegang kendali semua yang berkaitan dengan ritual dan segala tetekmbengek dunia kepenyihiran di kota tersebut.
Untuk mempertahankan kemurnian darah penyihir mereka, umumnya mereka akan menikahkan gadis dalam keluarga mereka dengan pemuda dari keluarga penyihir lain. Tapi pasti ada beberapa kasus yang membawa keluarga penyihir harus menikahkan anggota keluarganya dengan keluarga non-penyihir. Di bawah ini adalah contoh keluarga penyihir:


2). The Awakening Witches - Penyihir yang Bangkit

Berdasarkan nama yang aku berikan, para penyihir jenis ini adalah para penyihir yang merasa terpanggil. Ada kemungkinan yang besar mereka adalah penyihir juga di kehidupan yang sebelum, yang mana kemampuan mereka tertidur dan pada masa tertentu menjadi bangkit dan membuat satu individu merasa terpanggil untuk mengikuti jalan tersebut.
Jenis penyihir ini adalah yang paling umum saat ini. Banyak orang dari berbagai kalangan, agama, ras, dan jenis kelamin merasa bahwa diri mereka terpanggil untuk merangkul jalan yang sudah pernah mereka tempuh di kehidupan sebelumnya. Sebelum mereka memutuskan untuk merangkul jalan yang telah Semesta tunjukkan pada mereka, umumnya mereka akan mengalami kegalauan, gelisah, bingung, ragu untuk merangkul jalan tersebut. Ini hal yang normal, karena jiwa mereka yang notabene jiwa lama berada dalam raga baru dengan identitas (agama, keluarga, lingkungan) yang baru sehingga hal-hal itu membuat mereka merasa setengah hati untuk melangkah ke sana. Ketika mereka memilih untuk menyangkal panggilan dari Semesta itu, biasanya mereka akan menderita yang namanya "Divine Illness". Apa itu "Divine Illness"?
"Divine Illness" adalah suatu kondisi di mana tubuh kita bereaksi terhadap gejolak energi dari jiwa yang alirannya menjadi tidak teratur yang disebabkan oleh ketidakselarasan vibrasi antara jiwa dan pikiran. Berikut ini beberapa tanda dari "Divine Illness":
- Umumnya seorang individu akan mengalami perubahan pola makan. Pada satu masa nafsu makannya akan sangat tinggi, namun kemudian menurun drastis. Melihat makanan apa pun tidak membuat diri berselera.
- Perubahan pola tidur. Durasi tidur menjadi lebih singkat atau lebih panjang dari biasanya. Akan tetapi, ketika tidur sebenarnya tidak benar-benar tidur. Telinga mereka masih mendengar dan pikiran mereka masih aktif. Saat tidur malam, sering kali terbangun pada "Witching Hour" (pukul 00:00 s.d 03:00) dengan jantung berdebar dan berkeringat, setelah itu susah tidur lagi. Namun semuanya bisa berubah total menjadi tidur yang terlampau nyenyak sampai seperti orang pingsan.
- Naik turunnya gairah seksual. Untuk yang sudah punya pasangan mungkin akan terlihat jelas. Pada beberapa waktu gairah itu begitu menggebu, ketika hendak disalurkan justru langsung sirna begitu saja.
- Jantung berdebar lebih kencang dari biasanya. Mereka akan merasa berdebar-debar pada waktu-waktu tertentu. Merasa seperti mendapat firasat akan terjadi sesuatu, tapi tidak dapat dimengerti kenapa. Tentunya ini terjadi pada orang yang benar-benar sehat, tidak punya kelainan jantung atau mengonsumsi obat yang menimbulkan jantung berdebar.
- Demam palsu. Demam palsu adalah ketika suhu tubuh benar-benar naik (38-39'C), namun kita benar-benar yakin kalau kita sehat-sehat saja. Kita tidak menggigil ataupun merasa lesu layaknya orang demam pada umumnya.
- Sakit kepala secara berkala. Sakit kepala ini berhubungan dengan aktifnya cakra ajna. Rasa sakitnya kadang akan menghilang dengan sendirinya, tapi bisa datang tiba-tiba. Catatan, orang tersebut tidak punya rekam medis mengenai penyakit di area kepala.
- Mengalami "Spiritual Overdose" atau "Divine Ecstacy". Ini adalah sensasi di mana tubuh kita merasa sangat ringan atau melayang dan merasakan sensasi-sensasi aneh. Ini cukup berbahaya bagi orang yang suka berkendara, karena orang yang mengalami ini bisa tiba-tiba pingsan atau kehilangan keseimbangan. Indra penglihatan juga akan sedikit terganggu. (Lagi) catatan, orang tersebut harus bukan orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau meminum minuman beralkohol. 
Hal ini terjadi karena energi yang diinduksikan oleh Semesta direspon oleh jiwa kita sebagai rangsangan untuk menuju fase trance, namun frekuensi kesadaran dengan frekuensi jiwa yang telah diberi rangsangan oleh Semesta tidak setara maka terjadi tolak menolak. 
Dikarenakan kita tidak mengetahui atau menyadari hal tersebut, maka pikiran sadar kita menerjemahkan sensasi tersebut sebagai sakit fisik.
Sebenarnya, ketika fase ini tiba, orang tersebut hanya perlu duduk atau berbaring dan mengatur kesadarannya, lalu menerima yang sedang terjadi saat itu sebagai berkah. Biasanya fase ini adalah fase puncak dari serangkaian "Divine Illness".

3). The Seeking Witches - Penyihir yang Mencari

Penyihir jenis ini adalah penyihir yang lepas dari dua jenis penyihir sebelumnya. Mereka mencari pengetahuan dari seorang yang mumpuni dan menjadikan pengetahuan itu sebagai landasan untuk menjadi penyihir. Intinya, mereka belajar atau menuntut ilmu dari seseorang, yang pasti penyihir lainnya. Umumnya, mereka akan membutuhkan waktu yang lumayan panjang, karena mereka tidak memiliki "percikan" atau jiwa penyihir yang tertidur. Akan tetapi, ini tidak lantas membuat mereka jauh di bawah dua jenis penyihir di atas. Ketika mereka tekun dan bersungguh-sungguh, mereka dapat setara atau bahkan lebih hebat dari dua jenis penyihir sebelumnya.
Orang-orang ini hanya memiliki niat dan keyakinan. Niat yang baik sangatlah mempengaruhi akan jai seperti apa dia kedepannya. Jika niatnya sudah baik, untuk menemukan keinginannya yang sejati atau dirinya yang sejati, serta mengabdi kepada Semesta; mereka pasti akan mencapai apa yang mereka inginkan.
Namun jika niat mereka hanya karena ingin lebih jago dari orang lain, ingin disegani atau ditakuti;  tujuan-tujuan seperti ini akan menghambat proses pembelajaran. Meskipun mereka juga ada harapan berhasil, tapi sudah pasti pengetahuan dan ilmunya tiddak akan memberikan kedamaian.

Jadi, yang manakah kalian?

Oke, sekian dulu untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Senin, 28 Januari 2019

MAGICK TODAY #11: TALISMAN MAGNET UANG - Fungsi dan Cara Pembuatannya

Merry meet... Namaste...

Apa kabar, Wiccan dan Witches? Bagaimana hari kalian? Semoga selalu dilimpahi berkat dan nikmat oleh Dewa dan Dewi serta Semesta.

Setelah beberapa waktu lalu aku membahas tentang Amulet Proteksi, kali ini aku akan membahas tentang saudara dari Amulet, yaitu Talisman.
Jika Amulet berfungsi untuk proteksi, Talisman sendiri lebih menekankan fungsinya untuk menarik sesuatu; entah itu energi positif, kemakmuran, kesuksesan, ketenaran, dll.



Kita mulai dari pengertiannya dulu. Apa sih itu Talisman??? 
- Talisman adalah suatu objek yang dipercaya memiliki suatu kuasa untuk memberikan keberuntungan atau perlindungan bagi pemiliknya dari kejahatan. 
- Talisman juga dapat berarti sebuah objek yang dibuat atau diberkati dengan tujuan untuk merepresentasikan suatu tujuan dari pembuatnya.
- Pengertian lainnya adalah: Talisman merupakan objek yang dibuat atau diberkati yang fungsinya untuk menarik atau mendatangkan suatu hal yang sesuai dengan tujuan pembuatnya.

Dari semua pengertian  yang bervariasi itu, intinya sama. Talisman digunakan untuk menarik sesuatu. Bentuk Talisman bisa bermacam-macam. Ada bentuknya gulungan berisi doa-doa atau mantra, bisa berupa objek atau simbol-simbol spiritual, hingga berupa perhiasan atau aksesoris seperti kalung, cincin, atau gelang. Umumnya, Talisman dibuat dalam bentuk aksesoris dan dibuat dengan bahan logam dan batuan-batuan mulia yang memiliki energi. Dan, pepmbuatannya pun sangat mendetail dan penuh filosofi dalam setiap detailnya.

