Selasa, 16 Juli 2019

FAMILIAR #3: Sejarah Familiar dan Persidangan Penyihir

Merry meet, Namaste, Rahayu...

Apa kabar, Witches? Akhirnya bisa hadir lagi di Biara Wicca. Lama tidak jumpa. Semoga kalian selalu dalam kelimpahan.Pada kesempatan hari ini, aku ingin membahas tenntang sejarah familiar, bagaimana ceritanya bisa ada familiar. Oke, kita langsung saja!
.

Semua mungkin akan setuju dengan penyataan bahwasanya Witchcraft itu ada bersamaan dengan praktik Shamanisme yang hadir sejak masyarakat mulai tinggal menetap. Jika Shamanisme adalah agama (spiritual) pada masa itu, maka Witchcraft adalah mistis dan magis yang dipraktikan sejalan dengan Shamanisme. Pada mulanya, mereka yang didaulat sebagai Shaman pastilah orang dengan kemampuan dan pengetahuan akan spiritual-supranatural dan mampu menjadi jembatan antara manusia dengan Roh Alam. Umumnya, para Shaman ini memiliki hewan peliharaan yang mana mungkin memiliki hubungan erat dengan Hewan Roh dari si Shaman. 
Sebagai contoh, si Shaman memiliki Hewan Roh burung hantu, maka dia akan memelihara burung hantu. Jadi kesimpulannya, pada masa itu hewan peliharaan tadi adalah sebagai jembatan penghubung antara  si Shaman dengan Hewan Roh-nya. Tidak jarang juga para Shaman tidak memiliki hewan peliharaan yang menjadi penghubung dengan Hewan Roh nya. Misalkan Hewan Roh si Shaman adalah serigala, umunya mereka akan memiliki kedekatan dengan kawanan serigala, seolah-olah mereka saling mengerti bahasa satu sama lain.

Ketika peradaban berkembang dan muncul Paganisme yang memuja banyak dewa-dewi, Witchcraft tetap ada. Yang semula praktisi Witchcraft hanya terpaku pada Roh Alam saja, mulai banyak yang beralih kepada dewa-dewi yang pada umumnya dipercaya memiliki keterkaitan dengan Witchcraft. Sebagai contoh: Dewi Hekate, Diana, Circe, Cerridwen, Morrigan, Cernunnos, Afrodit, Odin, Freya, Apollo, Hermes, Toth, Isis, Bastet, dll. Pada masa itu belum dikenal istilah familiar. Tapi, mereka memercayai kalau ada beberapa binatang yang memiliki ikatan atau menjadi simbol dari dewa-dewi tertentu. Misalkan: ular erat kaitannya dengan Dewi Diana, Hekate, dan Dewa Apollo; kucing dengan Dewi Bastet dan Freya; gagak dengan Dewa Odin dan Dewi Morrigan; dll.
Oleh karena memuja salah satu dari dewa-dewi tersebut, para praktisi Witchcraft ini lantas memelihara binatang yang menjadi lambang bagi dewa/dewi tersebut. Dimaksudkan agar mereka memiliki koneksi dengan deity yang mereka puja.

"Pada mitologi Yunani ada makhluk bernama Daemon yang notabene adalah Roh Alam, bukan entitas yang murni baik atau jahat, mereka hanya roh yang tersebar di alam. Nanti ini akan ada hubungannya dengan istilah Demon pada abad pertengahan hingga saat ini."

Selanjutnya, ketika kekristenan mulai masuk negeri-negeri pagan, agama pagan mulai tersudutkan. Bahkan jumlah pemujanya mengalami kemrosotan. Ini diakibatkan kristenisasi pada masa itu yang mungkin dilakukan dengan cara yang kurang manusiawi, yang mana mereka yang tidak mau masuk Kristen akan dihilangkan hak-haknya dalam masyarakat atau bahkan dikucilkan. Terjadilah perebutan pengaruh antara para penyihir dengan gereja. Sampai akhirnya gereja mengenalkan konsep Demon dan Satan/Iblis. Mereka kemudian melabeli beberapa dewa/dewi pagan sebagai iblis. Yang paling jelas adalah perubahan Dewa Cernunnos sebagai dewa hutan dan kesuburan yang kemudian menjadi satu entitas jahat bernama Baphomet atau Satan.

"Pada dasarnya Daemon atau Demon berarti Roh Alam, konsep ini jauh berbeda dengan Demon dalam Goetia Demon yang sejarahnya mengatakan mereka adalah Malaikat Jatuh."

Kembali ke topik sebelumnya. Dengan munculnya konsep tentang Demon dan Satan ini, masyarakat menjadi takut dan akhirnya mereka masuk ke agama Kristen. Para penyihir kemudian megambil jalan tengah, mereka memutuskan masuk agama Kristen namun masih mempraktikkan seni-seni Witchcraft, namun lebih cenderung untuk penyembuhan. Kemudian mereka disebut sebagai "The Cunning" dan praktik mereka disebut "The Cunning Magick".
.

