Tampilkan postingan dengan label #pantheon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #pantheon. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2020

Pantheon #3: Dewa-dewi Mesir Kuno

 Merry meet, Namaste, Rahayu...

Mitologi Mesir Kuno adalah salah satu mitologi favoritku, setelah Hindu dan Greco-Roman. Jadi, pada kesempatan ini aku akan menambah koleksi pantheon di Biara Wicca.


1). Ra


Ra, adalah makhluk primordial. Beliau adalah satu dari 4 dewa matahari primordial, pancaran dari ATEN. Dalam pantheon Kemetik (Mesir Kuno), Ra adalah dewa dari semua dewa, raja para dewa. Selain sebagai dewa matahari, Ra juga merupakan pencipta dari segala yang ada.

2). Heka


Heka adalah dewa ilmu sihir dan pengobatan. Kata "Heka" sendiri artinya "sihir" atau "how to use Ka (energi kehidupan)". Dia mengajarkan ilmu sihir dan obat-obatan. Berdasarkan mitologi, dia adalah putra dari Khnum dan Menhet. Tapi, pendapat lain mengatakan, sebenarnya Heka sudah ada semenjak para primordial ada. Dewa Ra dapat menciptakan alam semesta dikatakan menggunakan kekuatan dari Heka. Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa Heka sebenarnya juga primordial dan tidak berwujud, merupakan energi dari ketuhanan. Lalu, dia mengambil inkarnasi sebagai putra Khnum dan Menhet.

3). Tefnut

Tefnut adalah dewi kelembaban. Meskipun begitu, dia juga dikaitkan sebagai dewi bulan serta dewi matahari, yang mana merupakan mata kiri (bulan) dan mata kanan (matahari) dari Ra. Asal usul Tefnut sangat rumit dan membingungkan, tapi dalam mitologi dikatakan kalau ayahnya adalah Ra, sedangkan suaminya adalah Shu. Wujudnya digambarkan sebagai wanita berkepala singa betina, layaknya Sekhmet.


4). Shu

Shu adalah dewa angin, cahaya, dan personifikasi dari atmosfer bumi. Sebagai dewa cahaya, dialah yang menjadi representasi siang dan malam. Selain itu, dia juga digambarkan sebagai ruang kosong antara bumi dan surga. Istrinya adalah dewi kelembaban, Tefnut. Anaknya bernama Geb dan Nut. Setelah Ra turun takhta sebagai raja para dewa, Shu menggantikan ayahnya.


5). Geb

Geb adalah Bapa Bumi, putra Shu dan Tefnut. Dia adalah saudara sekaligus suami dari Nut, Ibu Langit. Setelah Shu turun takhta, Geb menggantikan ayahnya sebagai pharaoh generasi ketiga. Hubungannya dengan Nut tidak disetujui oleh kedua orang tua mereka, Shu dan Tefnut. Lalu, Shu memisahkan keduanya, dan Shu menjadi pembatas antara Geb dengan Nut. Bersama Nut, dia memiliki empat orang anak, yaitu: Osiris, Isis, Set, dan Nephthys.


6). Nut

Nut adalah dewi langit, bintang, dan kegelapan--merujuk pada luar angkasa yang gelap, serta sebagai personifikasi surga. Saudara sekaligus suaminya adalah Geb. Selain dikatakan sebagai putri Shu dan Tefnut, Nut juga disebut-sebut sebagai ibu dari Ra, sang matahari. Karena dia setiap fajar melahirkan matahari. Dalam dunia dewa-dewi hal seperti ini tidaklah mengherankan, karena dewa-dewi adalah energi dan tidak benar-benar memiliki hubungan layaknya manusia.

 7). Osiris

Osiris adalah putra tertua Geb dan Nut, sekaligus pewaris takhta dari Geb. Dia adalah pharaoh generasi keempat. Saudari sekaligus istrinya adalah Isis. Saudara dan saudari lainnya adalah Set dan Nephthys. Dalam mitologi dikatakan bahwa Nephthys juga istri dari Osiris. Ketika Osiris mati dan dimutilasi oleh Set, Isis dan Nephthys sangat berduka dan menjelajahi seluruh daratan untuk mencari potongan-potongan tubuh Osiris. Dia merupakan dewa kesuburan--berkaitan dengan sungai Nil, kematian, kebangkitan, dan alam baka.


8). Isis

Isis adalah dewi universal, atributnya sangat luas. Mulai dari sihir, kekayaan, kesuburan, cinta, kematian, ratu alam surga, dewi ibu, dan banyak lainnya. Isis adalah istri dari Osiris dan ibu dari Horus. Pemujaan Isis sangat terkenal, sama terkenalnya dengan Osiris. Dikatakan bahwa dia adalah "cetak biru" dari semua dewi dalam pantheon Mesir Kuno.

9). Set

Set adalah dewa gurun pasir dan kekacauan, serta fenomena alam seperti gerhana dan badai. Meskipun sering digambarkan sebagai dewa yang jahat, tapi sebenarnya Set juga punya sisi baik. Dia membantu roh orang mati untuk menyeberang, serta menuntun orang menuju oasis.


10). Nephthys

Nephthys adalah dewi malam, kematian, duka cita, pemakaman, dan perlindungan. Berdoa pada Nephthys dikatakan dapat membantu meringankan duka cita akibat ditinggal mati. Suaminya adalah Set, yang juga adalah saudaranya sendiri.


11). Horus

Horus adalah putra dari Osiris dan Isis. Kisah kelahirannya sangat unik. Saat Osiris mati, dia dan Isis belum punya keturunan. Jadi, saat Isis berhasil menyatukan semua tubuh Osiris, dia melakukan ritual pembangkitan. Setelah Osiris bangkit, Isis melakukan penyatuan dengan Osiris sehingga dia mengandung Horus. Horus adalah dewa udara, angin, langit, peperangan. Istrinya adalah Hathor. Dia tidak hanya sebagai dewa sesembahan orang Mesir Hulu, tapi juga mereka yang dari Mesir Hilir. Setelah mangkatnya Osiris, ayahnya, Horus naik takhta sebagai pharaoh berikutnya.


12). Hathor

Hathor adalah dewi kecantikan, cinta, langit, bintang, kesuburan, dan dewi ibu. Selain itu, dia juga dikaitakan sebagai yang mengendalikan galaksi bimasakti. Dia punya banyak julukan, seperti: Ibu para Ibu, Dewi Bintang, Dewi Kehidupan, dan banyak lagi. Pemujaannya sangat populer, bahkan hingga saat ini.


13). Anubis

Anubis adalah dewa alam baka, tapi bukan penguasa alam baka. Dia hanya sebagai penjemput orang-orang mati dan menggiring mereka untuk menyeberang. Selain itu, dia juga dikaitkan dengan ritual pembalseman dan mumifikasi. Ada dikatakan bahwa Anubis adalah putra Osiris dengan Nephthys. Meskipun tampangnya mengerikan, tapi Anubis sangat lembut dan murah hati, meskipun sangat tegas.


14). Thoth

Thoth adalah dewanya ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, bulan, waktu, aksara hiroglif, obat-obatan, sihir, dan sastra. Asal usul Thoth sangat tidak jelas. Tapi, ada satu versi mengatakan kalau dia adalah primordial. Dia ada dengan sendirinya, lalu menelurkan Telur Awal yang kemudian menetas menjadi Ra. Pasangan Thoth adalah Maat, dewi keadilan dan keharmonisan.




 15). Ma'at

Ma'at adalah personifikasi dari keseimbangan, hukum ketuhanan, hukum alam semesta, kebenaran, dan kedamaian. Ma'at terlahir setelah Ra keluar dari Nun (Chaos), jadi dia termasuk primordial. Karena itu juga dia dikatakan sebagai anak dari Ra. Pasangannya adalah Thoth, karena Thoth adalah dewa kebijaksanaan.


16). Khonsu

Khonsu adalah dewa bulan dan waktu malam. Dia adalah dewa bulan bersama Thoth. Dikatakan, Khonsu dapat mempengaruhu kesuburan baik manusia maupun hewan ternak. Karena itu dia juga disebut sebagai dewa kesuburan. Meskipun sering digambarkan sebagai dewa yang baik, namun dia juga pernah digambarkan sebagai dewa kanibalisme.


17). Sekhmet

Sekhmet adalah dewi perang, kekuatan, perlindungan, pengobatan, matahari. Dikatakan bahwa dia adalah wujud murka dari Hathor. Ketika Sekhmet benar-benar murka, tidak akan ada yang bisa menghentikan. Dia akan menjadi haus darah, dan aumannya akan menimbulkan badai. Sekhmet adalah dewi yang juga membantu Ra melawan Apophis. Dia merupakan pelindung Ma'at dan juga para pharaoh.

18). Bastet

Bastet adalah ibu para kucing; dewi kesenangan, tarian, musik, wewangian, kelicikan, dan tipu daya. Bersama Hathor, Sekhmet, Wadjet, Mut, Nut, dan Tefnut; Bastet juga merupakan anggota "Mata Ra". Dia sering dihubungkan dengan Sekhmet. Jika Sekhmet mewakili siang hari dan matahari, maka Bastet mewakili malam hari dan bulan. Kucing dianggap suci bagi Bastet. Menyakiti kucing maka menjadi penghinaan terhadapnya.



Wah, tidak disangka panjang juga. Padahal masih banyak dewa-dewi lainnya. Tapi, mungkin sisanya kurang begitu terkenal. Yang aku sebutkan diatas adalah dari yang paling terkenal sampai terkenal saja.

Untuk lebih mengetahui lebih lanjut mengenai dewa-dewi Mesir Kuno, silakan cek Egyptian Gods. Semua gambar di atas aku ambil dari Egyptian Gods Deviantart by Yliade.

Itu saja untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca dan akhir kata...


Blessed be!









 








Minggu, 28 April 2019

JURNAL #14: Nyai Calon Arang, Sosok Ibu yang Menjadi Tauladan

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Sebagai orang Nusantara, pasti kita tidak asing dengan nama Nyai Calon Arang. Bahkan mungkin, ketika mendengar nama tersebut, langsung terayang wanita tua, penyihir jahat, hingga wajah mendiang Suzzanna yang pernah berperan sebagai beliau.
Di sini aku tidak akan menceritakan kisah Calon Arang, karena sudah banyak artikel mengenai itu. Tapi, aku akan membahas beliau dari sudut pandangku. Mungkin ini akan berseberangan dengan pendapat kalian atau sebaliknya. Itu tak masalah, mari saling menghargai.

Aku pribadi, jujur, sangat mengagumi sosok Nyai Calon Arang. Dalam hematku, beliau sama sekali tidak sepenuhnya jahat. Beliau hanyalah manusia biasa, sama seperti kita, hanya saja bedanya beliau memiliki satu atau lebih kelebihan yang didapatkan dari pemujaan yang tulus kepada Dewi Durga, serta pengorbanan yang besar. Seperti yang khalayak ketahui, tidak ada manusia yang sepenuhnya jahat atau sepenuhnya baik. Itu juga berlaku untuk Nyai Calon Arang.

Beliau adalah gambaran nyata seorang wanita yang telah berhasil memangkitkan kekuatan ilahi (Ibu Adi-Shakti) dalam diri melalui ketaatan dan pengorbanan diri. Kekuatan yang beliau miliki tidak serta merta didapat dengan jalan yang mudah. Beliau harus menahan semua rasa sakit hati, penghinaan, kepedihan, dukacita, amarah, dendam, dan semua nafsu duniawi, dan menjalankan tapabrata yang berat untuk menyenangkan sang junjungan, Ibu Dewi Durga.

Terbukti, Ibu Dewi Durga berkenan dengan pemujaan, ketaatan, dan pengorbanan Nyai Calon Arang. Sehingga semua unsur-unsur negatif yang telah lama dipendam berubah menjadi bara api (api tapa) dan itulah sumber kesaktian beliau.
Kekuatan beliau tersebut semula hanya digunakan untuk pengobatan dan keperluan pemujaan, namun lambat laun kekuatan tersebut pun akhirnya mengendalikan beliau. Apalagi setelah dipicu dengan penghinaan yang dilayangkan pada putrinya, Ratna Manggali. Nyai Calon Arang mampu menerima penghinaan atas dirinya, tapi dia tidak akan mengampuni siapa pun yang menyakiti hati putrinya.

Ini adalah gambaran lain dari beliau. Seorang ibu yang sangat menyayangi putri semata wayang dan rela melakukan apa pun demi sang putri. Kasih ibu yang Nyai Calon Arang miliki tidak hanya untuk putrinya seorang, tapi juga tercurah kepada gadis/wanita-wanita lain yang hidup terlunta-lunta atau mendapatkan ketidakadilan, atau kekerasan dan diskriminasi dalam masyarakat patriarki. Beliau merangkul gadis/wanita-wanita malang tersebut dan mengasuh mereka layaknya putri sendiri. Beliau selalu mengajarkan pada mereka, bahwa wanita itu setara dengan laki-laki, tidak ada namanya wanita menjadi alas kaki mereka. Wanita berhak mandiri dan mengekspresikan diri, bukan hanya menjadi pemanis rumah tangga saja. Beliaulah yang menjunjung matriarki ketika masyarakat dikendalikan oleh patriarki.
Dari situlah, kemudian gadis/wanita-wanita tersebut mengikuti jalan hidup Nyai Calon Arang dan menjadi murid beliau. Mereka pun mengikuti jalan yang oleh para brahmana dan Rsi sebagai "pengiwa" (Lefthand Path). Akan tetapi, dari sisi beliau tidak melihat sebuah jalan pengabdian kepada Yang Mahakuasa itu dibedakan menjadi "Kanan" dan "Kiri", "Putih" dan "Hitam". Bagi seorang Nyai Calon Arang, di dalam putih bisa saja muncul noda hitam, sedangkan di dalam hitamlah cahaya bisa disaksikan. Artinya, keduanya sama saja.

Sebagai seorang penyihir juga, aku meneladani bagaimana beliau begitu larut dalam pemujaan dan kebaktian sehingga mengabaikan perasaan pribadi yang rupa-rupa, alih-alih mengumbarnya. Mungkin kisah beliau kemudian membenarkan suatu pernyataan ini "Sihir tidak datang karena bakat, tapi ia datang karena rasa sakit dan penderitaan yang tak tertahankan". Di kisah tersebut terbukti kalau penderitaan dan rasa sakit yang diredam dalam kurun waktu yang lama, akan mengendap dan menjadi bara dan ketika itu diledakkan maka akan menjadi api sehingga lahirlah sihir yang luar biasa kuat.
Selain rasa sakit dan penderitaan, amarah, kesedihan, dan nafsu duniawi yang diredam dalam waktu yang lama juga dapat berubah menjadi bara.

Ada yang mengatakan, di Bali, kenapa penekun Leak kebanyakan seorang wanita, itu karena wanita paling kuta dalam menahan segala rasa sakit, penderitaan, kesedihan, dan nafsu, ditambah ada pepatah mengatakan "Dalam setiap wanita ada seorang Dewi yang bersemayam". Ketika wanita diperlakukan dengan baik dan manusiawi, mereka akan tampak dalam wujud Dewi Parwati, tapi jika mereka atau orang yang mereka kasihi dilukai, maka Dewi Kali sendirilah yang terpancar dari mereka.

Ada rumor yang mengatakan, untuk pencapaian sihir terkuat, hanya dapat dicapai oleh wanita. Kecil kemungkinan pria dapat mencapai level itu. Alasannya adalah karena laki-laki tidak punya hormon estrogen. Aku cuma bisa senyum saat tahu hal itu, jadi tolong jangan tanya penjelasan lebih lanjut, karena aku sama sekali tidak tahu lebih jelasnya.

Oke, ini sudah terlalu panjang. Kita akhiri saja di sini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Jumat, 16 Maret 2018

Patron #2: Dewi Tiga Rupa

Merry meet ... Namaste ... Rahayu ...

Apa kabar Wiccan dan Witches? Semoga selalu baik dan penuh akan berkah. Pada kesempatan kali ini, aku ingin membahas tentang Dewi Tiga Rupa (Triple Goddess), mulai dari apa itu Dewi Tiga Rupa, siapa saja Dewi Tiga Rupa, dan pentingkah Dewi Tiga Rupa dalam Wicca. Oh ya, semuanya akan aku sampaikan berdasarkan pemahamanku sendiri. Jadi, aku tidak menggunakan referensi tertentu. Mungkin ada beberapa referensi, tapi tidak banyak.
Oke langsung saja.

Apa itu Dewi Tiga Rupa?

Dewi Tiga Rupa (Triple Goddess) adalah seorang dewi yang memiliki tiga aspek sekaligus, yaitu Dara-Bunda-Nenenda (Maiden-Mother-Crone) dan masing-masing aspek digambarkan sebagai satu sosok (dewi) yang sama.
Ini merupakan konsep dari Neopagan, yang mana menggambarkan tiga fase kehidupan seorang wanita yang disimbolkan sebagai "Triple Moon". Untuk pengertian lebih luasnya silakan cek wikipedia.

Siapa saja Dewi Tiga Rupa?

Seperti yang telah banyak diketahui, Dewi Tiga Rupa terdiri dari tiga aspek atau siklus kehidupan wanita, yaitu Dara, Bunda, Nenenda. Umumnya, dewi dengan aspek Dara/Perawan erat kaitannya dewi yang berhubungan dengan cinta, musik dan seni, keindahan, persahabatan, kemurnian, dan aspek lainnya. Untuk dewi dengan aspek Bunda/Ibu, umumnya erat kaitannya dengan dewi kesuburan, kelahiran, kemakmuran, perlindungan, kekuatan, kemurahan, kasih sayang, dan lain-lain. Sedangkan aspek Nenenda/Tetua, biasanya berkaitan dengan dewi yang behubungan dengan malam, kematian, kebangkitan, reinkarnasi, dunia bawah, pengetahuan, kebijaksanaan, dan lain-lain.
Dewi Tiga Rupa terdiri dari Diana, Hekate, Brigid, Inanna, Isis, Hathor, Freya, dan Parwati. Mereka semua adalah satu dewi yang memiliki tiga aspek sekaligus. Akan tetapi, Dewi Tiga Rupa yang paling umum adalah Diana dan Hekate, terutama di kalangan Wiccan dan penyihir. 
Sekedar tambahan, konsep Dewi Tiga Rupa itu berbeda dengan Trinitas ataupun Tiga Serangkai. Apa bedanya? Dewi Tiga Rupa adalah satu dewi dengan tiga aspek. Trinitas adalah satu orang dewi dengan tiga aspek sekaligus, yang mana masing-masing aspek memanifestasikan diri menjadi sosok dewi mandiri lalu bersatu membentuk trinitas. Sedangkan Tiga Serangkai adalah tiga dewi yang membentuk kelompok karena memiliki atribut/peran yang sama, namun tidak selalu tersusun dengan aspek Dara-Bunda-Nenenda.
Contoh Trinitas:
Saraswati-Lakshmi-Kali (satu dewi [Adi Shakti] yang mewujud jadi 3 sebagai shakti Trimurti),
Luna-Diana-Hekate (satu dewi yang mewujud jadi 3 sebagai penguasa 3 dunia),
Diana-Aradia-Hekate (satu dewi yang mewujud jadi 3 sebagai ratu penyihir).

Contoh Tiga Serangkai:
Lucina-Partula-Diana (seabagi dewi-dewi kelahiran),
Nyx-Selene-Asteria (sebagai dew-dewi yang merajai malam),
Artemis-Selene-Hekate (sebagai dewi-dewi bulan), 
Hekate-Demeter-Persefoni (seabagi sekumpulan dewi siklus musiman), 
Artemis-Athena-Hestia (sebagai sekumpulan dewi perawan abadi), 
Hathor-Isis-Nephthys (sebagai dewi pemakaman dan tiga wujud wanita), 
Bastet-Hathor-Sekhmet (sebagai kekuatan Dewa RA),
Aradia-Diana-Hekate (sebagai ratu penyihir).

Seorang dewi anggota Trinitas atau Tiga Serangkai belum tentu seorang Dewi Tiga Rupa, tapi seorang Dewi Tiga Rupa bisa menjadi anggota dari Trinitas ataupun Tiga Serangkai, seperti halnya Diana dan Hekate. Keduanya adalah Dewi Tiga Rupa secara mandiri, dan keduanya bisa dengan bebas bergabung dengan dewi lain dan membentuk Trinitas. Trinitas Aradia-Diana-Hekate adalah Trinitas Ratu Penyihir, karena ketiganya dianggap sebagai "Queen of Witches".



Kalau dalam Wicca sendiri, sejauh yang aku tahu, tidak ada pakem atau aturan yang saklek yang mengaharuskan aspek Maiden harus dewi ini, Mother harus dewi itu, dan Crone harus dewi ini atau itu. Sekali lagi, itu sejauh yang aku tahu. Kalau kalian tahu lebih jelasnya, tolong komentar di bawah.

