Senin, 28 Januari 2019

MAGICK TODAY #11: TALISMAN MAGNET UANG - Fungsi dan Cara Pembuatannya

Merry meet... Namaste...

Apa kabar, Wiccan dan Witches? Bagaimana hari kalian? Semoga selalu dilimpahi berkat dan nikmat oleh Dewa dan Dewi serta Semesta.

Setelah beberapa waktu lalu aku membahas tentang Amulet Proteksi, kali ini aku akan membahas tentang saudara dari Amulet, yaitu Talisman.
Jika Amulet berfungsi untuk proteksi, Talisman sendiri lebih menekankan fungsinya untuk menarik sesuatu; entah itu energi positif, kemakmuran, kesuksesan, ketenaran, dll.



Kita mulai dari pengertiannya dulu. Apa sih itu Talisman??? 
- Talisman adalah suatu objek yang dipercaya memiliki suatu kuasa untuk memberikan keberuntungan atau perlindungan bagi pemiliknya dari kejahatan. 
- Talisman juga dapat berarti sebuah objek yang dibuat atau diberkati dengan tujuan untuk merepresentasikan suatu tujuan dari pembuatnya.
- Pengertian lainnya adalah: Talisman merupakan objek yang dibuat atau diberkati yang fungsinya untuk menarik atau mendatangkan suatu hal yang sesuai dengan tujuan pembuatnya.

Dari semua pengertian  yang bervariasi itu, intinya sama. Talisman digunakan untuk menarik sesuatu. Bentuk Talisman bisa bermacam-macam. Ada bentuknya gulungan berisi doa-doa atau mantra, bisa berupa objek atau simbol-simbol spiritual, hingga berupa perhiasan atau aksesoris seperti kalung, cincin, atau gelang. Umumnya, Talisman dibuat dalam bentuk aksesoris dan dibuat dengan bahan logam dan batuan-batuan mulia yang memiliki energi. Dan, pepmbuatannya pun sangat mendetail dan penuh filosofi dalam setiap detailnya.

Akan tetapi, yang akan aku bagikan kepada kalian bukan Talisman yang berupa kalung, geang atau cincin. Itu terlalu mahal. Kita akan membuat Talisman dari bahan yang ada, tapi biar pun begitu ada nilai filosofinya juga. Ohya, Talisman yang akan kita buat kali ini adalah Talisman Magnet Uang (Money Magnet Talisman). Bahan-bahannya seperti ini:

- kunyit sebesar kelingking
- selembar uang kertas dan satu uang koin (berapa saja)
- benang
- kayu manis yang sudah dihaluskan
- kain hitam secukupnya (kira-kira 20cm x 20cm).
- hari kamis + Hour of Venus
- lilin dan korek api
- selembar kertas berisi afirmasi

Cara pembuatan:
Tahap #1;
- casting circle 'memasang lingkaran suci'.
- memanggil empat penjaga penjuru.
- memanggil Dewa/Dewi yang utama dalam panteon kalian. Mohonlah restu kepada beliau agar ritual kalian berjalan lancar.
- memanggil Dewa/Dewi yang berkaitan dengan kemakmuran atau kekayaan. Mohonlah pada beliau untuk datang dan mendengar doa harapan kalian.
- memanggil penguasa 'Hour of Venus', yaitu Dewi Venus sendiri. Mohonlah agar beliau meminjamkan kuasa kepada kalian untuk memanifestasikan keinginan kalian.
- duduk dalam posisi yang nyaman untuk mengumpulkan energi. Bisa dengan meditasi beberapa menit atau merapalkan mantra atau doa secara berulang-ulang.

Tahap #2;
- nyalakan lilin
- baca afirmasi, lalu bakar
- bungkus uang koin dengan uang kertas sambil terus mengucapkan afirmasi.
- ambil kunyit, satukan dengan uang menggunakan benang. Sambil melilitkan benang pada kunyit dan uang, terus ucapkan afirmasi.
- letakkan kunyit yang telah disatukan dengan uang tadi di tengah-tengah kain hitam.
- taburkan bubuk kayu manis
- lipat dan ikat kain dengan erat

Tahap #3;
- ucapkan terima kasih kepada; Dewi Venus, Dewa/Dewi kekayaan/kemakmuran yang kalian panggil, dan kepada Dewa/Dewi utama dalam panteon kalian. Serta ucapkan terima kasih kepada empat penjaga penjuru, kembalikan mereka ke asalnya.
- hapus  lingkaran suci
- matikan lilin

Tahap #4;
lupakan kalau kamu pernah membuat Talisman, serahkan semuanya pada Semesta. Jalani hidup seperti biasa. Tetap rajin berusaha, bekerja, dan berdoa.

Nah, itu dia untuk hari ini. Semoga bermanfaat.
Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca dan akhir kata...

Blessed be!

Jumat, 11 Januari 2019

MAGICK TODAY #10: Konjurasi VS Pemanggilan

Merry meet... Namaste...

Apa kabar saudara-saudari Wiccan dan Witches? Bagaimana sejauh ini hari kalian di tahun 2019 ini? Semoga seperti yang kalian harapkan yaaa...

Langsung saja, hari ini aku akan membahas Konjurasi dan Summoning. Aku ingatkan lagi, semua yang aku bahas di sini adalah berdasarkan pandangan pribadiku. Jadi, mungkin akan sama atau sama sekali berbeda dengan kalian. Oh ya, jangan lupa untuk baca Evokasi VS Invokasi juga.



Konjurasi (Ing: Conjuration) adalah salah satu spellwork yang dilakukan dengan cara merapalkan mantra atau doa-doa untuk mengundang satu entitas (tingkat rendah) yang kemudian disegel dalam suatu vesel atau wadah.

Di sisi lain, Konjurasi juga dapat disebut 'mengadakan' yang artinya kita memvisualkan satu entitas yang belum ada dan mengadakannya melalui mantra, afirmasi, atau doa-doa lalu menyegel entitas tersebut ke dalam satu vesel atau tidak sama sekali.

Sedangkan Summoning berarti memanggil entitas yang sudah ada untuk datang dan menunjukkan wujudnya di hadapan kita sebagai pemanggil.

Lesser Key Of Solomon adalah buku yang terkenal membahas tatacara pemanggilan 72 Goetia Demon yang melegenda. Di dalam buku itu dikatakan bahwa jika ritual yang dilakukan benar-benar berhasil, maka Sang Demon akan benar-benar hadir dan menunjukkan wujudnya di hadapan kita. Selain Lesser Key Of Solomon, ada juga buku yang bernama Book Of Abramelin yang berisi tatacara untuk memanggil Guardian Angel kita atau Angel secara umum.

Tidak hanya merujuk pada entitas tingkat tinggi, summoning juga bisa digunakan untuk memanggil entitas tingkat rendah tanpa perlu menyegelnya ke dalam suatu vesel.

Dari kedua itu, yang pernah aku lakukan adalah konjurasi. Yang mana saat itu aku menciptakan atau mengadakan makhluk spiritual yang sebelumnya belum ada dari energi dan visualisasiku yang kujadikan sebagai familiar spirit. Aku pribadi belum berani untuk summoning, karena dibutuhkan pengalaman dan juga guru pembimbing. Ditambah lagi, aku mash belum menemukan situasi atau keadaan yang mengharuskanku men-summon mereka.



Dibandingkan dengan Konjurasi, Summoning jauh lebih berbahaya. Karena yang disummon cenderung makhluk yang memiliki energi luar biasa besar, demon semisal. Jika kita tidak punya punya power yang besar untuk mengendalikan mereka, maka kitalah yang akan dikendalikan. Celakanya, nyawa kita taruhannya. Mungkin kalau yang di-summon makhluk yang berceceran di jalanan sedikit lebih aman. Tapi tetap saja, aku pribadi enggan melakukan hal itu saat ini, nggak tahu kalau besok hahaha...

Aku peringatkan untuk yang baru belajar Wicca atau Witchcraft, sebaiknya jangan lakukan summoning apa pun tanpa pendampingan. Jangan melakukan summoning hanya karena penasaran dan coba-coba. Itu sangat BERAHAYA!!!

Oke, segitu saja untuk hari ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata...

Blessed be!

Selasa, 01 Januari 2019

Divinasi #5: 2019, Tahunnya Matahari dan Air

Merry meet... Namaste...

Selamat Tahun Baru 2019 untuk teman-teman sekalian. Semoga kita semua menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan semua harapan bisa dikabulkan. Blessed be!

Berhubung ini adalah hari pertama di tahun 2019, maka aku akan memberikan sebuah bacaan tarot. Langsung saja, demikian ini bacaannya.




Kartu yang muncul adalah: 
6 of Cups, Wheel of Fortune, 4 of Cups. 
The Sun, 8 of Swords, 6 of Wands. 
Page of Cups, 9 of Swords, 6 of Swords. 

Tahun ini akan jadi tahun yang buruk. Banyak penyesalan, kesedihan, ketakutan, dan juga penderitaan. Semua orang terjebak dalam ketidak berdayaan. Tak tahu apa yang harus dilakukan untuk diri mereka sendiri. Mereka yang mencoba membantu yang lain harus rela mengorbankan dirinya sendiri. 

Air akan datang dari sarang mereka, lari berarak-arakan menyerbu daratan. Mereka datang untuk menyantap makhluk-makhluk yang buta karena kebanggaan. Dari situ akan ada awal baru. Mereka yang diselamatkan harus mengambil hikmah dari semua ini dan memulai awal baru. Dan, yang pasti mereka juga harus mulai menghargai alam. 

Akan datang pula masa di mana matahari mengeringkan segalanya. Yang menjadi sumber kehidupan akan berbalik menjadi penyebab kehancuran dan penderitaan. Yang diselamatkan dari pencobaan ini akan mendapatkan hidup dan harapan baru. 
Sebagian tempat memang kering, tapi sebagian lagi masih menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Dan pada akhirnya tempat itu akan menjadi satu tujuan semua orang. 
Akan ada perselisihan dan perebutan, tapi akan ada yang menjadi penengah dan menuntun di depan. Apa yang masih alam sediakan akan dibagi dengan rata. 

Seorang Tukang Kayu akan diberikan satu hadiah yang mana dia harus menjaga hadiah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Karena nasibnya telah menjadi kehendak Surga. 
Ini bukan hanya keberuntungan yang besar, mungkin juga sebuah kehormatan. Seorang Tukang Kayu biasa bisa mendapatkan anugerah dari Surga.
Iblis-iblis jahat mulai memasang mata jahat pada si Tukang Kayu, mencoba merebut anugerah dari Surga. Ini adalah pertempuran si Tukang Kayu dengan musuh-musuh berjubah rohani. Langit akan mencatat semuanya dan memberikan pembalasan pada hari yang telah ditentukan.
.

Apa kalian sudah mendapatkan jawabannya kenapa tahun ini kusebut "Tahun Air dan Matahari"?
Karena tahun ini, Sang Baruna dan Sang Surya-lah yang diberikan kuasa oleh TUHAN untuk memberikan pencobaan kepada kita. Jadi, sepanjang tahun ini kita harus banyak-banyak berkontemplasi. Setiap hal yang terjadi memiliki alasan dan tujuan. Kita harus mulai memikirkan dan bertanya pada diri kita masing-masing, apakah kita sudah sedemikian bobroknya sehingga alam mulai memutuskan untuk menjadi keji kepada kita? Apakah kita sudah cukup menghargai alam sebagai tanah tempat berpijak dan sumber kehidupan kita? Apa yang sudah kita berikan kepada alam ini sebagai ucapan terima kasih atas segala yang telah kita ambil dari-Nya tanpa henti? Sebenarnya siapa yang membutuhkan siapa, apakah kita yang membutuhkan alam atau alam yang membutuhkan kita?