Abab pertengahan tiba. Pada abad inilah terjadi perburuan penyihir dan persidangan penyihir. Perburuan penyihir terjadi di seluruh daratan Eropa dan Amerika. Dan, yang paling terkenal adalah persidangan penyihir di Salem.

Pada masa ini konsep familiar ada. Pada perburuan penyihir, para pemburu itu sering menemukan para penyihir selalu memelihara binatang, seperti: kucing, gagak, tikus, tapi paling umum adalah kucing hitam. Mereka lantas beranggapan bahwa binatang-binatang itu adalah manifestasi iblis, karena ketika mereka bertanya pada para penyihir kenapa mereka memelihara kucing, para penyihir menjawab kalau kucing itu memberikan bimbingan dalam praktik mereka. Padahal kucing tersebut hanyalah kucing biasa, hanya saja dalam kepercayaan mereka kucing memiliki kedekatan dengan dunia spiritual, terutama dengan para roh. Alhasil, tidak hanya penyihir saja yang dimusnahkan, tapi juga kucing mereka. Gara-gara pemusanahan kucing masal tersebut, tikus menjadi merajalela.
.

Konsep tentang familiar pun bergema. Dikatakan bahwa familiar adalah iblis yang dihadiahkan oleh The Devil yang kemudian mengambil wujud binatang dan bertugas untuk membantu para penyihir dalam Witchcraft.Di sisi lain, para wanita dalam masyarakat yang merasa tertindas dengan lelaki, karena sistemm patriarki sangat kuat, akhirnya mencari perlindungan kepada sosok yang dapat menaungi mereka, The Devil, karena mereka sudah tidak memercayai Tuhan yang membiarkan mereka diperlakukan semena-mena. Wanita-wanita inilah yang kemudian menjadi cikal bakal penyebar konsep Witchcraft yang dikaitkan dengan "Devil Worshiping". Ini tidak salah, karena memang ada penyihir yang memuja The Devil yang kadang disebut Lucifer, Samael, atau Satan. Sosok inilah yang mereka rasa menjadi pemberi naungan dan perlindungan.

Para penyihir ini dikatakan harus menandatangani Book of The Beast, buku perjanjian The Devil dengan para penyihir, barulah The Devil memberikan satu makhluk pendamping yang kemudian disebut familiar. Dengan kekuatan yang diberikan The Devil, para pemburu percaya kalau para penyihir itu mampu terbang dengan sapu mereka dan atau melakukan astral projection untuk menghadiri Sabbath atau "The Devil Meeting". Konon, dipertemuan ini mereka bersama para familiar menari bersama untuk memuja The Devil. Pada masa perburuan penyihir masih berlangsung, namun ada yang mengatakan justru yang menjadi korban bukanlah para penyihir justru orang-orang biasa yang dituduh.

Persidangan penyihir di Salem contohnya. Ada banyak yang merasa ragu kalau orang-orang yang disidang dan dieksekusi adalah penyihir. Mereka beranggapan kalau  itu hanyalah histeria. Konon, hanya ada satu penyihir di Salem, Tituba namanya. Ketika Tituba diinvestigasi dan mengalami penyiksaan, dia menyebutkan nama-nama lain. Para pemburu tentu memercayai ucapan wanita  itu dan mulai menginvestigasi lainnya. Banyak yang berpendapat kalau Tituba sebenarnya berbohong demi menyelamatkan nyawanya sendiri. Karena dia seorang penyihir, tentunya mudah baginya mengetahui rahasia-rahasia dari orang yang dia tuduh. Dia menyebutkan adanya "The Devil Mark" yang sebenarnya adalah tanda lahir atau daging tumbuh (kutil) yang dia katakan sebagai puting susu untuk memberi makan familiar. 

Pada akhirnya, terjadi aksi saling tuduh menuduh hingga semakin banyak korban yang berjatuhan. Orang-orang tidak bersalah menjadi korban kebohongan Tituba. Sedangkan Tituba sendiri sudah menghilang dari Salem. Ada versi lain mengatakan kalau Titubalah yang telah mengajari wanita-wanita di Salem untuk menggunakan sihir, dimulai dari anak-anak hingga wanita seumurannya.

Konsep inilah yang sering muncul di pertelevisian, seperti dalam film Lord of Salem, tv series: Salem Season 1-2-3 dan Chilling Adventures of Sabrina Season 1-2. Tapi, untungnya masih ada film atau tv series yang tidak mengasosiasikan penyihir dengan Pemujaan Setan, misal: American Horror Story: COVEN, The Craft, The Secret Circle, Witches of East End, Practical Magic, dll.

Waduh, sudah terlalu panjang. Cukup dulu untuk hari ini. Terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Akhir kata...

Blessed be!

Sumber bahasan:



Jangan lupa ditonton juga video di atas, dan subscribe tentunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer