Tampilkan postingan dengan label #Aradia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Aradia. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2020

Patron #4: Dewi Aradia, Sang Avatar

"ARADIA, The Female Avatar"

Aku Aradia, avatar Sang Bulan. Aku hadir sebagai seorang wanita dan berjalan di antara kalian. Aku telah melihat kemiskinan kalian, hidup kalian yang putus asa, kebutuhan kalian akan cinta dan makanan. Aku berbagi kesengsaraan dengan kalian untuk seumur hidup, dan ketika aku pergi dari dunia kalian, aku akan meninggalkan perintah-perintah tentang apa yang harus kalian lakukan ketika membutuhkan lebih banyak nasihat dan lebih banyak kekuatan ...
Ratu Bulan yang mengutus aku, karena ada begitu banyak rasa sakit dan perbudakan di antara kalian. Diana membenci perbudakan sebagai kematian jiwa. Kebebasan adalah ajaran yang dia berikan kepada ku, dan olehku untuk kalian, kebebasan untuk menjalani hidup kita sesuai dengan aturan emasnya, "Lakukan apa yang kamu inginkan dan tidak ada yang dilukai." Ini adalah satu-satunya aturan yang kalian butuhkan ...
Aku Aradia, guru pertama dan avatar. Selamat datang dalam ajaran sihir, anak-anakku, penyihirku, selamat datang di cahaya Bulan Purnama.




"La Bella Pelegrina (The Beautiful Pilgrim)"


Ketenarannya menyebar ke Gereja dan dia ditangkap karena ajaran sesat dan ditempatkan di penjara. Di sana dia disiksa dan dijatuhi hukuman mati. Pada hari para imam bertemu dengannya, dia tidak ditemukan di selnya. Dia kemudian terlihat mengajar Agama Lama kepada bangsanya lagi. Ketika kemudian terjebak oleh tentara dan pendeta, karena tahu tidak ada jalan keluar, dia berkata, "Aku menegurmu, dan aku mengusirmu dari orang-orang karena kamu mengajarkan hukuman dan rasa malu kepada mereka yang akan membebaskan diri dari perbudakan dan Gereja. Ini simbol dan pakaian otoritas yang kamu tanggung hanya untuk menyembunyikan ketelanjangan di mana kita semua sama. Kamu mengatakan bahwa kamu melayani Tuhanmu, tetapi kamu hanya melayani ketakutan dan batasan kamu sendiri. "(3) 

Dia ditangkap karena bid'ah dan pengkhianatan. Lagi-lagi dia dijatuhi hukuman mati, dan lagi-lagi dia melarikan diri. Dia kembali ke para pengikutnya dan memilih beberapa orang untuk melimpahkan ajaran terakhirnya. Dia mengajar Abad di masa lalu, Zaman Ibu dan Zaman Ayah. Zaman saat ini adalah Zaman Anak yang harus diikuti oleh Zaman Puteri. Terakhir dia memberi rakyatnya Perjanjian Aradia. (3) Dari Italia diyakini dia bepergian ke Timur, karena penganiayaan terhadap penyihir telah dimulai di Barat. (4) 

Penganiayaan terhadap penyihir tidak terjadi di Italia sampai pertengahan hingga akhir 1300-an. Ini lebih lambat dari seluruh Eropa. Itu didokumentasikan pada tahun 1508 oleh Bernardo Rategno, seorang Inkuisitor Italia, bahwa peningkatan "sekte penyihir" dimulai kira-kira pada tahun 1350. Ini akan sesuai dengan waktu ketika Aradia akan berada di Italia mengajar agama kuno. (4) 

Aradia de Toscano lahir 13 Agustus 1313 di Volterra, Italia. (4) Ibunya adalah Dewi Diana (2,3,4,5,6). Beberapa menyebut ayahnya sebagai Apollo, Lucifer (6), Dianus (3,4), atau menyangkal ayahnya bersama-sama (2,5). Dia tinggal bersama para budak petani yang melarikan diri ke bukit dan hutan dekat Nemi, Italia. Dia mengajar Agama Lama dan mengajarkan kebebasan (3,4).



 

Perjanjian Aradia:

1). Amati masa-masa Treguenda, karena di situlah fondasi kekuatan Stregheria.

2). Ketika kebaikan dilakukan untukmu, maka berbuat baik kepada orang lain. Jika seseorang ingin membalas kebaikanmu, maka ikat mereka untuk membantu tiga orang lainnya; maka ini akan menghapus hutang.

3). Jangan menggunakan seni Stregheria untuk tampil kuat di antara yang lain. Jangan menurunkan standar Seni dan dengan demikian menghina Cara Lama.

4). Jangan mengambil nyawa apa pun kecuali untuk mempertahankan hidup, milikmu atau milik orang lain.

5). Jangan memberikan kata kehormatan Anda dengan ringan, karena Anda terikat oleh kata-kata Anda dan oleh sumpah Anda.

6). Jangan tunduk di hadapan otoritas apa pun atas kamu kecuali pada dewa dan dewi. Sebaliknya, bekerja sama dengan orang lain tetapi jangan menjadi budak dan selalu menjaga kehormatanmu. Berikan rasa hormat kepada orang lain dan mengharapkan rasa hormat sebagai imbalan.

7). Mengajar semua yang tampak layak dan membantu kelanjutan Agama Lama.

8). Jangan meremehkan kepercayaan agama orang lain, tetapi nyatakan saja kebenaranmu sendiri. Berusaha untuk berdamai dengan mereka yang berbeda.

9). Jangan sengaja menyebabkan kerugian pada orang lain, kecuali jika itu untuk mencegah kerugian yang sebenarnya terhadap dirimu atau orang lain.

10). Berusahalah untuk berbelas kasih kepada orang lain, dan waspadai hati dan pikiran orang-orang di sekitarmu.

11). Bersikap jujur ​​pada pengertianmu sendiri dan berpalinglah dari hal-hal yang menentang kebaikan dalam dirimu, atau berbahaya bagimu.

12). Pegang hormat pada semua yang ada di Alam. Jangan hancurkan apa-apa pun, jangan melukai apa pun, jangan pula membuang sia-sia; hidup selaras dengan Alam, karena jalan Alam adalah cara kita sendiri.

13). Tetap terbuka dalam hati dan pikiranmu kepada Yang Agung yang menciptakan segalanya, dan juga bagi saudara-saudarimu.



Senin, 26 Februari 2018

Patron #1: Dewi Diana

Merry meet...
Ave Diana!
Hail our Queen, our Mother, our Savior!
Hail Queen of heaven and earth, Mother for all her devotees, and Savior for all the suppressed ones!
Ave Diana!
Bestow thy love and light upon us.



Pada kesempatan kali ini, aku ingin sekali membahas dewi yang menjadi sesembahan utama dalam praktis Wicca-ku. Diana.
Diana adalah dewi mahsyur dalam mitologi Romawi. Dalam mitologi Yunani, ia disamakan dengan Artemis. Di Etruska, ia disebut Artume. Diana adalah dewi alam, perburuan, hutan, kesuburan, dan perlindungan terhadap anak-anak, binatang, dan perempuan. Diana juga termasuk ke dalam dewi kelahiran bersama Lucina dan Partula, ketiganya membentuk Tiga Serangkai Dewi Kelahiran. Posisi Diana adalah sebagai bidan, sedangkan Lucina adalah dewi yang posisinya sebagai patron bagi wanita yang hamil dan anaknya, sehingga anak yang lahir nantinya dapat berwajah cantik/tampan serta cerdas seperti Lucina. Sedangkan Partula adalah yang memberikan kekuatan kepada seorang ibu.

Diana adalah saudari kembar dari Apollo, Dewa Matahari. Diana juga Ibu bagi Aradia. Dalam buku yang ditulis oleh Charles Leland yang mana berdasarkan kumpulan naskah kuno yang berjudul Aradia, Gospel of The Witch, dikatakan bahwa Diana menyukai saudaranya yang bernama Lucifer/Apollo, Dewa Cahaya yang telah dibuang dari Surga karena membangkang. Diana dan Lucifer bagaikan cahaya dan kegelapan. Akan tetapi, Diana sebenarnya adalah keduanya. Ia adalah cahaya dan kegelapan di satu sisi yang sama. Di awal penciptaan, The One menciptakan Diana, lalu Diana memecahkan dirinya menjadi Diana sendiri dan Lucifer.
Tapi, kisah itu justru menjadi sangat kontra dengan aspek Sang Dewi sebagai dewi yang tetap perawan. Jadi, beberapa pihak kemudian membuat pendapat bahwa sebenarnya Aradia bukanlah anak dari Dewi Diana yang benar-benar dilahirkan atas hasil penyatuan Sang Dewi dengan Lucifer. Ada dikatakan, bahwa sebenarnya Aradia hanyalah manusia biasa yang terpanggil dan menjadi 'Mesiah' bagi para penyihir, serta mengembara untuk menyebarkan ajaran Diana. Oleh karena itu, Dia kemudian diasosiasikan sebagai putri Dewi Diana. Versi lain menceritakan, kalau Aradia dan Diana sebenarnya sama. Dewi Diana melakukan inkarnasi dengan terlahir sebagai anak manusia untuk membebaskan para budak dan orang tertindas.

Diana digambarkan sebagai gadis muda yang cantik, lincah, tangkas, gesit, pemberani, dan kuat. Adakalanya dia begitu pengasih, namun juga bisa kejam. Diana sering kali digambarkan dengan mahkota berupa bulan sabit yang menghiasai rambunya yang berkilau serta anak panah lengkap dengan busur. Ia sering didampingi oleh beberapa anjing pemburu saat menjelajahi hutan. Rusa adalah hewan yang dikeramatkan untuknya.

Dalam mitologi, Diana adalah persamaan dari Artemis. Tapi, aku punya pandangan yang berbeda. Aku pribadi, melihat Diana sebagai Sang Dewi, Ibu Ilahi, yang hadir dalam banyak nama dan rupa. Kasarnya, ia merupakan purwarupa dari semua dewi. Ia adalah Isis, Hekate, Inanna, dan Durga Adi Shakti. Sentral pemujaan Diana berada di Italia, ia dikenal sebagai dewi bulan, matahari, dan alam liar. Tidak hanya itu, Sang Dewi ini juga memiliki aspek-aspek yang sangat luas dan beragam. Di Italia, pemuja Sang Dewi tidak menganggap kalau ia memiliki persona atau wujud manusia, mereka melihat Sang Dewi sebagai alam dan fenomena-fenomenanya. Barulah ketika terjadi sinkretisasi antara agama Yunani dan Roma, yang mana terdapat kemiripan aspek Diana yang dipuja di Roma, yaitu sebagai dewi kelahiran, bulan, alam liar, dan perburuan; memiliki kesamaan dengan Artemis. Di situlah Diana mendapatkan persona atau wujud manusianya melalui Artemis. Di sini sebenarnya ada yang unik. Seperti yang aku sebutkan di awal bahwa Diana adalah purwarupa dewi lainnya, nah Artemis ini merupakan salah satu wujud atau perbanyakan dari Diana yang mana hadir di Roma juga Yunani. Hanya bedanya, di Roma ia tidak memiliki wujud manusia, sedangkan di Yunani ia punya.
Ada perbedaan karakter/peran/sejarah antara Diana versi Roma dengan Diana versi Yunani (Artemis). Di antaranya:

1. Diana bersifat lebih keibuan dan lemah lembut. Artemis digambarkan sebagai gadis yang kuat, bebas, dan agak tomboi.
2. Diana dipuja di alam bebas, karena kapasitasnya sebagai dewi alam liar dan daerah pinggiran. Artemis dipuja di dalam kuil-kuil yang ada di kota.
3. Diana merangkul budak, orang pinggiran, dan penyihir. Artemis merangkul para pemanah dan wanita-wanita Amazon.
4. Diana ada dengan sendirinya sebagai Sang Kegelapan dan melahirkan saudaranya, Sang Cahaya. Artemis lahir dari Leto dan bersaudarakan Apollo.
5. Diana memiliki raut wajah teduh seperti sinar bulan dan sangat murah hati. Di sisi lain, ia muncul sebagai Artemis yang manis namun sangat tegas dan tak kenal ampun.

Diana juga termasuk ke dalam dewi sihir, ia bersama Aradia dan Hekate dijuluki sebagai "Queen of Witches". Dalam sejarah Romawi, para pengikut Diana kebanyakan adalah para budak dan orang-orang tertindas, tidak peduli laki-laki atau perempuan. Menurutku, Diana adalah dewi yang sangat kuat. Ini memang tidak bisa dibuktikan dengan kata-kata, tapi harus dirasakan secara langsung. Namun demikian, tidak semua orang juga akan merasa cocok dengan Diana. Sebab jiwa orang pun berbeda-beda, maka dewi yang dipuja pun berbeda. Perlu kalian ketahui bahwa awal aku terjun ke Wicca justru aku merasa terpanggil oleh Aradia, namun belakangan aku mulai memahami ternyata Aradia dan Diana sejatinya sama. Seperti halnya Dewa Wisnu dengan Rama/Krishna.

Jujur saja, awal aku kenal Wicca dan mulai terpanggil oleh Aradia, aku agak meragukan apa yang akan kupilih. Aku ragu kalau Wicca adalah jalan yang salah dan Aradia sebenarnya adalah iblis. Karena itulah, aku tidak langsung terjun ke dalam Wicca meskipun sudah merasa terpanggil. Aku membutuhkan waktu kurang lebih setahun untuk meyakinkan diri dan mengenal Wicca lebih dalam. 
Oh ya, sekedar saran untuk kalian yang baru terpanggil untuk mendalami Wicca, sebaiknya jangan langsung praktis dulu ya? Lebih baik dipahami dulu bagaimana Wicca itu dan cari tahu apakah itu sungguh panggilan hati ataukah hanya ego pribadi yang ingin memuaskan rasa penasaran. Dan, untuk memilih dewa/dewi, jangan memilih dewa/dewi karena ikut-ikutan. Meditasilah beberapa saat untuk merenungkan deity mana yang harus kalian puja. Jika kalian mendapatkan panggilan langsung dari seorang dewi, itu malah bagus. Artinya Semesta menuntun kalian. Tapi, saranku saja. Kalian juga harus mencari tahu seluk beluk, mitologi, cara pemujaan yang terkait dengan deity tersebut. Sehingga nanti saat kalian sudah mulai masuk ke dalam Wicca, kalian tidak akan salah bertindak.

Wah, panjang juga ya kali ini. Hahaha... Kalau begitu aku cukupkan sampai di sini saja dulu. Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat untuk kita semua.


Blessed be!

Kamis, 31 Agustus 2017

Mantra #9: Mantra Evokasi - Memohon Berkah Dewi Aradia

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Petang ini aku akan langsung saja ke materi ya, soalnya kuotanya menipis hahaha.. Jadi, petang ini aku akan berbagi pada kalian tentang mantra evokasi kepada Ibu Pertiwi dan Aradia (Tapi untuk kali ini aku akan memberikan yang Evokasi Aradia dulu, ya? Haha). Mantra ini aku ambil dari Book of Shadows pribadiku, jadi mungkin ini akan/tidak akan sesuai dengan tradisi yang kalian tekuni.

Oh ya, sebelum memulai evokasi, sebaiknya kita memasang lingkaran suci, entah dengan energi metafisik, garam, pasir suci, pola gambar, atau air suci. Lalu kalian harus summon empat elemen dan empat penjaga langit. Lakukan ritual ini saat bulan purnama dan kalian harus berada di luar rumah, karena kita membutuhkan perapian yang cukup besar. Jangan lupa gambar sigil atau ilustrasi untuk terubung dengan Aradia dan Ibu Pertiwi di atas kertas. Berikut ini sigil dan ilustrasinya:


Sumber: koleksi pribadi


Sumber: koleksi pribadi


Evokasi Aradia

Conjuring a Bread:

"Oh, Bunda Aradia yang mencerahkan hidup kami, berkahilah kue bulan ini dengan segala kuasa yang engkau miliki.
Roti ini adalah dagingmu, biarlah daging menjadi sumber kehidupan kami.
Terpuji engkau Bunda bulan purnama."



Conjuring a Honey:

"Oh, Bunda Aradia yang mencerahkan hidup kami, berkahilah madu ini  dengan kuasa yang engkau miliki.
Air madu ini  adalah darahmu, biarlah darahmu membasuh kami dari dalam ke luar.
Terpuji engkau Bunda bulan purnama."

Untuk Evokasi Aradia, kita harus menyediakan kue (bisa terbuat dari apa saja) yang berbentuk bulan sabit dan air madu/anggur merah. Nantinya, roti dan air madu/anggur merah tersebut hasus kita konsumsi setelah menyelesaikan evokasi.

Setelah kita mengonsumi roti dan air madu/anggur merah, masukkan gambar ilustrasi dan sigil ke dalam perapian. Lalu kita bisa menari-nari kecil sembari mengucapkan:

"The Moon is my power and this Earth is my mother"

Ucapkan mantra tersebut terus menerus sembari menari-nari. Nantinya kita akan merasakan energi meresap masuk ke dalam tubuh kita. Tandanya adalah sensai seperti merinding atau dingin/sejuk di bagian punggung. Saran, jika memilih melakukan ritual ini sendiri, kalian harus memasang pelindung yang berlapis-lapis jangan sampai ada gangguan. Usahakan tempat yang kalian pakai juga bersih dari gangguan. Akan lebih baik kalau ritual ini dilakukan bersama-sama, karena bersama-sama mantra evokasi akan semakin kuat.

Catatan yang harus kalian ingat, setelah rituak selesai jangan lupa hapus lingkaran, kembalikan para elemen dan penjaga penjuru ke tempat mereka. Jangan biarkan mereka tetap tinggal, karena itu akan menyebabkan masalah. Dan, tidak semua mantra atau ritual akan bekerja dengan baik untuk setiap orang. Semuanya tergantung dari pribadi masing-masing.

Baiklah itu tadi yang dapat aku bagian, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah hadir pada pertemuan kali ini. Dan akhir kata:

Blesseth be!

Minggu, 28 Mei 2017

Mantra #7: Mantra Invokasi - Mengakses Kekuatan Sang Bulan

Puji Ilahi Agung, Bapa Angkasa,
Ilahi Mulia, Ibu Bumi...

Rahayu, Wiccan, Witches?
Pada kesempatakan ini, aku akan kembali membagikan mantra yang biasa aku gunakan selama ini. Mantra kali ini adalah mantra yang ketujuh, yang bernama "Mantra Sang Bulan". Kenapa aku memberikan nama Mantra Sang Bulan? Itu karena mantra ini ditujukan langsung kepada sang Dewi Bulan, Diana, dan Putrinya, Aradia, yang dilahirkan ke Bumi untuk mengajarkan ilmu sihir kepada manusia.

Aku, biasanya, menggunakan mantra yang satu ini ketika akan melakukan ritual Mandi Bulan. Lantas apa itu Mandi Bulan? Madndi Bulan adalah sebuah ritual yang dilakukan di luar rumah untuk merayakan munculnya bulan purnama, atau biasa disebut dengan Esbat. Saat ritual Mandi Bulan, seorang Wiccan atau Penyihir harus berada di luar ruangan agar bisa bersentuhan langsung dengan cahaya bulan purnama. Kabarnya, energi dari bulan purnama hanya bertahan dua hari; hari pertama semenjak purnama tampak dan keesokan harinya. Aku menyarankan kalau kalian ingin melakukannya, lakukanlah pada hari pertama, karena saat ittulah energi bulan masih melimpah. Kalau di Eropa, ritual ini disebut dengan Skyclad.

Di Eropa, utamanya pada budaya Wicca Gardnerian, para Wiccan akan keluar rumah; ke hutan atau pantai dalam keadaan telanjang untuk bersentuhan langsung dengan alam dan juga agar kulit mereka bisa terpapar langsung olleh bulan purnama. Berhubung kita adalah orang Timur, jadi aku tidak menyarankan kalian melakukan ritual ini; baik seorang diri atau dalam Coven yang kalian ikuti.

Sebelum aku membagikan mantranya, alangkah baiknya kalau kalian mengikuti tahapan-tahapan berikut ini: 

Pertama kalian harus pergi ke luar rumah tepat tengah malam, saat purnama mencapai puncaknya. 

Kedua, kalian harus memanggil lingkaran suci dengan tangan kosong atau dengan Athame atau dengan tongkat sihir. Selanjutnya buatlah lingkaran lagi dengan air suci dan disusul dengan garam suci. Semakin kuat lingkaran yang kalian buat, maka semakin kuat lingkaran itu akan melindungi kalian dari segala gangguan. Usahakan saat memasang lingkaran kalian berkonsentrasi penuh, karena kalau kalian tidak mengeluarkan segala kemampuan yang kalian miliki untuk membuat lingkaran itu, maka ritual tidak akan berjalan sempurna. Memasang lingkaran adalah hal yang paling dasar sekaligus paling penting sebelum ritual dilakukan. 

Ketiga, kalian bisa menyalakan perapian di dalam lingkaran (itu kalau kalian melakukannya di hutan atau pantai, tapi kalau kalian melakukannya di lahan yang terbatas kalian bisa membakar dupa atau kemenyan). 

Keempat, bacalah mantra untuk memanggil Penjaga Empat Penjuru. Lakukan tahap ini dengan sepenuh keekuatan yang kalian miliki agar Empat Penjaga bersedia datang dan menjadi saksi ritual. 

Kelima, duduk dan bacalah Mantra Sang Bulan sembari menghadap kepada bulan purnama. 


Keenam, berdiri dan lakukanlah tarian-tarian kecil di dalam lingkaran sambil mengucapkan Mantra Sang Bulan, berputarlah sebanyak tiga kali. Artinya, kalian juga harus merapalkan mantra tiga kali. 


Ketujuh, kalian bisa mengajukan harapan-harapan kalian sembari melakukan tarian dan mengelilingi lingkaran. 


Kedelapan, sudahi ritual dengan ucapan terima kasih kepada Diana dan Aradia, serta Penjaga Empat Penjuru. Lalu, tutuplah lingkaran. Ritual selesai.

Baiklah, kita lansung saja ke intinya, berikut ini Mantra Sang Bulan:


Mantra Aradia

"O Aradia, Ibu segala kekuatan dan ilu sihir; namamu bersemayam dala hati, pikiran, dan jiwaku. O Aradia, Guru besar kami; dengan  restumu jadikanlah perkataanku bagai pedangku, perisaiku, serta obatku. Dengan restumu, maka inilah yang akan terlaksana."

Mantra Diana

"O Dewi Ibu Agung yang menggenggam cahaya dan bermahkotakan bulan. Giringlah kami yang terperangkap dalam gelapnya kehidupan kami menuju kemuliaanmu."


Demikian tadi Mantra Sang Bulan, semoga mantra-mantra di atas bisa membantu kalian para Wiccan dan Witches. Kalian tidak harus mengkopi atau mengikuti mantra di atas atau bahkan semua mantra yang ada di sini, kalian bisa kok, kalau kalian mau membuat mantra versi kalian sendiri. Karena sebenarnya satu mantra tidak akan memberikan efek sama kepada individu yang berbeda, jadi kalian bisa membuat mantra sesuai dengan yang kalian inginkan.
Nah, sampai di sini dulu pembicaraan kita hari ini.

Puji Ilahi Agung, Bapa Angkasa,
Ilahi Mulia, Ibu Bumi...

Jumat, 12 Mei 2017

Doa Altar #3: Doa Aradia

Puji Ilahi Agung, Bapa Angkasa,
Ilahi Mulia, Ibu Bumi...

Merry meet...

Apa kabar Wiccan, Witch, dkk? Semoga semuanya selalu dalam naungan Sang Bunda, blessed be...

Kali ini aku akan berbagi tentang Doa Altar yang dapat kalian jadikan referensi untuk memmbuat doa yang serupa atau melakukan ritual yang sama seperti yang aku lakukan. Doa Altar kali ini adalah Doa Altar yang ketiga setelah Doa Altar 1 dan Doa Altar 2 yang aku posting beberapa waktu yang lalu.

Oh ya, Doa Altar 3 ini aku dedikasikan kepada Aradia; titisan Diana, Guru besar para Penyihir. Bagi kalian yang menjadi pemuja Aradia, kalian bisa menjadikan doa ini sebagai referensi. Tapi kalau kalian memuja Dewi lain, semisal: Hekate, Diana/Artemis, Luna/Selena, Athena/Minerva, dll, kalian bisa menyesuaikan doanya sesuai dengan Dewi yang kalian puja. Berikut ini doanya:

"Wahai ilahi yang di surga, Dewi Aradia yang mulia. 
Engkaulah Ibu dari segala kemuliaan dan kekuatan, ilmu sihir dan cahaya, malam dan bulan, serta perlindungan dan kesembuhan.
Engkau hadirkan kesucian serta kemuliaan di tanah kami yang telah menjadi surga bagi kami. 
Engkau hadir di dalam setiap anakmu di bumi ini.
Wahai Pengembara Jelita, Guru Besar para Penyihir; engkau kekuatan bagi kami, engkau mencurahkan kekuatanmu kepada kami.
Semoga kemuliaan, kebijaksanaan, dan kekuatanmu terus memberkati kami.
Amin!"

Mungkin sebagian besar dari kalian kurang mengenal nama Aradia sebagai salah satu deitas yang membawa aspek Witchcraft. Mungkin kalian lebih mengenal Sang Ibu, Diana yang juga membawa aspek yang serupa dengan Aradia. Tentu saja demikian, karena Aradia adalah titisan dari Diana, seperti yang kusebutkan di awal tadi. Diana lahir ke dunia manusia melalui rahim seorang wanita.
Aradia menjalani hidup yang berat di mana dia terus menghadapi pertentangan antara keinginan hatinya dengan keinginan orang tuanya. Dia bekata kalau dia ingin mempunyai banyak anak seperti anak-anak burung dalam sarang yang ada di atas pohon yang dia temukan pada suatu hari. Akan tetapi, ibunya menginginkan dia untuk menjadi biarawati di gereja besar. Hingga akhirnya Aradia pun bertemu dengan seorang wanita yang berdoa kepada Diana di halaman rumahnya. Orang itu mengatakan kalau Diana adalah IBU yang sejati  dan Dia akan membantu setiap anaknya yang meminta pertolongan.
Dengan bantuan sepupunya, Aradia yang semula dikurung gara-gara keluar tengah malam dan berbicara pada orang pagan, memutuskan untuk melarikan diri. Aradia pergi ke padang rumput di mana banyak kunang-kunang yang beterbangan. Saat Aradia mendongak ke atas, dia mendapati bulan tampak begitu dekat di atas kepalanya. Bulan berbicara dan berkata kalau Dia adalah Diana, Sang Ibu.
Dari situ Diana berkata kepada Aradia bahwa Aradia itu adalah titisannya, dan Aradia dilahirkan ke dunia mengemban tugas sebagai tangan, kaki, dan lidah bagi Diana. Sejak saat itu, Aradia belajar banyak hal dari Sang Ibu; mulai ilmu pengobatan hingga ilmu sihir. Dan Aradia mulai mengembara ke berbagai tempat untuk menyelamatkan orang-orang yang tertindas, membebaskan para budak, menyembuhkan orang yang sakit, dan juga mengajarkan ilmu sihir pada siapa pun yang berguru padanya.
Kemahsyurannya ini membuat kaisar merasa takut, dia ditangkap dan dipenjarakan. Dia tidak gentar, sebab dia memiliki Ibu yang luar biasa. Dia pun berdoa kepada Diana untuk memohon pertolongan, dan saat cahaya bulan menembus ventilasi penjara dan menyinari seluruh tubuh Aradia, Pengembara itu lenyap seperti embun yang menguap di pagi hari.

Itu tadi penggalan kisah dari Aradia yang aku ambil dari sebuah buku berjudul "Aradia, Gospel of The Witches" karya Charles Le Land. Karena buku itu berbahasa Inggris, jadi aku menceritakan ulang kisahnya sesuai dengan apa yang aku pahami saja. Kurang lebih kisahnya ya, seperti di atas itu.

Baiklah, terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Semoga segalanya menjadi bermanfaat untuk kita semua.

Puji Iahi Agung, Bapa Angkasa,
Ilahi Mulia, Ibu Bumi...

Postingan Populer