Minggu, 22 Maret 2020

Patron #3: Dewa Cernunnos, The Horned God

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Apa kabar, Witches dan Wiccan? Semoga selalu dalam limpahan berkah.
Kali ini aku akan membahas Dewa Cernunnos 'The Horned God' sesuai pandanganku.

Siapa itu Dewa Cernunnos?

Dewa Cernunnos adalah salah satu dewa dalam Mitologi Seltik. Dia menjadi personifikasi sisi liar dari Ibu Bumi atau Sang Alam. Ibu Bumi yang kita kenal adalah aspek feminin dari alam, dan Dewa Cernunnos adalah aspek maskulinnya. Sang Dewa merupakan penguasa alam liar, hutan dan lembah, bapak bagi semua hewan buas atau hewan liar; dewa kesuburan, seksualitas, kekayaan, kebangkitan, dan Alam Baka.

Dalam Mitologi Yunani dan Romawi, dewa ini disamakan dengan Pan (Yunani) dan atau Faun (Romawi). Dalam Mitologi Hindu, salah satu perwujudan Dewa Shiwa, yaitu Pasupati juga diidentikkan dengan Dewa Cernunnos.


Wujud dewa ini merupakan perpaduan antara rusa jantan dan manusia, terkadang kambing gunung dan manusia. Bagian kakinya kaki rusa/kambing, badannya manusia, kepalanya kadang manusia dengan tanduk rusa/kambing atau memang kepala rusa/kambing.
Dia sering digambarkan dikelilingi oleh hewan-hewan liar seperti pada gambar di atas.

Kenapa Dewa Cernunnos adalah The Horned God?

Nama Cernunnos sendiri artinya "yang bertanduk", jadi sudah jelas kalau istilah The Horned God didapat dari sana. Tapi tanduk itu bukan hanya sebagai hiasan belaka. Itu memiliki filosofi. Tanduk itu menandakan bahwa Sang Dewa adalah raja di alam liar; raja hutan, gunung, dan lembah, juga rajanya hewan liar. Selain itu, tanduknya juga melambangkan dualitas dirinya, sebagai: cahaya dan kegelapan, kematian dan kebangkitan.

Siapa permaisuri Sang Dewa?

Dalam Wicca, permaisuri dari Dewa Cernunnos adalah The Triple Goddess. Namun, beberapa literatur menyebutkan dengan jelas siapa permaisuri yang dimaksud, yaitu Aradia dan terkadang Diana. Keberadaan Dewa Cernunnos dan Aradia/Diana adalah wujud keseimbangan yang dijunjung Wicca, di mana Divine Masculine dan Divine Feminine sama-sama ditinggikan.
Akan tetapi, pada praktiknya saat ini, kebanyakan Wiccan hanya memuja masing-masing wujud dari Triple Goddess, meskipun ada juga yang memuja dewa-dewa tertentu selain The Horned God, seperti: Odin, Horus, Osiris, Apollo, Hermes, Dionysus, dll. Tidak dapat dipungkiri kalau mayoritas Wiccan memang memiliki keterikatan yang kuat dengan Divine Feminine, dalam hal ini Triple Goddess dan wujud-wujudnya, tanpa merendahkan atau meniadakan kedudukan Divine Masculine. Ada Wiccan yang mendedikasikan altar mereka untuk The Horned God dan The Triple Goddess, tapi ada juga yang hanya menempatkan The Triple Goddess saja atau sebaliknya.

Apa hubungan The Horned God dengan The Devil?

Dalam Paganisme maupun Neo-pagan, konsep The Devil tidak ada. The Devil adalah konsep yang dibawa oleh agama Kristen/Katholik.
Pada masa itu, pemujaan pada The Horned God (Pan, Faun, Cernunnos) sangatlah dominan. Pengikutnya pergi ke hutan saat malam, telanjang, mengolesi tubuh dengan minyak tertentu, lalu menari mengelilingi api. Para Misionaris melihat itu sebagai pemujaan terhadap The Devil, karena mereka melihat bahwa dewa tersebut memiliki kualitas yang sama dengan konsep The Devil dalam Alkitab. Dari situlah The Horned God kemudian diidentikkan dengan The Devil. 

Lalu apakah berarti benar The Horned God adalah The Devil? Itu tergantung pada siapa kalian bertanya. Aku akan mejawab TIDAK.

Disclaimer: Akan sedikit panjang dan OOT.

Aku pribadi, tidak memercayai adanya The Devil dalam kapasitasnya sebagai suatu entitas maha jahat dan musuh umat manusia serta "Tuhan". Tapi, aku percaya adanya Satan "The Adversary" sebagai personifikasi kualitas-kualitas buruk dalam diri manusia yang harus dikendalikan.

Sejauh yang aku tahu, entitas yang sering dikaitkan dengan The Devil adalah Lucifer. Padahal, Lucifer itu sendiri bukanlah nama suatu entitas, melainkan julukan untuk entitas apa pun yang berfungsi sebagai pembawa cahaya. Itulah arti kata Lucifer "pembawa cahaya", Apollo dijuluki Lucifer dan Diana dijuluki Lucifera.

Ketika Alkitab diterjemahkan ke bahasa Latin, saat itulah istilah Lucifer ada, yang mana kata asli dalam bahasa Ibraninya adalah Helel atau Heylel "Yang Bersinar", dan julukannya adalah Heylel Ben Syachar "Dia Yang Bersinar Putra Bintang Fajar" lalu dalam bahasa Inggris menjadi Lucifer Morningstar.

Heylel adalah entitas dalam golongan malaikat. Dia sangat indah, sehingga menjadi angkuh dan membanggakan dirinya lebih indah dari golongannya, Seraphim. Karena keangkuhannya itulah tuhan marah dan membuangnya. Bagiku, Heylel bukanlah The Devil, hanya dewa yang disalahpahami. Dia tidak sepenuhnya jahat, karena ada juga sisi baiknya.

Selain Helel, ada kandidat lain yang akhirnya dikaitkan dengan The Devil, yaitu Satanael 'Dia yang jauh dari Tuhan' atau 'Musuh Tuhan'. Jangan bingung antara Satan sebagai istilah untuk menyebut musuh-musuh manusia, dengan Satanael anggota The Adversary (Satan). Siapa sih yang dimaksud The Adversary? Dalam pandanganku, mereka adalah personifikasi Tujuh Dosa Pokok atau dalam agama Hindu ada yang disebut Sad Riphu.

Bagaimana kisah Satanael sampai bisa diindentikkan dengan The Devil. Itu karena dia tidak mau berlutut kepada Adam, dia dipenuhi kemarahan, karena itulah dia jatuh dari rahmat tuhan dan menjadi anggota The Adversary.

Masih belum selesai. The Devil dalam Islam disebut Azazil/Izazil. Dalam Book of Enoch, Azazel adalah malaikat golongan pengawas. Dia dan malaikat pengawas lainnya mengawasi bumi, lalu jatuh cinta pada manusia dan kawin dengan mereka. Karena itulah Azazel dan bawahannya dihukum. Kesalahan Azazel--setidaknya itu menurut tuhan--tidak hanya itu, dia mengajarkan manusia cara membuat senjata, baju zirah, dan mengajarkan wanita untuk berdandan dan membuat wangi-wangian. Sedangkan dalam Islam, Azazel diusir dari surga karena tidak mau bersujud kepada Adam. Konon, setelah kejatuhannya, Azazel menjadi raja dari semua bangsa jin.

Satu lagi, menurutku, kalau memang The Devil itu harus ada, maka Samael orangnya. Karena levelnya jauh di atas Heylel, Satanael maupun Azazel. Samael adalah nama malaikat dalam budaya Yahudi. Namanya berarti "Racun Tuhan", sejak diciptakan, dia memang bertugas untuk memfitnah, membujuk, dan menghancurkan. Dia tidak pernah jatuh dari rahmat seperti Heylel, Satanael, dan Azazel. Sifatnya dari awal memang begitu, karena dia merupakan manifestasi dari aspek kegelapan dari tuhan atau Alam Semesta ini. Tapi, itu tidak lantas membuatnya pantas disebut The Devil, lebih tepatnya seorang dewa, karena dewa itu sama saja seperti manusia--punya nafsu dan terkenai dualitas.

Abaddon/Apollyon 'Malaikat Jurang Maut', Beelzebub, dan Asmodeus juga diidentikan sebagai The Devil. 

Jadi, kesimpulannya, The Devil itu bukan makhluk, melainkan suatu ide atau konsep yang menjadi pasangan dari konsep Ketuhanan; Kegelapan dan Cahaya. Semua entitas di atas disebut The Devil, karena memiliki kualitas atau aspek-aspek yang berlawanan dengan tuhan dalam Agama Samawi.

Dari penjelasan panjang lebar di atas kalian sudah bisa menyimpulkan apakah The Horned God itu The Devil atau bukan.
.

Nah, itu tadi tentang The Horned God. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata...

Blessed be!

Minggu, 15 Maret 2020

Pantheon #3: Dewa-dewi Mesir Kuno

 Merry meet, Namaste, Rahayu...

Mitologi Mesir Kuno adalah salah satu mitologi favoritku, setelah Hindu dan Greco-Roman. Jadi, pada kesempatan ini aku akan menambah koleksi pantheon di Biara Wicca.


1). Ra


Ra, adalah makhluk primordial. Beliau adalah satu dari 4 dewa matahari primordial, pancaran dari ATEN. Dalam pantheon Kemetik (Mesir Kuno), Ra adalah dewa dari semua dewa, raja para dewa. Selain sebagai dewa matahari, Ra juga merupakan pencipta dari segala yang ada.

2). Heka


Heka adalah dewa ilmu sihir dan pengobatan. Kata "Heka" sendiri artinya "sihir" atau "how to use Ka (energi kehidupan)". Dia mengajarkan ilmu sihir dan obat-obatan. Berdasarkan mitologi, dia adalah putra dari Khnum dan Menhet. Tapi, pendapat lain mengatakan, sebenarnya Heka sudah ada semenjak para primordial ada. Dewa Ra dapat menciptakan alam semesta dikatakan menggunakan kekuatan dari Heka. Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa Heka sebenarnya juga primordial dan tidak berwujud, merupakan energi dari ketuhanan. Lalu, dia mengambil inkarnasi sebagai putra Khnum dan Menhet.

3). Tefnut

Tefnut adalah dewi kelembaban. Meskipun begitu, dia juga dikaitkan sebagai dewi bulan serta dewi matahari, yang mana merupakan mata kiri (bulan) dan mata kanan (matahari) dari Ra. Asal usul Tefnut sangat rumit dan membingungkan, tapi dalam mitologi dikatakan kalau ayahnya adalah Ra, sedangkan suaminya adalah Shu. Wujudnya digambarkan sebagai wanita berkepala singa betina, layaknya Sekhmet.


4). Shu

Shu adalah dewa angin, cahaya, dan personifikasi dari atmosfer bumi. Sebagai dewa cahaya, dialah yang menjadi representasi siang dan malam. Selain itu, dia juga digambarkan sebagai ruang kosong antara bumi dan surga. Istrinya adalah dewi kelembaban, Tefnut. Anaknya bernama Geb dan Nut. Setelah Ra turun takhta sebagai raja para dewa, Shu menggantikan ayahnya.


5). Geb

Geb adalah Bapa Bumi, putra Shu dan Tefnut. Dia adalah saudara sekaligus suami dari Nut, Ibu Langit. Setelah Shu turun takhta, Geb menggantikan ayahnya sebagai pharaoh generasi ketiga. Hubungannya dengan Nut tidak disetujui oleh kedua orang tua mereka, Shu dan Tefnut. Lalu, Shu memisahkan keduanya, dan Shu menjadi pembatas antara Geb dengan Nut. Bersama Nut, dia memiliki empat orang anak, yaitu: Osiris, Isis, Set, dan Nephthys.


6). Nut

Nut adalah dewi langit, bintang, dan kegelapan--merujuk pada luar angkasa yang gelap, serta sebagai personifikasi surga. Saudara sekaligus suaminya adalah Geb. Selain dikatakan sebagai putri Shu dan Tefnut, Nut juga disebut-sebut sebagai ibu dari Ra, sang matahari. Karena dia setiap fajar melahirkan matahari. Dalam dunia dewa-dewi hal seperti ini tidaklah mengherankan, karena dewa-dewi adalah energi dan tidak benar-benar memiliki hubungan layaknya manusia.

 7). Osiris

Osiris adalah putra tertua Geb dan Nut, sekaligus pewaris takhta dari Geb. Dia adalah pharaoh generasi keempat. Saudari sekaligus istrinya adalah Isis. Saudara dan saudari lainnya adalah Set dan Nephthys. Dalam mitologi dikatakan bahwa Nephthys juga istri dari Osiris. Ketika Osiris mati dan dimutilasi oleh Set, Isis dan Nephthys sangat berduka dan menjelajahi seluruh daratan untuk mencari potongan-potongan tubuh Osiris. Dia merupakan dewa kesuburan--berkaitan dengan sungai Nil, kematian, kebangkitan, dan alam baka.


8). Isis

Isis adalah dewi universal, atributnya sangat luas. Mulai dari sihir, kekayaan, kesuburan, cinta, kematian, ratu alam surga, dewi ibu, dan banyak lainnya. Isis adalah istri dari Osiris dan ibu dari Horus. Pemujaan Isis sangat terkenal, sama terkenalnya dengan Osiris. Dikatakan bahwa dia adalah "cetak biru" dari semua dewi dalam pantheon Mesir Kuno.

9). Set

Set adalah dewa gurun pasir dan kekacauan, serta fenomena alam seperti gerhana dan badai. Meskipun sering digambarkan sebagai dewa yang jahat, tapi sebenarnya Set juga punya sisi baik. Dia membantu roh orang mati untuk menyeberang, serta menuntun orang menuju oasis.


10). Nephthys

Nephthys adalah dewi malam, kematian, duka cita, pemakaman, dan perlindungan. Berdoa pada Nephthys dikatakan dapat membantu meringankan duka cita akibat ditinggal mati. Suaminya adalah Set, yang juga adalah saudaranya sendiri.


11). Horus

Horus adalah putra dari Osiris dan Isis. Kisah kelahirannya sangat unik. Saat Osiris mati, dia dan Isis belum punya keturunan. Jadi, saat Isis berhasil menyatukan semua tubuh Osiris, dia melakukan ritual pembangkitan. Setelah Osiris bangkit, Isis melakukan penyatuan dengan Osiris sehingga dia mengandung Horus. Horus adalah dewa udara, angin, langit, peperangan. Istrinya adalah Hathor. Dia tidak hanya sebagai dewa sesembahan orang Mesir Hulu, tapi juga mereka yang dari Mesir Hilir. Setelah mangkatnya Osiris, ayahnya, Horus naik takhta sebagai pharaoh berikutnya.


12). Hathor

Hathor adalah dewi kecantikan, cinta, langit, bintang, kesuburan, dan dewi ibu. Selain itu, dia juga dikaitakan sebagai yang mengendalikan galaksi bimasakti. Dia punya banyak julukan, seperti: Ibu para Ibu, Dewi Bintang, Dewi Kehidupan, dan banyak lagi. Pemujaannya sangat populer, bahkan hingga saat ini.


13). Anubis

Anubis adalah dewa alam baka, tapi bukan penguasa alam baka. Dia hanya sebagai penjemput orang-orang mati dan menggiring mereka untuk menyeberang. Selain itu, dia juga dikaitkan dengan ritual pembalseman dan mumifikasi. Ada dikatakan bahwa Anubis adalah putra Osiris dengan Nephthys. Meskipun tampangnya mengerikan, tapi Anubis sangat lembut dan murah hati, meskipun sangat tegas.


14). Thoth

Thoth adalah dewanya ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, bulan, waktu, aksara hiroglif, obat-obatan, sihir, dan sastra. Asal usul Thoth sangat tidak jelas. Tapi, ada satu versi mengatakan kalau dia adalah primordial. Dia ada dengan sendirinya, lalu menelurkan Telur Awal yang kemudian menetas menjadi Ra. Pasangan Thoth adalah Maat, dewi keadilan dan keharmonisan.




 15). Ma'at

Ma'at adalah personifikasi dari keseimbangan, hukum ketuhanan, hukum alam semesta, kebenaran, dan kedamaian. Ma'at terlahir setelah Ra keluar dari Nun (Chaos), jadi dia termasuk primordial. Karena itu juga dia dikatakan sebagai anak dari Ra. Pasangannya adalah Thoth, karena Thoth adalah dewa kebijaksanaan.


16). Khonsu

Khonsu adalah dewa bulan dan waktu malam. Dia adalah dewa bulan bersama Thoth. Dikatakan, Khonsu dapat mempengaruhu kesuburan baik manusia maupun hewan ternak. Karena itu dia juga disebut sebagai dewa kesuburan. Meskipun sering digambarkan sebagai dewa yang baik, namun dia juga pernah digambarkan sebagai dewa kanibalisme.


17). Sekhmet

Sekhmet adalah dewi perang, kekuatan, perlindungan, pengobatan, matahari. Dikatakan bahwa dia adalah wujud murka dari Hathor. Ketika Sekhmet benar-benar murka, tidak akan ada yang bisa menghentikan. Dia akan menjadi haus darah, dan aumannya akan menimbulkan badai. Sekhmet adalah dewi yang juga membantu Ra melawan Apophis. Dia merupakan pelindung Ma'at dan juga para pharaoh.

18). Bastet

Bastet adalah ibu para kucing; dewi kesenangan, tarian, musik, wewangian, kelicikan, dan tipu daya. Bersama Hathor, Sekhmet, Wadjet, Mut, Nut, dan Tefnut; Bastet juga merupakan anggota "Mata Ra". Dia sering dihubungkan dengan Sekhmet. Jika Sekhmet mewakili siang hari dan matahari, maka Bastet mewakili malam hari dan bulan. Kucing dianggap suci bagi Bastet. Menyakiti kucing maka menjadi penghinaan terhadapnya.



Wah, tidak disangka panjang juga. Padahal masih banyak dewa-dewi lainnya. Tapi, mungkin sisanya kurang begitu terkenal. Yang aku sebutkan diatas adalah dari yang paling terkenal sampai terkenal saja.

Untuk lebih mengetahui lebih lanjut mengenai dewa-dewi Mesir Kuno, silakan cek Egyptian Gods. Semua gambar di atas aku ambil dari Egyptian Gods Deviantart by Yliade.

Itu saja untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca dan akhir kata...


Blessed be!









 








Selasa, 10 Maret 2020

MAGICK TODAY #16: Sihir Pertahanan

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Apa kabar saudara-saudari, Wiccan dan Witches? Semoga selalu dilimpahi berkah oleh Alam Semesta. Lama tidak jumpa. Maaf, baru sempat update lagi.

Oke, pada pertemuan kali ini aku akan berbagi tentang "Sihir Pertahanan" atau Defensive Magick. Sebelum ke materi pembahasan, mungkin kalian pernah bertanya-tanya pasca melakukan ritual pembersihan, kenapa energi negatif yang sama masih datang; atau pasca kalian melakukan ritual proteksi, kenapa seolah proteksi kalian tak berguna. Padahal kalian sudah yakin telah melakukan setiap tahapan ritual dengan benar.

Sihir Pertahanan, tidak hanya mengulas tentang bagaimana kita melindungi diri dengan Protection Spell. Karena ini juga mengulas bagaimana kita mengambil tindakan lain, baik bersifat spiritual atau fisikal.

Berikut ini tahapan melakukan Sihir Pertahanan:

1. Ritual Peniadaan/Pengusiran (Vanishing/Banishing Ritual)

Ini adalah ritual yang kita lakukan untuk meniadakan 'vanish' energi negatif, roh jahat, sihir jahat, sehingga tidak ada lagi pada diri seseorang atau suatu tempat. Selain dengan Vanishing Ritual, kita juga bisa menggunakan Ritual Pengusiran 'banish', yang artinya kita mengusir atau menjauhkan energi negatif, sihir jahat, atau roh jahat dari kita atau teritori kita. Pilih salah satu dari ritual ini untuk memulai rangkaian Sihir Pertahanan yang akan kalian lakukan.

2. Ritual Pembersihan (Cleansing Ritual)

Setelah ritual pada nomor 1, mungkin kita pikir itu sudah selesai. Tapi, tidak. Karena biar bagaimana pun pasti masih ada residual energi yang tertinggal dan itu masih bisa berpotensi menimbulkan gangguan. Ritual Pembersihan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti: pengasapan 'smudging' dengan herbal tertentu atau dupa, suara bel, musik-musik tertentu, dan dengan metode air; mandi, mengepel dengan cairan yang sudah dikonsekrasi (disucikan), dan memercikkan air suci.

3. Mantra Perlindungan (Protection Spell)

Tahap  berikutnya adalah melakukan ritual dengan tujuan menciptakan perlindungan atau proteksi pada seseorang atau suatu tempat agar terlindungi dari dari serangan energi negatif dan sebagainya.

4. Mantra Penghalauan (Warding Spell)

Mungkin kalian pikir dengan menggunakan Protection Spell itu sudah menjadi akhir dari rangkaian ritual, tapi tidak. Meskipun kalian sudah memasang proteksi dan ritual lain di atas, proteksi kalian tetap akan tertembus kalau serangan yang datang terlalu kuat dan pekat. Oleh karena itu, kita perlu melakukan Mantra Penghalauan. Ini akan mencegah energi jahat dalam bentuk apa pun untuk mendekat dan menginvasi.

.

Untuk ritual pada nomor 1, itu sebenarnya tambahan saja. Dikhususkan untuk kasus-kasus tertentu yang mana energi jahat tersebut sangat kuat dan sudah terlalu lama berada di tubuh seseorang atau suatu tempat. Jika belum lama, kita bisa langsung ke Ritual Pembersihan.

Lalu, apa selanjutnya?
Selanjutnya tentu kita harus berhati-hati dalam berucap atau bertindak, jangan sampai ada orang yang sakit hati lalu mengirimkan sihir jahat pada kita; kita juga harus sadar atas apa yang kita lakukan, sehingga kalau kita berbuat salah pada seseorang kita sadar dan meminta maaf dengan tulus. Menjaga pikiran selalu positif juga akan melindungi kita dari hal-hal semacam ini. Jangan lupa juga memakai atau membawa amulet, batuan/kristal yang bersifat reflektif 'memantulkan energi negatif'.

Nah, itu tadi sedikit yang bisa aku bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa membantu kalian. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata ...


Blessed be!

Postingan Populer