Sabtu, 11 Agustus 2018

Mantra #13: Mantra Pelepasan - Melepaskan Kepergian Yang Telah Mati

Merry meet... Namaste... Rahayu...

Huft... lama sekali nggak nengokin Biara Wicca. Debu di sana-sini... Untuk yang selalu setia menunggu update-an dari Mage Niskala, mohon maaf sebesar-besarnya karena lama nggak update.

Ohya, apa kabar kalian semua? Masih rajin belajar Wicca-nya? Atau udah bosan dan nggak belajar lagi?
Oke, kita langsung saja ke materinya yaaa...

Malam ini aku akan berbagi pada kalian satu mantra (spell) yang baru aku buat beberapa hari lalu. Sebelumnya, terima kasih untuk temanku, Reza, karena telah memberikan satu pencerahan. Bait awal dari mantra ini pernah diucapkan oleh Reza saat dia mendoakan Nenekku yang baru saja meninggal setahun yang lalu.
Semenjak itu, aku selalu mengingat satu bait kata yang diucapkan Reza dan menggunakannya untuk mendoakan mereka yang baru saja meninggal (entah manusia ataupun binatang). Dari satu bait kata yang diucapkan Reza itu, aku mengembangkannya menjadi satu mantra yang sesuai dengan kebutuhanku. Demikian bunyi mantranya:

"Seperti tetes hujan yang jatuh di Samudera, seperti itulah semuanya akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Dari air kembali ke air, dari api kembali ke api, dari tanah kembali ke tanah, dari udara kembali ke udara; dan roh Yang Maha Hidup sirna bersama Jiwa Kekal yang kembali pada Semesta... Kami mengembalikan yang dari alam kepada alam. Kami kembalikan raga ini ke dalam rahim Ibu Pertiwi. Jiwa yang kekal semoga mendapat jalan bereinkarnasi... Semoga yang hidup dan yang mati mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan.
Jadilah damai di bumi, damai di langit, damai di mana-mana"

Fungsi dari mantra ini adalah sebagai "lentera" atau penunjuk jalan bagi jiwa manusia/binatang yang baru saja dikebumikan agar mampu mencapai alam berikutnya.

Sebelum kalian melantuntan mantra ini, kalian bisa berdoa (calling upon/invoking) pada Dewi Hekate, sebagai ratu bagi jiwa orang mati dan hantu, serta pemegang obor penunjuk jalan bagi jiwa-jiwa yang hendak menyeberang; atau pada Dewi Neftis (Nephthys), sebagai ibu pelindung bagi jiwa-jiwa orang mati, para hantu, dan  orang-orang yang berduka, serta orang-orang terlantar. Dua dewi ini bukanlah pilihan paten, jika kalian mengimani Bunda Kwan Im atau Dewa Odin atau Dewi Persephoni atau Dewi Freya atau siapa pun itu, berdoalah kepada-Nya.
Dewi Hekate: 
Dewi ilmu sihir dan divinasi; malam dan bulan; penjaga gerbang dan persimpangan; dan ratu para hantu dan jiwa orang mati.

Dewi Nephthys:
Dewi kematian; pelindung kaum tertindas dan orang-orang berduka; penuntun jalan bagi jiwa orang mati.


Aku tahu sangat tidak mungkin bagi kita untuk melakukan upacara pelepasan untuk kerabat kita yang meninggal dengan cara Wicca/Pagan, jadi kalian bisa mengikuti tradisi yang ada dalam lingkungan kalian. Kemudian setelah itu, kalian bisa mencari waktu yang tepat untuk melakukan ritualnya.
Ada dua pilihan, kalian bisa pergi ke pemakaman saat fajar atau senja, yang pasti jangan sampai ketahuan orang. Pilihan kedua, kalian bisa melakukannya di rumah, entah di dala atau di luar.

Sebelum melakukan ritual ini, kalian bisa menyediakan garam, lilin (2 buah), dan dupa/kemenyan (note: dupa harus genap). Ini tidak wajib, karena dengan duduk bersimpuh dan berdoa dengan sepenuh hati jga sdah cukup.
Jika kalian menggunakan bahan-bahan di atas, maka lakukan hal ini:
-   Nyalakan lilin, letakkan bersebelahan, beri sedikit jarak.
- Taburkan garam dalam bentuk lingkaran di sekeliling lilin, buat satu lingkaran beberapa senti dari tempat lilin berdiri dan tulis nama orang yang meninggal di sana.
-   Bakar kemenyan/nyalakan dupa, pegang dengan dua tangan, acungkan ke atas.
-  Invoke dewa-dewi yang kamu imani, lalu baca mantra di atas.
-   Ucapkan terima kasih pada dewa/dewi yang kalian panggil, matikan lilin, dan sapu garamnya sampai bersih.

Nah itu tadi materi hari ini, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata...

Blessed be!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer