Selasa, 28 Agustus 2018

JURNAL #11: Sebuah Proses dan Perjalanan Kebangkitan Spiritual

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Apa kabar, Witches? Semoga selalu dalam kebahagiaan. Hari ini aku tidak akan membagikan spell, doa, atau ritual apa pun; sebagai gantinya aku akan bercerita. Judul postingan ini adalah "Tanda Apa yang Kau Terima", hal ini merujuk pada tanda apa saja yang kalian dapatkan atau rasakan sebelum kalian menyadari kalau kalian adalah Witch.
Di postingan ini aku akan membagikan tanda-tanda apa yang aku terima jauh sebelum aku menyadari kalau aku seorang 'Witch'. Oke, kita mulai...

"Terikat Dengan Alam Sejak Dini"



Aku akan memulai dari usia tiga tahun. Tentu aku belum menyadari apa yang terjadi dan apa yang aku lakukan saat umur segitu. Ini berdasarkan cerita Ibuku. Pada usia tiga tahun (atau mungkin lebih muda lagi), aku sudah sangat menyukai dengan binatang; terutama ayam. Aku sangat menyukai ayam. Dulu, Ibuku bilang aku sering sekali bermain-main dengan anak ayam, meskipun tak jarang induknya marah dan mematukku. Tapi tidak pernah merasa takut atau bahkan sampai fobia. Sampai saat ini pun aku juga masih menyukai ayam.

Sudah jamak diketahui bahwa 'Witch' erat kaitannya dengan alam; hutan, gunung, pantai, binatang, cuaca, hujan, badai. Hubunganku dengan binatang tampak tidak biasa ketika aku mulai bertambah usia. Ketika masuk SMP, aku mulai memerlakukan ayam layaknya teman bahkan saudara. Ketika mereka mati, aku menangisi mereka. Ibuku bahkan sampai heran. Pada kelas 3 SMP, tanpa sengaja aku menginjak anak ayam usia satu bulan yang telah kehilangan induknya dan sudah menganggap aku sebagai induknya. Saat itu aku benar-benar merasa berdosa. Aku pun memutuskan tidak bicara satu patah kata pun sebagai ungkapan rasa berkabungku.

"Mimpi Mengejar Kumparan Cahaya"

Setelah lulus SD, aku sempat tinggal di boarding school beberapa bulan. Saat itu aku tidak menyadari hal-hal berbau magis, aku menganggapnya sebagai hal wajar. Tapi, aku menyadari itu sebagai tanda setelah aku sadar bahwa aku berbeda. Kembali ke masa itu, aku pernah sekali bermimpi melihat kumparan cahaya bergerak di hadapanku seolah berkata "ayo tangkap aku". Aku mengejarnya, bahkan sampai, entah bagaimana aku terbang mengejarnya. Tak lama setelah bermimpi itu, tiba-tiba semesta seolah ingin menunjukkan sesuatu. Hal pertama yang ditunjukkan adalah; ketika aku dan teman sekamarku mendapat tugas mengumpulkan tugas ke ruang guru pembimbing, dan di sana aku melihat si guru sedang nonton DVD Harry Potter and The Prisioner of Azkaban. Itu pertama kali aku tahu tentang Harry Potter. Dan tiba-tiba merasa tertarik dengan sihir.

Uniknya, teman sekamarku itu ternyata penggemar Harry Potter. Darinya aku mulai mendengar beberapa kisah tentang sihir di Harry Potter. Rasa penasaran berubah menjadi obsesi, dalam hati kecil aku berkata "Aku Mau Jadi Penyihir!!!".

Sayang sekali aku tidak betah di boarding school dan memilih keluar, menunggu tahun ajaran baru untuk daftar masuk SMP.

"Melihat Simbol Dalam Mimpi yang Terealisasi"

Sudah aku putuskan untuk keluar dari boarding school. Tapi, aku saat itu masih bingung mau sekolah di mana; SMP atau MTS. Parahnya, aku juga terpikir untuk tidak sekolah. Untuk mengisi waktu luang, aku ikut kursus menggambar. Jadi aku punya kegiatan.

Singkat cerita, aku tiba-tiba mendapatkan mimpi. Aku bermimpi melihat diriku sendiri sedang berada di dalam kelas, memakai seragam. Awalnya aku tidak merasa itu suatu tanda, hanya mimpi biasa. Aku cerita pada Ayah dan Ibu, justru mereka yang berpikir mungkin itu tanda. 

(note: sejak aku menceritakan kalau aku pernah mimpi mengejar kumparan cahaya pada Ayahku, beliau sudah berpikir kalau aku berbeda. Meskipun beliau tidak mengucapkannya, tapi dengan cara beliau memperlakukan aku dan dari nasihat-nasihat yang beliau berikan.)

Dan benar saja, aku pun sekolah di SMP. Singkat cerita lagi, saat kelas 2 SMP. Aku bermimpi melihat ayam kesayanganku dengan tujuh anaknya sedang diintai oleh seekor ular besar. Induk dan enam anaknya pun dilahap ular itu, tinggal satu anaknya yang tersisa. Aku memilih tidak menceritakannya. Beberapa hari kemudian, ada wabah flu burung. Induk ayam dan enam anaknya mati bergantian. Sisa satu anak ayam. Barulah aku cerita ke orang tua. Ketika masuk SMK pun aku mendapat beberapa simbol-simbol yang terealisasi.

"Tertarik Pada Hal Spiritual dan Supranatural"


Ketika SMK, tepatnya saat usiaku genap 17 tahun. Ayahku merasa kalau itu saat yang tepat bagiku untuk diarahkan, tapi beliau tidak memaksa. Beliau mengarahkan agar aku ikut inisiasi di Kejawen Pramono Sejati. Jauh sebelum ini, saat pertengahan SMP sampai SMK, Ayahku sudah sering memberikan wejangan dan semacam pengenalan terhadap Kejawen. Hati dan jiwaku merasa terketuk, jadi saat Ayah mengarahkan ke sana, aku mengiyakan.

Singkat cerita, pada pertengahan tahun 2014, entah bagaimana saat aku browsing-browsing tiba-tiba aku terarahkan ke WICCA. Aku ingat betul saat itu aku masuk ke artikel tentang cara membuat Buku Bayangan (Book of Shadows). Aku pun mulai membuat Buku Bayangan untuk menulis mimpi-mimpi yang kudapat. Saat itu belum tahu kalau Book of Shadows adalah jurnal bagi seorang Wiccan/Witches.
Semakin aku menggali lebih dalam, aku semakin dengan dengan Wicca dan seolah-olah Dewi Diana melambaikan  tangannya untuk mengundangku. Tapi aku masih tak acuh. Aku terombang-ambing. Semesta membawaku ke hal-hal berhubungan dengan okultisme; satanisme, paganisme, kabbalah, voodoo, Kejawen, bahkan aku sampai antusias dengan ritual eksorsime dan astral projection.

"Sering Mendapat Dorongan Dari Dalam Diri"


Aku masih ragu untuk mendekati Wicca, jadi aku berhenti mempelajarinya. Namun, pada tahun 2016, saat aku terbangun dari tidur siang, secara tiba-tiba aku tergerak untuk membuat altar sederhana. Dan anehnya aku sama sekali tidak tahu kapan keinginan atau rencana itu datang, tiba-tiba saja aku sudah melakukannya. Secara serta-merta, saat itulah aku memutuskan untuk menjalani hidup sebagai Wiccan.

Semenjak saat itu, aku sering begitu. Yang semula diam atau fokus pada satu pekerjaan, tiba-tiba bisa langsung melakukan hal-hal yang sama sekali tidak kupikirkan sebelumnya. Misal; semula sedang fokus nonton tv, tiba-tiba saja berdiri, pergi ke luar rumah dan hanya berdiri di sana melihat bulan atau bengong dalam kegelapan. Sebagai contoh lain, di awal-awal aku menjadi Wiccan, entah bagaimana dan datang dari mana; tiba-tiba saja aku bisa melakukan satu ritual dan tahu mantra apa yang ingin kuucapkan.

.

Mungkin tanda-tanda yang terjadi padaku akan sama atau berbeda sama sekali dengan tanda-tanda yang terjadi pada kalian. Dan, aku juga merasa kalau tanda yang aku dapatkan ini juga berbeda dengan apa yang sering dibahas di internet atau YouTube.

Oke, sekian dulu untuk hari ini. Oh ya, tanda apa yang kalian terima? Tulis dikolom komentar yaaaa..
Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca, akhir kata...

Blessed be!

Sabtu, 11 Agustus 2018

Mantra #13: Mantra Pelepasan - Melepaskan Kepergian Yang Telah Mati

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Huft... lama sekali nggak nengokin Biara Wicca. Debu di sana-sini... Untuk yang selalu setia menunggu update-an dari Mage Niskala, mohon maaf sebesar-besarnya karena lama nggak update.

Ohya, apa kabar kalian semua? Masih rajin belajar Wicca-nya? Atau udah bosan dan nggak belajar lagi?
Oke, kita langsung saja ke materinya yaaa...

Malam ini aku akan berbagi pada kalian satu mantra (spell) yang baru aku buat beberapa hari lalu. Sebelumnya, terima kasih untuk temanku, Reza, karena telah memberikan satu pencerahan. Bait awal dari mantra ini pernah diucapkan oleh Reza saat dia mendoakan Nenekku yang baru saja meninggal setahun yang lalu.
Semenjak itu, aku selalu mengingat satu bait kata yang diucapkan Reza dan menggunakannya untuk mendoakan mereka yang baru saja meninggal (entah manusia ataupun binatang). Dari satu bait kata yang diucapkan Reza itu, aku mengembangkannya menjadi satu mantra yang sesuai dengan kebutuhanku. Demikian bunyi mantranya:

"Seperti tetes hujan yang jatuh di Samudera, seperti itulah semuanya akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Dari air kembali ke air, dari api kembali ke api, dari tanah kembali ke tanah, dari udara kembali ke udara; dan roh Yang Maha Hidup sirna bersama Jiwa Kekal yang kembali pada Semesta... Kami mengembalikan yang dari alam kepada alam. Kami kembalikan raga ini ke dalam rahim Ibu Pertiwi. Jiwa yang kekal semoga mendapat jalan bereinkarnasi... Semoga yang hidup dan yang mati mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan.
Jadilah damai di bumi, damai di langit, damai di mana-mana"

Fungsi dari mantra ini adalah sebagai "lentera" atau penunjuk jalan bagi jiwa manusia/binatang yang baru saja dikebumikan agar mampu mencapai alam berikutnya.

Sebelum kalian melantuntan mantra ini, kalian bisa berdoa (calling upon/invoking) pada Dewi Hekate, sebagai ratu bagi jiwa orang mati dan hantu, serta pemegang obor penunjuk jalan bagi jiwa-jiwa yang hendak menyeberang; atau pada Dewi Neftis (Nephthys), sebagai ibu pelindung bagi jiwa-jiwa orang mati, para hantu, dan  orang-orang yang berduka, serta orang-orang terlantar. Dua dewi ini bukanlah pilihan paten, jika kalian mengimani Bunda Kwan Im atau Dewa Odin atau Dewi Persephoni atau Dewi Freya atau siapa pun itu, berdoalah kepada-Nya.
Dewi Hekate: 
Dewi ilmu sihir dan divinasi; malam dan bulan; penjaga gerbang dan persimpangan; dan ratu para hantu dan jiwa orang mati.

Dewi Nephthys:
Dewi kematian; pelindung kaum tertindas dan orang-orang berduka; penuntun jalan bagi jiwa orang mati.


Aku tahu sangat tidak mungkin bagi kita untuk melakukan upacara pelepasan untuk kerabat kita yang meninggal dengan cara Wicca/Pagan, jadi kalian bisa mengikuti tradisi yang ada dalam lingkungan kalian. Kemudian setelah itu, kalian bisa mencari waktu yang tepat untuk melakukan ritualnya.
Ada dua pilihan, kalian bisa pergi ke pemakaman saat fajar atau senja, yang pasti jangan sampai ketahuan orang. Pilihan kedua, kalian bisa melakukannya di rumah, entah di dala atau di luar.

Sebelum melakukan ritual ini, kalian bisa menyediakan garam, lilin (2 buah), dan dupa/kemenyan (note: dupa harus genap). Ini tidak wajib, karena dengan duduk bersimpuh dan berdoa dengan sepenuh hati jga sdah cukup.
Jika kalian menggunakan bahan-bahan di atas, maka lakukan hal ini:
-   Nyalakan lilin, letakkan bersebelahan, beri sedikit jarak.
- Taburkan garam dalam bentuk lingkaran di sekeliling lilin, buat satu lingkaran beberapa senti dari tempat lilin berdiri dan tulis nama orang yang meninggal di sana.
-   Bakar kemenyan/nyalakan dupa, pegang dengan dua tangan, acungkan ke atas.
-  Invoke dewa-dewi yang kamu imani, lalu baca mantra di atas.
-   Ucapkan terima kasih pada dewa/dewi yang kalian panggil, matikan lilin, dan sapu garamnya sampai bersih.

Nah itu tadi materi hari ini, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata...

Blessed be!

Postingan Populer