Nah, sekarang aku akan mengutarakan siapa Dewi Tiga Rupa yang aku puja. Mereka dalah Aradia, Diana, dan Hekate. Ketiganya adalah Dewi Tiga Rupa, tapi kemudian bergabung membentuk Dewi Tiga Serangkai Ratu Penyihir. Semula, aku hanya fokus ke Aradia, lalu beralih ke Diana. Dan, saat aku semakin dalam mengenal Diana, ia memperkenalkanku pada Hekate. Aku tidak serta merta menerima Hekate, aku harus mempelajari dulu tentang dewi ini. Kemudian, Diana menegaskan bahwa antara ia, Aradia, dan Hekate itu tidak berbeda. Sejak saat itu aku merangkul keduanya, Diana dan Hekate sebagai dualitas yang seimbang, yang mana cahaya dan kegelapan berjalan dengan harmoni.

Pentingkah Dewi Tiga Rupa dalam Wicca?

Sejauh yang aku tahu, dalam Wicca tidak menekankan kalau para Wiccan harus memuja Dewi Tiga Rupa secara keseluruhan. Beberapa Wiccan berpendapat, bahwa kita bisa memilih hanya Dewi beraspek Perawan, beraspek Ibu, atau yang hanya beraspek Crone. Intinya kita bisa memilih salah satu aspek saja sebagai fokus pemujaan kita. Namun, ada beberapa Wiccan yang mengatakan kita bisa memilih dua aspek yang paling utama, yaitu Dewi beraspek Ibu dan Crone. Karena itu aspek yang paling cocok bagi Wiccan.

Dalam Wicca, Dewi yang utama atau dipuja secara universal adalah Diana (dan Cernunnos sebagai Dualitas). Tapi, bukan tidak mungkin kita memiliki Dewi lain dalam fokus pemujaan kita. Yang terpenting adalah, Dewi tersebut benar-benar memilih kita dan hati kita juga merasa terpanggil kepada-Nya. Karena dalam Wicca yang terpenting adalah suara hati dan tuntunan jiwa, bukan mengikuti tren atau arus utama. Adakalanya mengikuti arus utama (dalam hal ini memuja Diana) juga perlu dipertimbangkan, karena ini berhubungan dengan tradisi dan upaya mempertahankan esensi dari Wicca sendiri. Kita memutuskan mengikuti Wicca yang mana fokus utama pemujaannya adalah Diana dan Cernunnos, maka tidak ada salahnya kita mengikutti tradisi, agar esensi dari Wicca yang kita ikuti tidak kabur. Apalagi kalau kita memilih menjadi Eclectic Wicca. Kita boleh memilih dan memilah apa yang sesuai dengan kita, tapi kita juga harus mengikuti tradisi dan menjaga esensi dari Wicca itu sendiri.

Demikian tadi, sedikit uraian tentang Dewi Tiga Rupa. Semoga ini bermanfaat bagi kalian yang baru memulai perjalanan sebagai seorang Wiccan. Ingat, ini pandangan pribadiku, jadi kalian jangan hanya terpaku pada satu sumber saja. Cari sumber lain dan tentukan mana yang sesuai dengan jiwa kalian.
Thee shall remember and always fulfill these eight words, "ain't it harm none, do what you will." And in thy craft, thee shall concern the law of three times fold: whatever thee send out, it'll back three times three.

Blessed be!

Rabu, 23 Agustus 2017

Pantheon #2: Dewa-dewi Greco-Roman

Merry meet,
Baiklah, kali ini aku akan berbagi dengan kalian semua tentang Dewa-Dewi Yunani yang mahsyur. Pastinya kalian sudah mengenal nama-nama mereka, atau justru kalian menjadi salah satu devotee bagi mereka.
Berikut ini daftar Dewa-Dewi Yunani:

13. Afrodit

Afrodit(Ἀφροδίτη) adalah dewi cinta, kecantikan, dan seksualitas dalam mitologi Yunani.Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Afrodit. Versi pertama menyebutkan Afrodit adalah putri dari Zeus dan Dione, tapi legenda ini kurang populer. Versi kedua menyebutkan bahwa Afrodit lahir dari alat kelamin Uranus yang dikebiri oleh Kronos sang Titan.
Zeus menikahkan Afrodit dengan Hefaistos. Mereka memiliki seorang putra(Eros) yang menjadi Dewa Asmara. Afrodit dikisahkan berselingkuh dengan Ares(dewa perang) hingga memiliki 2 putra yaitu Deimos dan Fobos, serta seorang putri yaitu Harmonia. Eros dan Anteros juga sering disebut-sebut sebagai putra dari Afrodit dan Ares. Afrodit juga memiliki banyak kekasih, salah satunya adalah Ankhises.
Afrodit juga dikenal sebagai Kithireia(Wanita dari Kythira) dan Kipris(Wanita dari Siprus) karena kedua tempat tersebut dianggap sebagai tempat kelahiran Afrodit. Dalam mitologi Romawi, dia dikenal sebagai Venus dan dalam mitologi Mesir dia dikenal sebagai dewi Hathor. Murad, burung dara, burung gereja, dan angsa dikeramatkan untuknya.



12. Apollo

Apollo(Απόλλων, Apóllōn, Απελλων, Apellōn) adalah dewa cahaya, musik, pemanah, pengobatan, matahari, dan penyair dalam mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto serta saudara kembar Artemis. Orakelnya di Delphi sangat terkenal, banyak orang dari seluruh Yunani yang mengunjungi orakelnya untuk mencari tahu mengenai masa depan mereka. Dalam mitologi Etruska, dia dikenal sebagai Apullu. Apollo disembah baik oleh orang Yunani kuno maupun oleh orang Romawi kuno.
Ia mempunyai busur yang terbuat dari emas. Pohon salam, burung gagak, dan hewan lumba-lumba dikeramatkan untuknya. Pengobatan dan penyembuhan dikaitkan padanya atau pada anaknya, Asklepios(dewa pengobatan). Karena Apollo dipandang sebagai dewa yang membawa kesehatan, penyakit wabah. Sebagai dewa musik, Apollo adalah pemimpin para Muse(dewi musik dan nyanyian). Hermes menciptakan lira untuk Apollo dan alat musik tersebut menjadi atribut penting Apollo. Himne yang dinyanyikan untuk Apollo disebut paian. Pada masa Yunani kuno, terutama pada abad ketiga SM dia dikaitkan dengan Helios(dewa matahari) dan saudarinya, Artemis dikaitkan dengan Selene(dewi bulan).



11. Ares

Ares(Ἄρης[árɛːs], Άρης[ˈaris]) merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Ares adalah anak dari Zeus dan Hera yang termasuk dalam 12 Dewa Olimpus. Dua pengawal utamanya adalah Fobos dan Deimos. Ares adalah dewa yang haus darah dan merupakan perwujudan dari pembunuhan. Ares berkuasa atas alat-alat perang, penyerangan, dan pertahanan kota, pemberontakan, penjarahan, kejantanan, serta keberanian. Burung hering dan anjing adalah binatang keramat bagi Ares. Dalam Iliad, dia muncul dengan dikelilingi oleh berbagai penjelmaan dari kengerian perang tetapi dalam Odyssey karakternya agak sedikit melunak. Ares juga terlibat dalam pendirian kota Thebes. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Nama Mars menjadi nama salah satu planet yang dekat dengan bumi dan memiliki 2 bulan yang dinamai berdasarkan nama pengawalnya(Phobos dan Deimos). Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya.



10. Artemis

Artemis(Ἄρτεμις) dalam mitologi Yunani adalah dewi perburuan, alam liar, hewan liar, keperawanan, dan perbukitan. Dia adalah pembawa dan penghalau penyakit pada perempuan serta merupakan Dewi yang menolong dalam proses kelahiran. Dia merupakan putri dari Zeus dan Leto, serta saudari kembar Apollo. Dia digambarkan sebagai pemburu dan membawa busur serta anak panah. Rusa dan pohon siprus dikeramatkan baginya. Menurut beberapa pendapat, Artemis berasal dari masa pra-Yunani.
Pada perkembangan selanjutnya Artemis dihubungkan dengan Selene, dewi bulan Yunani yang sering digambarkan dengan bulan sabit di kepalanya. Pada akhir masa Hellenistik, dia juga dianggap sebagai dewi kelahiran(diadaptasi dari tugas Eileithyia). Dalam mitologi Romawi dia dikenali sebagai Diana dan dalam mitologi Etruska dia dikaitkan dengan dewi Artume. Selain itu, dia juga dikaitkan dengan dewi Hekate.


9. Athena

Athena atau Athene(Ἀθηνᾶ, Athēnā, Ἀθηναία, Athēnaia; Ἀθηναίη, Athēnaiē; Ἀθήνη, Athēnē, Ἀθάνα, Athana, Minerva), juga disebut Pallas Athena atau Pallas Athene(Παλλάς Αθηνά; Παλλάς Άθήνη) dalam mitologi Yunani adalah dewi kebijaksanaan, strategi, dan perang. Athena juga dikenal sebagai dewi yang menolong para pahlawan. Athena adalah seorang dewi yang terlahir sebagai perempuan dewasa dan tak pernah digambarkan sebagai anak kecil. Athena tidak memiliki suami atau kekasih sehingga disebut sebagai parthenos(perawan), Hefaistos pernah mencoba memperkosanya namun gagal. Kuil Parthenon di kota Athena, Yunani adalah kuilnya yang paling terkenal.
Menurut legenda, Athena adalah putri kesayangan Zeus(dewa terkuat). Ibunya adalah dewi Metis yang merupakan dewi pemikiran, dan kepandaian, serta terkenal sebagai dewi kebijaksanaan. Athena diberkahi kekuatan oleh ayahnya, kepandaian, dan kebijaksanaan oleh ibunya.
Dalam legenda lain Pallas dianggap sebagai ayahnya, maka ia sering diberi gelar Pallas Athena(Παλλάς Αθηνά). Selain itu juga ada yang menyebutkan kalau Athena berhasil membunuh Pallas dalam perang Dewa melawan Titan sehingga diberi gelar Pallas Athena.
Athena pernah mengubah Medusa yang asalnya seorang gadis cantik menjadi monster. Di kemudian hari Perseus memenggal kepala Medusa dan memberikannya pada Athena, sang dewi lalu memasang kepala Medusa pada perisainya atau pada Aigis.
Athena dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka yang bernama Menrva dan kemudian diadaptasi oleh orang Romawi sebagai Minerva. Athena ditemani oleh seekor burung hantu kecil dan dewi kemenangan, Nike. Dia juga sering digambarkan memegang tombak.


8. Demeter

Dalam mitologi Yunani, Demeter(Δημήτηρ, Dēmētēr) merupakan dewi pertanian dan kesuburan. Demeter mengendalikan panen, kesuburan tanah, musim(dilambangkan dengan Horai), dan gandum. Demeter merupakan putri dari Kronos dan Rhea. Setelah lahir, Demeter dan saudara-saudaranya ditelan oleh Kronos, yang takut jika suatu saat nanti tahtanya akan digulingkan oleh anak-anaknya. Demeter diselamatkan oleh Zeus dan kadang-kadang disebut sebagai salah seorang dewa Olimpus menggantikan Hades karena Hades lebih sering berada di dunia bawah. Demeter adalah dewi yang mengajari manusia bercocok tanam sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu dan meramunya menjadi bercocok tanam. Rambut Demeter melambangkan bulir-bulir gandum yang merupakan simbolnya. Demeter juga digambarkan mengenakan polos, mahkota berbentuk lingkaran yang dikenakan oleh para dewi. Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang menjadi istri dari Hades. Konon, kisah Persefone ini merupakan asal mula timbulnya empat musim. Saat Persefone tinggal bersama Hades, Demeter bersedih dan bumi mengalami musim dingin. Sementara ketika Persefone tinggal bersama Demeter, Demeter berbahagia dan saat itulah terjadi musim semi. Demeter dan Persefone merupakan figur utama dalam kelompok pemujaan rahasia, Misteri Eleusis. Dalam kebudayaan Romawi, Demeter dikenal dengan nama Ceres. Kemungkinan nama Ceres ini merupakan sumber inspirasi dari sebuah merk bahan makanan berlapis coklat yang sering digunakan untuk melapisi roti. Bahan makanan tersebut terbuat dari coklat berbentuk seperti butiran padi.
Yang menarik adalah ternyata Indonesia, khususnya Jawa memiliki sosok dewi yang mirip dengan karakter Demeter yaitu Dewi Sri yang dikenal sebagai dewi kesuburan.


7. Hades

Hades(ᾍδης, Hadēs, Ἅιδης, Háidēs) adalah dewa dunia bawah dalam Mitologi Yunani. Hades merupakan putra tertua dari Kronos dan Rhea. Dia bersama saudara-saudaranya mengalahkan para Titan dan mengambil alih kekuasaan atas dunia. Zeus, Poseidon, dan Hades melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan dan Hades mendapat dunia bawah. Karena asosiasinya dengan dunia bawah, Hades sering dianggap sebagai dewa kematian meskipun bukan. Hades juga kadang-kadang disebut sebagai dunia bawah itu sendiri.
Dalam mitologi Romawi Hades disebut sebagai Pluto, Dis Pater, dan Orkus. Sedangkan dalam mitologi Etruska dewa padanannya adalah Aita. Simbol yang diasosiasikan dengan Hades yaitu Helm Kegelapan dan anjing berkepala tiga, Kerberos.
Istilah Hades dalam kekristenan dan dalam Bahasa Yunani Koine serupa dengan sheol dalam ajaran Yahudi(שאול, kuburan atau lubang di bumi) dan merujuk pada tempat untuk roh manusia. Sementara konsep neraka dalam agama Kristen lebih mirip dengan konsep Tartaros dalam mitologi Yunani, bagian dari Hades yang suram, dan mengerikan, serta digunakan sebagai tempat penyiksaaan juga penderitaan.



6. Hefaistos

Hefaistos(Ἥφαιστος, Hēphaistos) dalam mitologi Yunani adalah dewa teknologi, pandai besi, pengrajin, pemahat, logam, metalurgi, api, dan gunung berapi. Dalam mitologi Romawi dia dikenal sebagai Vulkanus. Hefaistos adalah putra dari Zeus dan Hera. Dia adalah dewa yang pincang. Dia beperan sebagai pandai besi bagi para dewa dan sering membuat berbagai alat dan senjata yang sangat berguna bagi para dewa. Hefaistos disembah di semua pusat industri dan manufaktur di Yunani terutama di Kota Athena. Bengkel dan pusat pemujannya terletak di pulau Lemnos. Simbolnya adalah palu, landasan besi, dan penjepit. Dia juga kadang-kadang digambarkan sedang memegang kapak. Terdapat kuil Hefaistos yang terletak di dekat agora kota Athena.



5. Hera

Hera(Ἥρα atau Ἥρη) adalah dewi pernikahan dalam mitologi Yunani. Hera merupakan kakak perempuan sekaligus istri Zeus. Hera adalah anak dari Kronos dan Rhea yang merupakan salah satu dari 12 Dewa Olimpus. Dalam mitologi Romawi, Hera dihubungkan dengan Juno. Sapi dan merak adalah hewan yang dikeramatkan untuknya. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Hera sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos(mahkota berbentuk lingkaran yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi besar).
Hera dikenal atas sifatnya yang pencemburu dan pendendam, terutama pada selingkuhan serta anak-anak Zeus. Hera juga pernah murka pada Pelias karena melakukan pembunuhan di kuil Hera dan pada Paris yang tidak memilih Hera sebagai dewi tercantik.