Ibu Bumi saat ini memang sedang sakit. Sakit karena ulah manusia-manusia bodoh seperti kita. Tanpa bantuan kita, Dia sebenarnya mampu menyembuhkan dirinya sendiri. Kenapa tidak? Dia sudah melewati masa-masa berat sejak jaman awal mula sebelum ada tumbuhan ataupun binatang hingga kiamat jaman dinosaurus. Dia bisa pulih dan bangkit, bahkan Dia jadi semakin cantik setiap berhasil bangkit dari sakitnya.
Dulu dia sakit karena memang sudah saatnya bagi dia untuk mati dan lahir kembali menjadi bumi yang baru, itu terjadi karena kehendaknya sendiri. Tapi sejak manusia ada, segala sakit yang dia derita ini adalah ulah kita. Kita meracuninya, menggundulinya, menyayat-nyayat tubuhnya, mengeruk isi perutnya tanpa henti.
Mungkin selama ini menahan dirinya selama mungkin untuk tidak membunuh dirinya sendiri lalu terlahir kembali, Dia menunggu sembari berharap kalau-kalau manusia yang sudah Dia anggap sebagai anaknya akan sadar atas segala yang mereka lakukan. Manusia itu makhluk berhati nurani dan berakal budi, bukan seperti dinosaurus yang bisa Dia kembalikan ke dalam rahimnya setelah masa berkuasa mereka usai. Semenjak TUHAN menjadikan manusia sebagai penguasa atas bumi, Sang Bumi berjanji untuk menyayangi kita bagai anak-anaknya. Meskipun pada akhirnya Dia harus jadi seperti ini.

Dia menahan rasa sakitnya seorang diri. 
Dia menjerit, namun tiada telinga yang mendengar.
Dia merintih, namun tiada hati yang terketuk.
Kita telah menjadi tuli seperti hutan dan lautan.
Hati kita sudah mengeras bagai gunung dan gurun.

Di sini, kitalah yang bersalah. Kita harus malu pada TUHAN, malu pada alam. TUHAN menjadikan kita manusia, makhluk yang katanya paling sempurna sebagai penguasa atas bumi, bukan untuk merusak melainkan melestarikan. Kita lihat saja kalau Ibu Bumi mulai kehabisan kesabaran dan tak sanggup lagi menahan rasa sakitnya, lalu memutuskan untuk mengakhiri semuanya, nanti siapa yang paling menderita. Bukan tumbuhan atau binatang, tapi kitalah yang akan merasakan penderitaan. Ketika bumi mulai menghancurkan dirinya sendiri, siapa yang akan celaka. Sudah pasti kita!

Kita harus mulai menghargai alam dan membantunya untuk sembuh. Kita bisa melakukan apa saja yang sesuai dengan kemampuan kita. Kita harus mulai menyelaraskan diri kita dengan alam ini.
Untuk kita para Wiccan, Pagan, Witches, Shaman, Druid, dll, bisa melakukan penyelarasan dan penghormatan kepada alam; panjatkan doa-doa berisi pujian dan ucapan terima kasih atas semua jasa-Nya; memberikan persembahan (tentunya yang aman bagi alam); Kita juga harus berdoa kepada Leluhur agar membantu kita agar mampu menyelaraskan diri dengan alam; sebagai makhluk yang didaulat sebagai "cahaya bagai selruh alam" maka kita juga harus mendoakan semua makhluk, yang baik atau jahat, tampak maupun tidak tampak agar semuanya berkerja sama menyelaraskan alam ini. Mungkin kelihatannya apa yang aku sebutkan ini tampak sia-sia jika dibandingkan dengan usaha pelestarian alam secara umum. Tapi, sebenarnya ini sama baiknya seperti pelestarian alam secara umum.
Energi yang kita pancarkan dari doa-doa, pujian, dan pengabdian kita akan terakumulasi dan menjadi energi penyembuh dan penyelaras bagi alam ini. Semua ini bukan demi alam, tapi demi kemaslahatan kita sendiri.

Aku rasa cukup sampai di sini sharing untuk hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata ...


Blessed be!

Postingan Populer