Akan tetapi, yang akan aku bagikan kepada kalian bukan Talisman yang berupa kalung, geang atau cincin. Itu terlalu mahal. Kita akan membuat Talisman dari bahan yang ada, tapi biar pun begitu ada nilai filosofinya juga. Ohya, Talisman yang akan kita buat kali ini adalah Talisman Magnet Uang (Money Magnet Talisman). Bahan-bahannya seperti ini:

- kunyit sebesar kelingking
- selembar uang kertas dan satu uang koin (berapa saja)
- benang
- kayu manis yang sudah dihaluskan
- kain hitam secukupnya (kira-kira 20cm x 20cm).
- hari kamis + Hour of Venus
- lilin dan korek api
- selembar kertas berisi afirmasi

Cara pembuatan:
Tahap #1;
- casting circle 'memasang lingkaran suci'.
- memanggil empat penjaga penjuru.
- memanggil Dewa/Dewi yang utama dalam panteon kalian. Mohonlah restu kepada beliau agar ritual kalian berjalan lancar.
- memanggil Dewa/Dewi yang berkaitan dengan kemakmuran atau kekayaan. Mohonlah pada beliau untuk datang dan mendengar doa harapan kalian.
- memanggil penguasa 'Hour of Venus', yaitu Dewi Venus sendiri. Mohonlah agar beliau meminjamkan kuasa kepada kalian untuk memanifestasikan keinginan kalian.
- duduk dalam posisi yang nyaman untuk mengumpulkan energi. Bisa dengan meditasi beberapa menit atau merapalkan mantra atau doa secara berulang-ulang.

Tahap #2;
- nyalakan lilin
- baca afirmasi, lalu bakar
- bungkus uang koin dengan uang kertas sambil terus mengucapkan afirmasi.
- ambil kunyit, satukan dengan uang menggunakan benang. Sambil melilitkan benang pada kunyit dan uang, terus ucapkan afirmasi.
- letakkan kunyit yang telah disatukan dengan uang tadi di tengah-tengah kain hitam.
- taburkan bubuk kayu manis
- lipat dan ikat kain dengan erat

Tahap #3;
- ucapkan terima kasih kepada; Dewi Venus, Dewa/Dewi kekayaan/kemakmuran yang kalian panggil, dan kepada Dewa/Dewi utama dalam panteon kalian. Serta ucapkan terima kasih kepada empat penjaga penjuru, kembalikan mereka ke asalnya.
- hapus  lingkaran suci
- matikan lilin

Tahap #4;
lupakan kalau kamu pernah membuat Talisman, serahkan semuanya pada Semesta. Jalani hidup seperti biasa. Tetap rajin berusaha, bekerja, dan berdoa.

Nah, itu dia untuk hari ini. Semoga bermanfaat.
Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca dan akhir kata...

Blessed be!

Selasa, 28 Agustus 2018

JURNAL #11: Sebuah Proses dan Perjalanan Kebangkitan Spiritual

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Apa kabar, Witches? Semoga selalu dalam kebahagiaan. Hari ini aku tidak akan membagikan spell, doa, atau ritual apa pun; sebagai gantinya aku akan bercerita. Judul postingan ini adalah "Tanda Apa yang Kau Terima", hal ini merujuk pada tanda apa saja yang kalian dapatkan atau rasakan sebelum kalian menyadari kalau kalian adalah Witch.
Di postingan ini aku akan membagikan tanda-tanda apa yang aku terima jauh sebelum aku menyadari kalau aku seorang 'Witch'. Oke, kita mulai...

"Terikat Dengan Alam Sejak Dini"



Aku akan memulai dari usia tiga tahun. Tentu aku belum menyadari apa yang terjadi dan apa yang aku lakukan saat umur segitu. Ini berdasarkan cerita Ibuku. Pada usia tiga tahun (atau mungkin lebih muda lagi), aku sudah sangat menyukai dengan binatang; terutama ayam. Aku sangat menyukai ayam. Dulu, Ibuku bilang aku sering sekali bermain-main dengan anak ayam, meskipun tak jarang induknya marah dan mematukku. Tapi tidak pernah merasa takut atau bahkan sampai fobia. Sampai saat ini pun aku juga masih menyukai ayam.