4. Hermes

Hermes(Ἑρμῆς) adalah dewa pembawa pesan dalam mitologi Yunani. Hermes dilahirkan di Gunung Kellina di Arkadia. Hermes adalah anak dari Zeus dan Maia serta merupakan salah satu dewa Olimpus. Hermes adalah pelindung daerah perbatasan, para pengelana, gembala, pencuri, penipu, pidato, sastra dan puisi, olahraga, pengukuran, penemuan, serta perdagangan. Simbolnya meliputi kura-kura, ayam jantan, sandal bersayap, topi bersayap, dan kadukeus(tongkat yang dia dapat dari Apollo atas penemuan Lira). Dalam mitologi Romawi, Hermes dikenali sebagai Merkurius, dewa perdagangan yang diadaptasi dari mitologi Etruska.
Selain menemukan lira, Hermes juga dipercaya menemukan berbagai jenis olahraga seperi gulat, balap, dan tinju sehingga dianggap sebagai dewa atletik. Hermes melidungi para olahragawan dan membantu atlet yang terluka. Para pelancong juga memberikan persembahan pada Hermes sebelum bepergian supaya perjalanan mereka aman.
Sebagai dewa pembawa pesan, Hermes bertugas mengantarkan pesan dari para dewa di Olimpus kepada manusia. Dia mengenakan sandal bersayap dalam menjalankan tugasnya. Tugas membawa pesan juga dilakukan oleh Dewi Iris.
Hermes juga bertugas membantu para roh menemukan jalan menuju dunia bawah. Hermes adalah salah satu dewa yang bisa dengan bebas keluar-masuk dunia bawah tanpa halangan, dewa lainnya yang bisa melakukan hal tersebut adalah Hades, Persefone, Hekate, dan Thanatos.
Hermes adalah dewa termuda kedua di antara dewa Olimpus setelah Dionisos. Pada malam setelah dia lahir, dia mencuri ternak milik Apollo. Hermes berhubungan dengan Afrodit dan memiliki anak bernama Hermafroditos.


3. Hestia

Dalam mitologi Yunani, Hestia(Ἑστία) adalah dewi perapian dan keluarga. Hestia adalah anak tertua dari Kronos dan Rhea. Hestia menerima persembahan pertama dalam setiap ritual dalam rumah tangga. Tungku perapian merupakan tempat suci untuknya. Dia digambarkan sebagai perempuan sederhana yang berkerudung. Dia duduk di singgasana kayu polos dengan bantal wol putih. Orakel Delfi awalnya merupakan tempat suci Hestia sebelum diambil alih oleh Apollo.
Dalam Mitologi Romawi dia dikenal sebagai Vesta, dewi yang juga melambangkan perapian. Tidak banyak informasi mengenai Hestia dalam mitologi dan sastra kuno, tetapi Hestia dan Vesta merupakan dewi yang penting dalam kebudayaan Yunani atau Romawi kuno.


2. Poseidon

Dalam mitologi Yunani Poseidon(Ποσειδῶν) dikenal sebagai dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trisula yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Trisula tersebut dibuat oleh para Kiklops semasa Titanomakhia. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh hippokampos(makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amfitrit dan memiliki anak bernama Triton. Poseidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.
Dewa laut Nethuns dalam mitologi Etruska diadopsi ke dalam mitologi Romawi sebagai Neptunus: keduanya merupakan dewa padanan bagi Poseidon. Poseidon sudah dipuja di Pylos dan Thebes sejak zaman perunggu Yunani sebagai saudara Zeus dan Hades. Ada sebuah Himne Homeros untuk Poseidon. Poseidon mempunyai banyak anak. Poseidon merupakan pelindung bagi banyak kota di Yunani, meskipun dia gagal mendapatkan Kota Athena. Binatang kesukaannya adalah kuda dan banteng. Pohon pinus dikeramatkan baginya.


1. Zeus

Zeus(Ζεύς) atau Dias(Δίας) adalah raja para dewa dalam mitologi Yunani. Dalam Theogonia karya Hesiodos, Zeus disebut sebagai “Ayah para Dewa dan manusia”. Zeus tinggal di Gunung Olimpus. Zeus adalah dewa langit dan petir. Simbolnya adalah petir, elang, banteng, dan pohon ek. Zeus sering digambarkan oleh seniman Yunani dalam posisi berdiri dengan tangan memegang petir atau duduk di tahtanya. Zeus juga dikenal di Romawi Kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Zeus adalah anak dari Kronos dan Rea serta merupakan yang termuda di antara saudara-saudaranya. Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi dewi penikahan. Zeus terkenal karena hubungannya dengan banyak wanita dan memiliki banyak anak. Anak-anaknya antara lain Athena, Apollo, dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helene, Minos, serta Mousai.
Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi dewa penguasa lautan, dan Hades yang menjadi dewa penguasa dunia bawah(alam kematian). Pendapat lain mengatakan bahwa pembagian tersebut dilakukan berdasarkan undian yang dilakukan tiga dewa tersebut.
Zeus dikaitkan dengan dengan dewa Jupiter dari mitologi Romawi, dewa Amun dari mitologi Mesir, dewa Tinia dari mitologi Etruska, dan dewa Indra dari mitologi Hindu. Zeus, bersama Dionisos dihubungkan dengan dewa Sabazios dari Frigia yang dikenal sebagai Sabazius di Romawi.

Nah itu tadi daftar Dewa-Dewi Yunani yang bisa kalian jadikan sebagai referensi. Usahakan kalian memilih Deity yang sesuai dengan tuntunan suara hati kalian, jangan mementingkan gengsi atau ingin ikut-ikutan yang lain.

Sumber:

Postingan Populer