Sudah jamak diketahui bahwa 'Witch' erat kaitannya dengan alam; hutan, gunung, pantai, binatang, cuaca, hujan, badai. Hubunganku dengan binatang tampak tidak biasa ketika aku mulai bertambah usia. Ketika masuk SMP, aku mulai memerlakukan ayam layaknya teman bahkan saudara. Ketika mereka mati, aku menangisi mereka. Ibuku bahkan sampai heran. Pada kelas 3 SMP, tanpa sengaja aku menginjak anak ayam usia satu bulan yang telah kehilangan induknya dan sudah menganggap aku sebagai induknya. Saat itu aku benar-benar merasa berdosa. Aku pun memutuskan tidak bicara satu patah kata pun sebagai ungkapan rasa berkabungku.

"Mimpi Mengejar Kumparan Cahaya"

Setelah lulus SD, aku sempat tinggal di boarding school beberapa bulan. Saat itu aku tidak menyadari hal-hal berbau magis, aku menganggapnya sebagai hal wajar. Tapi, aku menyadari itu sebagai tanda setelah aku sadar bahwa aku berbeda. Kembali ke masa itu, aku pernah sekali bermimpi melihat kumparan cahaya bergerak di hadapanku seolah berkata "ayo tangkap aku". Aku mengejarnya, bahkan sampai, entah bagaimana aku terbang mengejarnya. Tak lama setelah bermimpi itu, tiba-tiba semesta seolah ingin menunjukkan sesuatu. Hal pertama yang ditunjukkan adalah; ketika aku dan teman sekamarku mendapat tugas mengumpulkan tugas ke ruang guru pembimbing, dan di sana aku melihat si guru sedang nonton DVD Harry Potter and The Prisioner of Azkaban. Itu pertama kali aku tahu tentang Harry Potter. Dan tiba-tiba merasa tertarik dengan sihir.

Uniknya, teman sekamarku itu ternyata penggemar Harry Potter. Darinya aku mulai mendengar beberapa kisah tentang sihir di Harry Potter. Rasa penasaran berubah menjadi obsesi, dalam hati kecil aku berkata "Aku Mau Jadi Penyihir!!!".

Sayang sekali aku tidak betah di boarding school dan memilih keluar, menunggu tahun ajaran baru untuk daftar masuk SMP.

"Melihat Simbol Dalam Mimpi yang Terealisasi"

Sudah aku putuskan untuk keluar dari boarding school. Tapi, aku saat itu masih bingung mau sekolah di mana; SMP atau MTS. Parahnya, aku juga terpikir untuk tidak sekolah. Untuk mengisi waktu luang, aku ikut kursus menggambar. Jadi aku punya kegiatan.

Singkat cerita, aku tiba-tiba mendapatkan mimpi. Aku bermimpi melihat diriku sendiri sedang berada di dalam kelas, memakai seragam. Awalnya aku tidak merasa itu suatu tanda, hanya mimpi biasa. Aku cerita pada Ayah dan Ibu, justru mereka yang berpikir mungkin itu tanda. 

(note: sejak aku menceritakan kalau aku pernah mimpi mengejar kumparan cahaya pada Ayahku, beliau sudah berpikir kalau aku berbeda. Meskipun beliau tidak mengucapkannya, tapi dengan cara beliau memperlakukan aku dan dari nasihat-nasihat yang beliau berikan.)

Dan benar saja, aku pun sekolah di SMP. Singkat cerita lagi, saat kelas 2 SMP. Aku bermimpi melihat ayam kesayanganku dengan tujuh anaknya sedang diintai oleh seekor ular besar. Induk dan enam anaknya pun dilahap ular itu, tinggal satu anaknya yang tersisa. Aku memilih tidak menceritakannya. Beberapa hari kemudian, ada wabah flu burung. Induk ayam dan enam anaknya mati bergantian. Sisa satu anak ayam. Barulah aku cerita ke orang tua. Ketika masuk SMK pun aku mendapat beberapa simbol-simbol yang terealisasi.

"Tertarik Pada Hal Spiritual dan Supranatural"


Ketika SMK, tepatnya saat usiaku genap 17 tahun. Ayahku merasa kalau itu saat yang tepat bagiku untuk diarahkan, tapi beliau tidak memaksa. Beliau mengarahkan agar aku ikut inisiasi di Kejawen Pramono Sejati. Jauh sebelum ini, saat pertengahan SMP sampai SMK, Ayahku sudah sering memberikan wejangan dan semacam pengenalan terhadap Kejawen. Hati dan jiwaku merasa terketuk, jadi saat Ayah mengarahkan ke sana, aku mengiyakan.

Singkat cerita, pada pertengahan tahun 2014, entah bagaimana saat aku browsing-browsing tiba-tiba aku terarahkan ke WICCA. Aku ingat betul saat itu aku masuk ke artikel tentang cara membuat Buku Bayangan (Book of Shadows). Aku pun mulai membuat Buku Bayangan untuk menulis mimpi-mimpi yang kudapat. Saat itu belum tahu kalau Book of Shadows adalah jurnal bagi seorang Wiccan/Witches.
Semakin aku menggali lebih dalam, aku semakin dengan dengan Wicca dan seolah-olah Dewi Diana melambaikan  tangannya untuk mengundangku. Tapi aku masih tak acuh. Aku terombang-ambing. Semesta membawaku ke hal-hal berhubungan dengan okultisme; satanisme, paganisme, kabbalah, voodoo, Kejawen, bahkan aku sampai antusias dengan ritual eksorsime dan astral projection.

"Sering Mendapat Dorongan Dari Dalam Diri"


Aku masih ragu untuk mendekati Wicca, jadi aku berhenti mempelajarinya. Namun, pada tahun 2016, saat aku terbangun dari tidur siang, secara tiba-tiba aku tergerak untuk membuat altar sederhana. Dan anehnya aku sama sekali tidak tahu kapan keinginan atau rencana itu datang, tiba-tiba saja aku sudah melakukannya. Secara serta-merta, saat itulah aku memutuskan untuk menjalani hidup sebagai Wiccan.

Semenjak saat itu, aku sering begitu. Yang semula diam atau fokus pada satu pekerjaan, tiba-tiba bisa langsung melakukan hal-hal yang sama sekali tidak kupikirkan sebelumnya. Misal; semula sedang fokus nonton tv, tiba-tiba saja berdiri, pergi ke luar rumah dan hanya berdiri di sana melihat bulan atau bengong dalam kegelapan. Sebagai contoh lain, di awal-awal aku menjadi Wiccan, entah bagaimana dan datang dari mana; tiba-tiba saja aku bisa melakukan satu ritual dan tahu mantra apa yang ingin kuucapkan.

.

Mungkin tanda-tanda yang terjadi padaku akan sama atau berbeda sama sekali dengan tanda-tanda yang terjadi pada kalian. Dan, aku juga merasa kalau tanda yang aku dapatkan ini juga berbeda dengan apa yang sering dibahas di internet atau YouTube.

Oke, sekian dulu untuk hari ini. Oh ya, tanda apa yang kalian terima? Tulis dikolom komentar yaaaa..
Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Jumat, 25 Mei 2018

SPIRIT #1: Empat Roh Elemen dan Empat Penjaga Penjuru

Merry meet ...

Wuh, lama nggak jumpa ya? Ada yang nungguin postingan dari aku? Nggak ada ya? Haha..
Oke, langsung aja ya, mumpung aku lagi mood. Kali ini aku mau berbagi tentang "Spirits of Four Elements" dan "Guardians of Watchtowers".

Bagi seorang Wiccan, keberadaan Roh Elemen dan Penjaga Penjuru sangatlah penting. Saking pentingnya, mereka selalu di-invoke sebelum mereka memulai ritual tertentu. Mereka dihadirkan untuk menyokong kita dengan kekuatan Mereka. Kehadiran mereka akan menciptakan ruang yang suci dan penuh perlindungan dari secara ancaman dari luar. Ketika kita memanggil Mereka dengan cara yang benar, kekuatan perlindungan yang dahsyat akan kita dapatkan. Umumnya, pemanggilan Roh Elemen dan Penjaga Penjuru dibarengi dengan pemanggilan lingkaran suci yang mengelilingi kita.
Mari kita bahas.

.

Pertama, kita akan membahas Roh Elemen atau "Spirits of Four Elements".
Seperti yang kita tahu, elemen dasar dalam kehidupan adalah air, api, bumi, udara.
Roh Elemen dibagi menjadi dua. Yang pertama disebut sebagai "Guardian Spirits of Elements" atau Para Penjaga Elemen. Tugas Mereka adalah menjadi penjaga empat elemen. Roh-roh tersebut antara lain:

- Gnome - Roh Elemen Bumi
Gnome erat hubunganya dengan Dwarf (Kurcaci) dan Driad (Nimfa Pohon).

- Slyph - Roh Elemen Udara
Slyph erat hubungannya dengan Syletre dan Pixie.

- Undine - Roh Elemen Air
Undine memiliki keterikatan dengan Nymphae dan Mermaid.

- Salamander - Roh Elemen Api
Salamander adalah Roh yang berkaitan dengan Vulcani dan Dragon (naga).


Berikutnya adalah "Rulers of Four Elements" alias Penguasa Empat Elemen. Para Penguasa ini adalah Raja dan Ratu bagi empat elemen yang Mereka kuasai. Mereka bertugas mengatur para Roh Elemen. Para Penguasa ini di antaranya:

- Ghob
Ghob menjadi Raja atau Penguasa Elemen Bumi dan mengatur para Gnome dalam menjalankan tugas mereka menjaga kelestarian Bumi.

- Paralda
Paralda adalah Ratu atau Penguasa Elemen Udara. Dia mengatur para Sylph dalam menjalankan tugas mereka. Paralda-lah yang memberikan kuasa pada para Slyph untuk mengatur arah angin.

- Nicksa
Nicksa adalah Ratu atau Penguasa Elemen Air. Dia memerintah para Undine untuk menjaga kelesatrian makhluk-makhluk di perairan. Nicksa-lah yang memberikan kuasa untuk para Undine dalam mengatur arus air. Nicksa dianggap sebagai ibu semua Nimfa serta makhluk-makhluk yang hidup di perairan.

- Djinn
Djinn adalah Raja atau Penguasa Elemen Api. Dialah yang paling dihormati oleh Roh-roh Api seperti Salamander, Vulcani, atau Dragon. Djinn adalah yang menyebabkan api tetap panas, Dia yang memutuskan gunung berapi tetap hidup atau mati, dan Dialah yang  menjaga agar api di perut bumi tetap bergejolak agar kehidupan terus berjalan.


Lalu, siapakah yang disebut dengan "Guardians of Watchtowers"???

Ada beberapa yang mengatakan, bahwa para Penguasa Elemen-lah yang menjaga empat penjuru. Begini pembagiannya:

Utara - Ghob - Elemen Bumi
Timur - Paralda - Elemen Udara
Barat - Nicksa - Elemen Air
Selatan - Djinn - Elemen Api

Namun, di lain sisi, ada yang beranggapan kalau empat penjuru dijaga oleh empat Archangel. Berikut pembagiannya:

Utara - Uriel (Auriel) - Elemen Bumi
Timur - Raphael - Elemen Udara
Barat - Gabriel - Elemen Air
Selatan - Michael - Elemen Api

Jika dalam tradisi Kejawen yang kuikuti, empat penjaga penjuru yang juga menjadi penguasa empat elemen antara lain:

Timur (Wetan) - Tirtanata - Elemen Air
Selatan (Kidul) - Purbangkara - Elemen Api
Barat (Kulon) - Sinotobrata - Elemen Udara
Utara (Lor) - Warudijaya - Elemen Bumi

Kalau dalam budaya Hindu India, dikenal adanya Nava Dikpala. Dari semuanya itu, ada yang menjadi "Major Guardians of The Corners", Mereka adalah:

Utara - Dewa Kubera - berkaitan dengan kekayaan alam
Selatan - Dewa Yama - berkaitan dengan Dunia Bawah
Timur - Dewa Indra - berkaitan dengan angin, petir, awan, dan hujan
Barat - Dewa Waruna - berkaitan dengan laut, sungai, dan danau

.

Mereka, baik Roh Elemen ataupun Penguasa Elemen, semuanya adalah energi murni dan liar. Jika biasanya kita memanggil  Mereka sebelum ritual seperti yang dibahas di awal tadi, aku tekankan kalau kalian harus mengirim mereka kembali ke asalnya. Jangan biarkan mereka tetap tinggal di tempat kalian, karena itu akan sangat berbahaya. Mereka adalah energi yang sangat kuat, kemungkinan keberadaan mereka akan sangat mempengaruhi  lingkungan sekitarmu. Semisal, udara menjadi sangat panas atau dingin, korsleting listrik, area yang tiba-tiba basah, atau muncul serangga-serangga yang umumnya tidak pernah ada di tempatmu.
Kalian yang memanggil dengan hormat, maka pulangkanlah mereka dengan hormat juga. Ucapan terima kasih pun cukup menyenangkan Mereka.

Oke, demikian tadi pembahasan kita malam ini. Semoga bermanfaat, dan terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata ...

Blessed be!


Postingan Populer